Kamus Penyakit

Minum Obat Jadi Merah-Merah di Badan, Apa yang Salah?

April 23, 2020 | Santi Andriani | dr. Rina
feature image

Ditulis oleh: dr. Rina

Kenapa pada beberapa orang setelah minum obat tertentu justru jadi merah-merah di badan? Hal ini pasti banyak dipertanyakan oleh sekelompok orang. Apakah kamu termasuk yang pernah atau bahkan sering mengalaminya?

Baca Juga: Tetap Fokus saat Puasa, Coba Konsumsi 8 Makanan untuk Otak Ini

Fakta merah-merah di badan setelah minum obat

merah-merah di badan
Kondisi merah-merah di badan akibat minum obat. Foto: https://www.shutterstock.com/

Jadi bercak merah di badan setelah minum obat dapat disebut dengan Exanthematous Drug Eruption. 

Terjadi secara meluas pada tubuh penderita dan umumnya muncul pada tungkai, lipat paha, lipat ketiak dan punggung dan Fixed Drug Eruption, bercak timbul berulang di lokasi yang sama seperti sekitar mulut dan bibir, serta area kelamin.

Keluhan ini dapat terjadi pada semua orang yang sensitif pada obat-obatan tertentu, karena hal tersebut disebabkan oleh suatu reaksi alergi.

Menurut Jonathan E. Blume, MD, kejadian erupsi obat di United States sebanyak 2,5% dialami pasien rawat inap dan lebih banyak 1% dari pasien rawat jalan. Serta lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

Keluhan selain merah-medah di badan

merah-merah di badan
Keluhan lain selain merah-merah di badan karena alergi obat. Foto: https://www.shutterstock.com/

Keluhan yang dapat muncul selain bercak merah pada tubuh, berupa gatal yang bersifat ringan sampai berat, kadang demam, badan terasa tidak nyaman, nyeri pada sendi, erosi atau hilangnya permukaan kulit dan bisa terdapat sensasi rasa panas pada lokasi bercak. 

Kemungkinan ini dapat terjadi pada orang yang meminum antibiotik, analgetik atau obat-obatan golongan hipnotik seperti barbiturat.

Baca Juga: Mengenal Diet Mediterania untuk Diabetes, Stop Konsumsi Daging Merah!

Terapi akibat alergi obat

merah-merah di badan
Obat yang menyebabkan alergi bisa menimbulkan merah-merah di badan. Foto: https://www.healthline.com/

Sejumlah penanganan yang bisa dilakukan terhadap kondisi tersebut adalah.

  • Prinsip dari terapi yang digunakan pada keluhan ini adalah eliminasi atau menghilangkan konsumsi obat penyebab erupsi. 
  • Pasien dan keluarga disarankan untuk membuat catatan kecil dan disimpan di dompetnya tentang alergi obat yang dideritanya.
  • Obat yang dapat diberikan berupa obat kotrikosteroid dan antihistamin sistemik atau dapat juga diberikan secara topikal yaitu bedak salisilat 2% atau menthol 0,5-1%.

Kamu jangan khawatir karena keluhan ini dapat sembuh, namun dapat pula meninggalkan bercak yang berubah warna jadi lebih gelap pada lokasi lesi. 

Umumnya kondisi fisik dan kejiwaan pasien dengan keluhan tersebut adalah baik. Kecuali pasien yang mengalami komplikasi berupa infeksi sekunder atau lesi sangat luas, yaitu hampir di seluruh tubuh atau tidak mengalami perbaikan setelah pengobatan standar dan menghindari obat pencetus alergi.

Jika kamu mengalami kondisi tersebut, maka sebaiknya kembali memeriksakan diri ke dokter.

Konsultasikan kondisi kesehatan kamu di Good Doctor. Yuk, lakukan konsultasi online dengan dokter terpercaya!

Reference

Jonathan E Blume. “Drug Eruptions.” Dermatology, Medscape, 15 Feb. 2019, https://emedicine.medscape.com/article/1049474-overview#a2

    register-docotr