Ciri-ciri Kista yang Perlu Diwaspadai Berdasarkan Jenisnya, Apa Saja?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Kista merupakan gangguan kesehatan yang bisa tumbuh di bagian tubuh mana pun, termasuk tulang dan jaringan lumak. Seperti apa saja ciri-ciri kista yang perlu kamu waspadai?

Kista pada dasarnya berbentuk seperti sebuah benjolan yang berisi udara, cairan, atau bahan lainnya. Sebagian besar kista bersifat non-kanker (jinak), tetapi terkadang juga bisa ganas.

Berikut informasi tentang kista dan ciri-cirinya yang perlu kamu ketahui:

Ciri-ciri kista berdasarkan jenis dan penyebabnya

Pada umumnya kista tidak memiliki gejala yang signifikan. Bahkan tidak jarang bisa hilang dengan sendirinya. Beberapa kista memiliki ciri-ciri khas berdasarkan jenisnya, yaitu:

Kista ovarium

Kista ovarium adalah kantung yang berisi cairan dan terdapat pada permukaan ovarium. Kista jenis ini umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang tanpa pengobatan apapun. Ciri-ciri kista ovarium yakni:

  • Nyeri panggul (perut bagian bawah)
  • Perut terasa penuh seperti ada beban di dalamnya
  • Rasa kembung pada perut

Kista mucocele

Kista mucocele merupakan pembengkakan yang berisi cairan. Biasanya terdapat pada bibir dan area mulut lainnya. Kista ini berkembang ketika kelenjar ludah tersumbat oleh lendir.

Meski sebagian besar kista mucocele berada di bagian bawah bibir, tetapi bisa juga muncul di dalam mulut. Kista jenis ini bisa menjadi permanen jika tidak segera diobati. Ciri-ciri kista mucocele meliputi:

  • Area bibir atau sekitar mulut menjadi bengkak
  • Bibir berwarna kebiruan
  • Muncul lesi dengan diameter kurang dari 1 cm
  • Bertekstur lembut dan tidak keras

Kista pilar

Kista pilar merupakan benjolan yang dapat berkembang di permukaan kulit. Kista ini termasuk dalam kategori jinak.

Kista yang biasa terdapat di kulit kepala ini memiliki beberapa ciri-ciri yang harus kamu ketahui, seperti:

  • Berwarna sama dengan kulit
  • Berbentuk bulat
  • Terkadang berbentuk benjolan seperti kubah di permukaan kulit
  • Teksturnya halus
  • Tidak mengandung nanah
  • Tidak sakit saat disentuh

Jerawat kista

Jerawat kista merupakan jerawat yang disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat, bakteri dan sel kulit mati. Keberadaan jerawat kista bisa menyebabkan area tersebut menjadi tampak kemerahan dan bengkak.

Kista ini pada umumnya muncul di bagian wajah, tetapi tidak jarang juga terdapat di area punggung, leher, bahu, dada, punggung, lengan, dan bahkan hingga belakang telinga.

Adapun ciri-ciri kista jerawat meliputi:

  • Benjolan besar di dalam kulit
  • Berwarna kemerahan
  • Terasa sakit
  • Terdapat nanah di dalamnya

Kista payudara

Jenis kista ini merupakan kantung yang berisi cairan di dalam payudara dan bersifat jinak. Kista ini biasanya berukuran seperti anggur, bertekstur lunak saat disentuh. Namun kadang-kadang juga bisa teraba keras.

Kista payudara dapat ditemukan pada salah satu atau bahkan pada kedua payudara. Ciri-ciri kista payudara yang harus kamu ketahui:

  • Muncul benjolan berbentuk bulat atau oval yang dapat berpindah-pindah
  • Nyeri di payudara
  • Peningkatan ukuran benjolan payudara dan nyeri sesaat sebelum menstruasi
  • Penurunan ukuran benjolan payudara dan resolusi gejala lain setelah menstruasi

Kista baker

Kista baker berisi cairan yang menyebabkan benjolan di bagian belakang lutut. Biasanya kista ini bisa terasa sakit jika kamu sepenuhnya melenturkan atau memperpanjang lutut.

Dalam beberapa kasus, kista baker tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga menjadi mungkin jika kamu tidak menyadarinya. Ciri-ciri kista baker meliputi:

  • Bengkak di belakan lutut
  • Terasa sakit di bagian lutut
  • Pergerakan kaki terasa kaku
  • Tidak kuat berdiri lama

Kista celah brankial

Kista ini terjadi ketika suatu jarian yang membentuk tenggorokan dan leher tidak berkembang secara normal. Kondisi ini membuat sebuah celah terbentuk pada salah satu sisi leher atau bahkan keduanya.

Penyakit ini merupakan bawaan lahir yang tidak hanya terdapat pada kedua sisi leher. Tetapi terkadang juga tumbuh pada bawah tulang selangkangan. Ciri-cirinya meliputi:

  • Benjolan pada leher, bahu atas, bahkan pada bawah tulang selangkangan anak
  • Terdapat cairan yang mengalir dari leher
  • Pembengkakan pada leher, yang biasanya terjadi dengan infeksi saluran pernapasan atas

Kista epidermoid

Kista epidermoid disebabkan oleh penumpukan keratin (protein pembentuk rambut, kulit, dan kuku) di bawah kulit.

Jenis kista ini biasanya ditandai dengan adanya benjolan kecil, keras, dan mempunyai warna kuning kecokelatan. Kadang-kadang kondisi ini juga disertai dengan adanya cairan kental berbau di dalamnya.

Kista ini bisa tumbuh di kepala, leher, punggung, wajah, bahkan area kelamin. Ciri-ciri kista epidermoid meliputi:

  • Benjolan kecil bundar di bawah kulit
  • Blackhead mungil menyumbat lubang pusat kista
  • Teksturnya tebal dan memiliki cairan berwarna kuning berbau yang mengalir dari kista
  • Jika meradang kista akan menjadi kemerahan, bengkak, dan nyeri di bagian kista

Kista ganglion

Kista ganglion terjadi dikarenakan adanya penumpukan cairan yang disebabkan oleh osteoarthritis, serta cedera di tendon atau persendian. Tetapi pada bebeerapa kasus masih belum diketahui penyebab pasti dari mana asal cairan tersebut.

Kista ini berbentuk benjolan yang berisi cairan di sepanjang tendon (jaringan yang menghubungkan otot dan tulang) dan persendian. Ciri-ciri kista ganglion yaitu:

  • Muncul dalam bentuk benjolan yang bisa berubah ukuran
  • Lunak dan berdiameter sekitar 1-3 cm
  • Benjolan umumnya tidak bisa berpindah-pindah
  • Terjadi pembengkakan secara tiba-tiba

Demikian ulasan tentang ciri-ciri kista berdasarkan jenis dan faktor penyebabnya. Apabila muncul benjolan yang kamu curigai sebagai kista, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya!

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar penyakit kista, segera konsultasikan secara online di aplikasi Grab. Caranya buka aplikasi Grab, lalu pilih menu Grab Health. Atau langsung klik disini.

  1. Healthline.com (2018). Diakses pada 6 July 2020. Mucous Cysts
  2. Healthline.com (2018). Diakses pada 6 July 2020. What Causes Pilar Cysts and How Are They Treated?
  3. Healthline.com (2018). Diakses pada 6 July 2020. Branchial Cleft Cysts
  4. Webmd.com (2020). Diakses pada 6 July 2020. Cystic Acne
  5. Webmd.com (2020). Diakses pada 6 July 2020. Ganglion Cysts
  6. Mayoclinic.org (2018). Diakses pada 6 July 2020. Breast Cysts
  7. Mayoclinic.org (2018). Diakses pada 6 July 2020. Baker’s Cysts
  8. Mayoclinic.org (2020). Diakses pada 6 July 2020. Epidermoid Cysts
  9. Mayoclinic.org (2019). Diakses pada 6 July 2020. Ovarian Cysts
  10. Mayoclinic.org (2019). Diakses pada 6 July 2020. Tumor vs. Cyst: What’s the Difference?
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin