Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Kudis: Penyebab hingga Pencegahan

June 4, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit kudis terjadi di kulit dan disebabkan oleh serangan tungau yang bernama sarcoptes scabiei. Jika tidak segera kamu atasi, maka hewan mikroskopis ini dapat hidup di kulit kamu hingga berbulan-bulan.

Mereka berkembang biak di permukaan kulit dan membuat liang di sana untuk menaruh telur mereka. Aktivitas ini membuat kamu gatal dan akan membentuk bintik merah di kulit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia telah terkena penyakit ini.

Penyakit kudis menyerang siapa saja

Penyakit kudis dapat menyerang siapapun dari golongan manapun. Foto: https://img.webmd.com/

Penyakit ini terjadi di mana saja, tidak peduli apa ras dan kondisi sosial yang kamu miliki. Kudis dapat menyebar dengan cepat pada populasi yang sangat padat di mana tubuh yang saling berdekatan dan kontak kulit sering terjadi.

Institusi seperti rumah perawatan, fasilitas kesehatan dan penjara sering menjadi lokasi di mana wabah penyakit ini muncul. Meskipun demikian, kelompok paling rentan adalah anak-anak dan orang tua dalam kelompok masyarakat berekonomi rendah.

WHO sendiri mencatat penyebab kurap yang paling sering terjadi adalah di negara beriklim tropis, terutama di dalam kelompok masyarakat yang penduduknya padat dan ada keterbatasan akses kesehatan.

Tidak hanya kontak langsung, penularan juga bisa terjadi lewat pakaian atau tempat tidur yang sudah diserang oleh tungau penyebab kudis.

Gejala penyakit kudis

Setelah paparan awal terhadap kudis, kira-kira dibutuhkan waktu enam minggu untuk gejalanya muncul. Gejalanya akan berkembang lebih cepat jika kamu sudah pernah mengalami penyakit ini sebelumnya.

Tanda dari gejala kudis adalah ruam dan gatal-gatal yang sering dan memburuk saat malam. Jika kamu terus menggaruknya, kamu akan berpotensi untuk menimbulkan luka yang menyebabkan infeksi.

Apabila itu sudah terjadi, kamu disarankan untuk melakukan pengobatan tambahan dengan konsumsi antibiotik untuk mengobati infeksi di kulit.

Beberapa lokasi dari kudis pada anak dan orang dewasa adalah:

  • Pergelangan tangan.
  • Siku.
  • Ketiak.
  • Puting.
  • Penis.
  • Pinggang.
  • Bokong.
  • Area di antara jemari.

Sedangkan, untuk kudis pada bayi, balita dan terkadang lansia atau orang dengan kelainan sistem imun terjadi pada:

  • Kepala.
  • Wajah.
  • Leher.
  • Tangan.
  • Telapak kaki.

Bintik merah yang terjadi pada bawah permukaan kulit dapat berupa gigitan kecil yang gatal dan benjol atau bisa berbentuk seperti jerawat. Jalur liang dari tungau terkadang bisa kamu lihat pada kulit kamu, dia bisa berbentuk garis berwarna merah atau tidak berwarna sama sekali.

Disebabkan tungau

Kudis merupakan hasil dari infeksi yang disebabkan oleh tungau berkaki delapan dan berukuran kecil. Karena ukurannya yang mikroskopis, kamu tidak bisa melihatnya, tapi dapat merasakannya lewat efek di kulit.

Tungau ini akan menggali liang pada lapisan paling atas kulit dan hidup dan makan di sana sementara tungau betina akan menaruh telurnya di bawah kulit kamu.

Ruam dan gatal-gatal yang kamu rasakan adalah reaksi dari kulit terhadap keberadaan dan sisa makanan yang disebabkan oleh tungau.

Biasanya, jika tertular, akan terdapat 10-15 tungau yang hidup di dalam kulit kamu. Jumlah ini akan melonjak jika kamu terkena komplikasi atau tingkatan kudis yang lebih parah seperti kudis norwegia.

Pengobatan kudis

Cara mengobati penyakit ini adalah dengan mengenyahkan invasi dari tungau ini menggunakan salep krim dan losion yang sudah diresepkan dokter. Kamu juga bisa mengonsumsi obat oral.

Kamu biasanya akan diminta untuk mengoleskan obat yang direkomendasikan pada saat malam, waktu di mana tungau tersebut sedang sangat aktif. Kamu juga harus mengoleskannya pada seluruh permukaan kulit dari leher ke bagian bawah tubuh.

Obat yang umumnya dipakai untuk mengobati kudis adalah:

  • 5 persen krim permethrin.
  • 25 persen losion benzyl benzoate.
  • 10 persen salep sulfur.
  • 10 persen krim crotamiton.
  • 1 persen losion lindane.

Beberapa obat tambahan juga bisa direkomendasikan untuk meringankan gejala yang mengganggu seperti:

  • Antihistamin seperti benadryl (diphenhydramine) atau losion pramoxine untuk mengontrol gatal-gatal.
  • Antibiotik untuk membunuh infeksi yang bisa berkembang karena menggaruk kulit secara konstan.
  • Krim steroid untuk meringankan pembengkakan dan gatal-gatal.

Jika kudis kamu sudah parah dan menyebar, maka kamu bisa saja diberikan obat oral ivermectin. Dengan catatan, obat ini hanya diberikan jika kamu:

  • Tidak merasakan ada perkembangan setelah pengobatan awal.
  • Kudis dengan kulit yang mengeras.
  • Kudis hampir di seluruh permukaan tubuh.

Bisa pakai sulfur

Sulfur biasanya merupakan bahan yang dipakai di beberapa pengobatan kudis yang diresepkan. Meskipun demikian, kamu bisa membeli sulfur di toko-toko obat atau apotek dan gunakan ini sebagai sabut, salep, shampo atau cairan untuk menyembuhkan kudis.

Menemukan 6 sampai 10 persen sulfur dalam sabun atau krim di toko obat adalah hal yang sangat mungkin. Penggunaannya bisa dilakukan sembari kamu mengonsumsi obat lainnya.

Butuh waktu 

Seperti pada penyakit lain, pengobatan kudis juga memerlukan waktu. Umumnya kamu akan memerlukan waktu hingga 4 minggu untuk penyakit ini sembuh total.

Akan tetapi, dalam waktu satu minggu pertama pengobatan, kamu akan merasakan gejalanya semakin parah. Tapi jangan panik, karena setelah satu minggu kamu akan merasakan gatal-gatal yang berkurang.

Jika kulit tidak sembuh dalam waktu sebulan, ada kemungkinan serangan tungau itu masih ada di dalam kulit kamu. Dan perlu kamu ingat juga, gatal-gatal setelah kudis dapat berlangsung selama satu bulan.

Pengobatan alami kudis

Beberapa pengobatan tradisional kudis dapat menyebabkan efek samping yang tidak kamu inginkan. Di antaranya adalah perasaan terbakar pada kulit, kemerahan, bengkak dan bahkan mati rasa atau kesemutan.

Beberapa obat alami yang biasa dipakai mengobati kudis adalah:

Tea tree oil

Dikenal juga dengan sebutan minyak melaleuca, tea tree oil berdasarkan penelitian yang dilakukan di Australia terbukti mampu menangani kudis. Juga meringankan gatal dan mengurangi ruam. 

Meskipun demikian, minyak ini tidak akan ampuh pada tungau yang sudah berkembang biak di permukaan kulit kamu.

Lidah buaya

Gel lidah buaya terkenal mampu mengurangi iritasi dan terbakar pada kulit. Penelitian yang dilakukan di Nigeria menemukan manfaat lidah buaya terhadap kudis.

Jika kamu ingin mencobanya, pastikan membeli gel yang mengandung 100 persen lidah buaya, ya!

Krim kapsaisin

Meskipun tidak akan membunuh tungaunya, krim yang dibuat dengan kapsasin dari cabai cayenne yang dapat meringankan rasa sakit dan gatal dengan cara mengurangi rasa sensitif kulit dari gigitan tungau yang mengganggu.

Minyak esensial

Minyak cengkeh adalah pembunuh serangga alami, jadi ada kemungkinan tungau akan mati jika kamu berikan minyak ini.

Minyak esensial lain seperti lavender, serai dan pala juga dapat memberikan manfaat dalam pengobatan kudis.

Pohon mimba

Komponen aktif dari kulit, daun dan biji pohon mimba dapat membunuh tungau yang menyebabkan kudis. Sabun, krim dan minyak yang dibuat dari ekstrak pohon ini dapat memberikan efek mematikan bagi tungau tersebut.

Tipe penyakit kudis

Hanya ada satu tungau yang menyebabkan penyakit ini, yaitu sarcoptes scabiei. Akan tetapi, tungau ini dapat menyebabkan beberapa tipe kudis, yaitu:

Kudis tipikal

Jenis ini merupakan yang umum terjadi. Kudis ini dapat menyebabkan ruam yang gatal di tangan, pergelangan tangan atau titik-titik lainnya. Meskipun demikian, dia tidak akan terjadi di kulit kepala dan wajah.

 Kudis nodular

Tipe kudis ini dapat berkembang dengan gatal dan benjol, terutama di area kelamin, ketiak dan selangkangan.

Kudis norwegia

Beberapa penderita kudis dapat berujung pada kudis norwegia atau kudis berkerak. Jenis ini lebih parah dan lebih menular daripada yang lain. 

Orang dengan penyakit kudis ini akan memiliki kerak di kulit yang mengandung ribuan tungau dan telurnya. Lapisan kerak ini umumnya tebal, abu-abu dan mudah hancur saat disentuh.

Kudis tipe ini biasanya terjadi pada orang-orang dengan sistem imun lemah. Yaitu jika kamu memiliki HIV atau AIDS, mengonsumsi steroid atau pengobatan khusus atau jika kamu sedang mengikuti kemoterapi.

Tungau ini berkembang dengan lebih cepat karena dapat melawan sistem imun yang lemah dengan mudah.

Pencegahan penyakit kudis

Cara paling ampuh dalam mencegah kudis adalah menghindari kontak kulit langsung dengan orang yang diketahui mengidap penyakit kudis. 

Kamu juga disarankan untuk segera mencuci pakaian dan tempat tidur yang habis dipakai oleh orang yang mengidap kudis.

Cucilah pakaian, tempat tidur, handuk dan bantal yang telah dipakai oleh pengidap kusta dalam air dengan suhu mencapai 50°C. Barang-barang ini juga harus dikeringkan dalam mesin pengering atau panas matahari selama 10 hingga 30 menit.

Untuk barang-barang yang tidak bisa dicuci harus dibersihkan dengan vacuum cleaner. Setelah itu, jangan lupa bersihkan kantung vacuum cleaner dengan pemutih dan air panas.

Diagnosis penyakit kudis

Pada saat kamu pergi memeriksakan diri, ada serangkaian tes untuk mendiagnosis penyakit ini, salah satunya adalah memindahkan tungau di kulit kamu dengan menggunakan jarum.

Apabila tungau tidak mudah ditemukan, dokter akan mengikis sedikit bagian kulit kamu yang beruam dan gatal untuk mengambil sampel jaringan. Sampel ini akan diteliti di bawah mikroskop untuk memastikan adanya tungau atau telurnya.

Tes lain adalah menggunakan tinta untuk mengetahui jalur liang yang digali oleh tungau pada kulit. Dengan meneteskan tinta ke kulit, lalu segera menghapusnya.

Jika tinta jatuh di lubang galian dari tungau, maka tinta akan tetap bertahan di kulit dan menjadi bukti adanya tungau yang menjangkiti kulit kamu.

Waktu hidup tungau

Tungau yang menyebabkan penyakit ini dapat hidup di tubuh kamu hingga dua bulan. Saat tungau keluar dari tubuh manusia, dia hanya bisa bertahan selama tiga hingga empat hari.

Apabila kamu mengobati kudis, rasa gatal dan terbakar yang disebabkan oleh ruam dapat berlangsung hingga beberapa pekan setelah pengobatan dimulai.

Hal itu dikarenakan, masih adanya telur dan sampah produksi dari tungau yang berada di dalam kulit kamu, bahkan setelah tungau tersebut mati. Ruam dan iritasi masih akan kamu rasakan bahkan hingga kulit kamu menumbuhkan lapisan baru.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Who.int diakses 03 Juni 2020. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/scabies
  2. Helathline.com (2019) diakses 03 Juni 2020. https://www.healthline.com/health/scabies-otc-treatment
  3. Ajtmh.org (2016) diakses 03 juni 2020. http://www.ajtmh.org/content/journals/10.4269/ajtmh.14-0515
  4. Onlinelibrary.wiley.com (2009) diakses 03 Juni 2020. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/ptr.2614
  5. Cdc.gov (2019) diakses 03 juni 2020. https://www.cdc.gov/parasites/scabies/gen_info/faqs.html
  6. Helathline.com (2019) diakses 03 juni 2020. https://www.healthline.com/health/scabies
    register-docotr