Kamus Penyakit

Penyakit Osteoarthritis, Cegah Bahaya Nyeri pada Persendian!

June 4, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Keluhan nyeri pada persendian umumnya dirasakan mereka yang menginjak usia lanjut. Namun tidak menutup kemungkinan ini juga menyerang orang yang masih produktif. Kondisi ini patut diwaspadai sebagai munculnya penyakit osteoarthritis.

Penyakit osteoarthritis, seperti apa kondisinya?

Penyakit osteoarthritis atau OA merupakan kondisi rusaknya persendian kronis yang paling umum dialami. Kelainan ini seringkali menyerang persendian di tangan, lutut, pinggul, dan tulang belakang.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan rusaknya tulang rawan sehingga menyebabkan tulang-tulang di dalam sendi saling bergesekan. Hal ini akan mengakibatkan munculnya rasa sakit dan kekakuan.

Baca juga: Yuk, Ketahui Manfaat Kayu Manis untuk Masalah Kesehatanmu!

Gejala umum penyakit osteoarthritis

Gejala osteoarthritis bisa berkembang secara perlahan dan memburuk seiring berjalannya waktu. Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa tanda atau gejala penyakit yang biasa dirasakan penderitanya, antara lain:

  • Rasa sakit. Sendi yang terkena mungkin terluka selama atau setelah pergerakan
  • Kekakuan. Kekakuan sendi mungkin paling terasa saat bangun atau setelah tidak aktif
  • Kelembutan. Sendi mungkin terasa lunak saat tubuh memberikan tekanan ringan
  • Hilangnya fleksibilitas. Biasanya tubuh mungkin tidak dapat menggerakkan sendi
  • Sensasi nyeri. Tubuh akan terasa nyeri dan mungkin terdengar suara retakan
  • Taji tulang. Ditandai dengan benjolan keras yang terbentuk di sekitar sendi
  • Pembengkakan. Biasanya disebabkan oleh peradangan jaringan lunak di sekitar sendi.

Pada tahap awal, seseorang mungkin tidak memiliki gejala yang jelas sehingga penyakit sulit dideteksi. Gejala dapat terjadi pada satu atau lebih sendi dan cenderung muncul secara bertahap.

Perkembangan penyakit ini bisa melibatkan synovitis, yakni peradangan ringan pada jaringan di sekitar sendi. 

Meski penyakit ini bisa berkembang di persendian manapun, namun biasanya akan lebih sering memengaruhi lutut, pinggul, tangan, punggung bawah, dan leher.

Nah. gejala dari beberapa bagian ini akan berbeda satu sama lain, seperti berikut ini.

Gejala penyakit osteoarthritis pada lutut

Osteoarthritis biasanya terjadi pada kedua lutut, kecuali jika disebabkan oleh cedera atau kondisi lain. Seseorang dengan kondisi seperti ini biasanya akan merasakan beberapa gejala umum.

Gejala yang akan dirasakan, seperti terasa sakit ketika berjalan terutama menanjak, lutut terkunci pada posisinya sehingga sulit untuk meluruskan kaki dan ada suara kisi yang lembut saat menekuk lutut. 

Gejala penyakit osteoarthritis pada pinggul

Seseorang yang mengalami OA di pinggul mungkin akan merasakan setiap pergerakan di sendi, seperti berdiri atau duduk bisa menyebabkan kesulitan serta ketidaknyamanan. Biasanya, kondisi ini akan disebut juga dengan nyeri pinggul.

Penyakit osteoarthritis bisa menyebabkan rasa sakit di lutut  dan beberapa bagian lainnya, seperti paha dan bokong. Seseorang juga mungkin akan mengalami rasa sakit ketika berjalan dan bahkan saat beristirahat.

Gejala penyakit osteoarthritis pada tangan

Pada persendian bagian tangan, penyakit ini dapat berkembang di pangkal ibu jari, sendi atas jari-jari lain, dan sendi tengah. Seseorang dengan kondisi ini mungkin akan merasakan sakit, kaku, bengkak di jari, dan benjolan di persendian jari.

Jika dibiarkan, benjolan berisi cairan atau kista di punggung jari mungkin akan menyebabkan  rasa sakit ketika menyatukan pergelangan tangan. Bagi sebagian orang, nyeri pada jari akan berkurang meski bengkak dan benjolan tetap ada. 

Nah, jika kekakuan sendi dan pembengkakan ini terjadi lebih dari 2 minggu maka harus segera memeriksakan diri bersama dokter ahli.

Apa saja penyebab seseorang menderita osteoarthritis?

Penyebab penyakit osteoarthritis atau OA adalah kerusakan sendi. Kerusakan ini dapat terakumulasi dari waktu ke waktu sehingga salah satu penyebab utamanya adalah usia.

Tak hanya itu, penyebab kerusakan sendi lainnya termasuk cedera, seperti tulang rawan robek, sendi dislokasi, dan cedera ligamen.

Namun beberapa penyebab lain yang juga termasuk yakni malformasi sendi, obesitas, dan postur tubuh buruk. Ada pula faktor risiko tertentu yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

  • Usia. Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia
  • Seks. Wanita lebih mungkin terkena penyakit ini terutama jika aktif secara seksual
  • Kegemukan. Berat badan berkontribusi dalam peningkatan risiko penyakit ini
  • Cedera sendi. Cedera bisa berasal dari olahraga dan kecelakaan
  • Stres berulang pada sendi. Diakibatkan pekerjaan yang menempatkan tekanan pada sendi
  • Genetika. Beberapa orang akan mewarisi penyakit secara turun temurun
  • Kelainan bentuk tulang. Terjadi akibat dilahirkan dengan tulang rawan yang cacat
  • Penyakit metabolisme tertentu. Diakibatkan tubuh memiliki terlalu banyak zat besi.

Tulang rawan merupakan zat pelindung untuk bantalan ujung tulang di sendi yang memungkinkan pergerakan menjadi lancar dan mudah. Namun, pada orang dengan OA biasanya permukaan tulang rawan yang halus menjadi kasar dan mudah luntur.

Akibatnya, tulang yang tidak terlindungi mulai bergesekan dan menyebabkan kerusakan hingga rasa sakit. Jika dibiarkan, hal ini bisa berlanjut hingga benjolan tulang terbentuk di sendi atau tonjolan yang disebut dengan taji tulang.

Saat tulang berubah bentuk, persendian akan menjadi lebih kaku sehingga pergerakan berkurang dan terasa nyeri. Cairan juga bisa menumpuk di sendi yang kemudian akan menyebabkan pembengkakan. 

Diagnosis yang biasa dokter lakukan

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa nyeri sendi, pembengkakan, kemerahan, dan kelenturan. Tes pencitraan untuk mendapatkan gambar dari sendi yang terkena akan dokter lakukan dengan beberapa cara, seperti:

Sinar X

Pmeriksaan sinar X-ray pada lutut. (Foto: pixabay.com)

Tulang rawan tidak muncul pada gambar X-ray, namun dapat mengungkapkan penyempitan ruang antara tulang-tulang di sendi. Pemeriksaan satu ini juga akan menunjukkan taji tulang di sekitar sendi.

Magnetic resonance imaging atau MRI

MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambar rinci dari tulang dan jaringan lunak termasuk tulang rawan. MRI biasanya tidak diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ini namun bisa membantu memberikan informasi dalam kasus kompleks.

Tes laboratorium

Tak hanya itu, dokter juga akan menganalisis darah atau cairan yang ada pada persendian. Pemeriksaan atau tes ini dimaksudkan untuk membantu memastikan diagnosis penyakit pada penderita. 

Tes darah

Meski tes ini tidak umum untuk osteoarthritis namun bisa membantu menyingkirkan penyebab lain dari nyeri sendi seperti rheumatoid arthritis. Dokter akan mengambil sampel darah yang kemudian akan diuji peradangan serta faktor utama penyebab penyakit.

Pengobatan terhadap penyakit osteoarthritis

Perawatan terhadap penyakit ini difokuskan pada gejala yang dirasakan penderita. Jenis pengobatan yang dilakukan biasanya ditentukan berdasarkan keparahan gejala dan lokasi penyakit.

Terkadang, perubahan gaya hidup, obat bebas atau OTC, dan pengobatan rumahan sudah cukup untuk mengatasi rasa sakit, kekakuan, serta pembengkakan. Nah, beberapa obat yang bisa menangani gejala yang disebabkan oleh osteoarthritis, dapat berupa:

Parasetamol

Acetaminophen telah terbukti membantu beberapa orang dengan osteoarthritis yang memiliki nyeri ringan hingga sedang. Namun, perlu diketahui jika mengonsumsi dosis obat secara berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada hati.

Obat antiinflamasi non steroid atau NSAID

NSAID yang dijual bebas seperti ibuprofen dan dikonsumsi sesuai dosis bisa membantu menghilangkan rasa nyeri. Namun, NSAID bisa menyebabkan gangguan lambung, masalah kardiovaskular, perdarahan, kerusakan hati, dan ginjal.

Duloxetine

Duloxetine atau cymbalta merupakan obat lain yang biasanya digunakan sebagai antidepresan. Obat ini juga telah disetujui untuk mengobati berbagai masalah nyeri kronis termasuk penyakit osteoarthritis.

Kortikosteroid

Obat lain yang bisa diberikan pada penderita nyeri sendi adalah kortikosteroid. Obat-obatan resep ini tersedia dalam bentuk oral, namun bisa juga didapatkan melalui injeksi atau suntikan langsung ke persendian.

Selain dengan obat-obatan, penyakit ini juga bisa disembuhkan dengan terapi fisik. Ahli terapi fisik biasanya akan menunjukkan beberapa latihan yang bertujuan untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi, meningkatkan fleksibilitas, dan mengurangi rasa sakit.

Nah, salah satu prosedur bedah yang biasanya dokter lakukan, yakni sebagai beriktu:

Osteotomi lutut

Osteotomi lulut merupakan prosedur bedah untuk mengobati osteoarthritis. (Foto: drugs.com)

Salah satu prosedur bedah yang biasanya dilakukan untuk penyakit osteoarthritis terutama pada bagian lutut adalah osteotomi. Beberapa prosedur yang akan dilakukan sebelum operasi adalah sebagai berikut:

  • Suntikan kortison. Suntikan ini diberikan untuk meredakan nyeri pada persendian. Selama prosedur ini, dokter akan membuat area di sekitar sendi mati rasa dengan menyuntikan 3 sampai 4 kali.
  • Suntikan pelumasan. Suntikan dengan asam hialuronat ini dapat mengurangi rasa sakit dengan memberikan bantalan pada lutut. Asam hialuronat diketahui mirip dengan komponen yang biasanya ditemukan dalam cairan sendi.
  • Menata kembali tulang. Dalam osteotomi lutut, dokter ahli bedah akan memotong tulang baik di atas atau di bawah lutut yang kemudian diangkat atau menambahkan irisan pada tulang. 
  • Penggantian sendi. Dalam penggantian ini, dokter bedah akan mengangkat permukaan sendi yang rusak kemudian diganti dengan plastik dan logam. Namun, risiko bedah bisa terjadi termasuk infeksi dan pembekuan darah.

Olahraga ringan secara teratur juga disarankan, seperti berenang atau berjalan santai. Olahraga atau aktivitas fisik dapat membantu meringankan kekakuan pada sendi. Karena itu, usahakan setidaknya melakukan gerakan fisik atau olahraga selama 20 hingga 30 menit setiap harinya.

Latihan peregangan juga bisa sangat membantu penderita OA, terutama jika mengalami kekakuan pada lutut, pinggul, serta punggung. Peregangan juga diketahui mampu meningkatkan mobilitas dan rentang gerak.

Namun, perlu dipahami jika berbagai olahraga dan pelatihan peregangan ini harus ditanyakan terlebih dahulu dengan dokter ahli. Jika latihan peregangan dan olahraga ringan dinyatakan aman, maka bisa dilakukan setiap hari secara rutin untuk membantu meringankan gejala.

Baca juga: Benjolan di Ketiak? Curigai Jadi Pertanda Penyakit Lipoma!

Pencegahan pada nyeri sendi akibat osteoarthritis

Nyeri pada persendian bisa dicegah dengan segera menerapkan gaya hidup sehat. Nah, beberapa perubahan terhadap gaya hidup yang bisa dilakukan, seperti:

Menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan bisa membuat sendi menjadi tegang dan menyebabkan rasa sakit. Karena itu, penurunan berat badan merupakan cara yang tepat karena dapat membantu meringankan tekanan dan mengurangi rasa sakit.

Berat badan yang sehat juga bisa menurunkan risiko masalah kesehatan lain, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Dapatkan tidur yang cukup

Mengistirahatkan otot dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan. Karena itu, penerapan pola tidur yang tepat harus segera dilakukan. Tidur yang cukup di malam hari juga dapat membantu mengatasi rasa sakit dengan lebih efektif.

Osteoarthritis merupakan kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan, namun bisa dilakukan perawatan untuk mengurangi gejala. Karena itu, jangan pernah mengabaikan gejala nyeri pada persendian dan kekakuan.

Semakin cepat kamu berbicara dengan dokter, maka penanganan akan semakin cepat dilakukan. Membicarakan dengan dokter juga bisa membantu kamu dalam mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti komplikasi lebih serius.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 3 Juni 2020. Everything You Need to Know About Osteoarthritis
  2. Medial News Today (2019), diakses 3 Juni 2020. Everything you need to know about osteoarthritis
  3. Mayo Clinic (2020), diakses 3 Juni 2020. Osteoarthritis
    Berita Terkait
    register-docotr