Kamus Penyakit

Jangan Abaikan! Trombosit Rendah Bisa Berbahaya bagi Tubuh Lho

March 2, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Bahaya trombosit rendah dapat terjadi jika masalah ini dibiarkan tanpa penanganan dokter, lho! Perlu diketahui, ketika kamu tidak memiliki cukup trombosit dalam darah, maka tubuh tidak dapat membentuk gumpalan untuk menghentikan perdarahan.

Karena itu, akan sangat berbahaya jika kulit yang rusak atau terluka tidak bisa disembuhkan karena trombosit rendah. Nah, untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan mengenai bahaya trombosit rendah berikut.

Baca juga: Dibalik Ragam Manfaat Vitamin D, Bisakah Menurunkan Risiko Infeksi dan Mencegah COVID-19?

Apa itu trombosit?

Trombosit atau yang juga disebut dengan plalelet adalah sel darah yang bertanggung jawab untuk proses pembekuan. Jika dinding pembuluh darah rusak, maka trombosit akan bergegas menuju ke lokasi itu, lalu membentuk gumpalan untuk menyumbatnya agar perdarahan berhenti.

Jika jumlah trombosit rendah, perdarahan bisa berlangsung dalam waktu lebih lama. Sedangkan jika kadarnya berlebihan, hal itu bisa menyebabkan penggumpalan darah abnormal yang dapat memicu berbagai penyakit serius.

Penyebab trombosit turun

Jumlah trombosit yang rendah disebut dengan trombositopenia, terjadi ketika kadarnya kurang dari 150.000 per mikroliter darah. Setiap trombosit hanya hidup sekitar 10 hari, kemudian tubuh akan  memperbaruinya terus-menerus dengan proses produksi di sumsum tulang.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit di dalam tubuh, di antaranya adalah:

1. Trombosit yang terperangkap

Trombosit yang terperangkap di limpa bisa menyebabkan penurunan kadar di banyak bagian tubuh lain. Limpa adalah organ kecil sebesar kepalan tangan yang terletak tepat di bawah tulang rusuk kiri dekat perut.

Organ tersebut bekerja untuk melawan infeksi dan menyaring zat yang tidak digunakan dalam darah. Nah, pembesaran limpa bisa menyebabkan penumpukan trombosit di dalamnya, lalu memerangkapnya. Ini membuat trombosit yang beredar menjadi berkurang.

Pembesaran limpa sendiri dapat dipicu oleh berbagai faktor, yaitu:

  • Gangguan hati, seperti sirosis dan hepatitis
  • Trombositopenia dilusional, terjadi akibat perdarahan hebat dan transfusi sel darah merah dalam waktu singkat
  • Trombositopenia palsu (pseudothrombocytopenia), yaitu kondisi yang disebabkan oleh penggumpalan trombosit
  • Trombositopenia neonatal, yaitu kondisi rendahnya trombosit bawaan lahir, disebabkan oleh masalah genetik yang cukup langka.

2. Penurunan produksi trombosit

Penurunan produksi trombosit bisa memengaruhi kadar keping darah yang beredar di seluruh tubuh. Kondisi tersebut biasanya dipengaruhi oleh masalah pada sumsum tulang, tempat di mana trombosit diproduksi.

Dalam beberapa kasus, keadaan yang sama juga dapat berdampak pada pelepasan sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Berikut sejumlah faktor yang bisa mengganggu sumsum tulang dalam memproduksi komponen darah:

  • Kanker: Beberapa jenis kanker bisa menurunkan kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi sel darah, terutama jika sel abnormal sudah menyebar ke kelenjar getah bening
  • Konsumsi alkohol: Dalam jangka panjang, zat yang ada pada alkohol bisa terbawa hingga ke sumsum tulang dan memengaruhi kinerjanya
  • Kekurangan folat: Vitamin B12 atau yang juga dikenal dengan folat berperan penting dalam mendukung pembentukan sel darah di sumsum tulang.

Baca juga: Jangan Diremehkan! Berikut 5 Penyebab Leukosit Tinggi pada Tubuh

Infeksi virus

Virus bisa menyerang bagian mana saja dari tubuh, termasuk area penting seperti sumsung tulang. Infeksi virus yang kerap bertanggung jawab atas penurunan produksi komponen darah (trombosit, eritrosit, dan leukosit) meliputi:

  • Rubella
  • Penyakit gondok
  • Cacar air (varicella)
  • Hepatitis C
  • HIV

Anemia apalastik

Anemia aplastik merupakan istilah umum yang mengacu pada kondisi ketika sumsung tulang gagal menghasilkan sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit). Keadaan yang juga disebut dengan pansitopenia ini dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya:

  • Obat-obatan: Obat yang bisa menyebabkan penurunan fungsi sumsum tulang meliputi fenitoin (untuk kejang) dan valproate (untuk epilepsi)
  • Kemoterapi: Perawatan kanker menggunakan obat berdosis sangat tinggi.

3. Kerusakan trombosit

Kerusakan trombosit yang terjadi secara masif bisa menyebabkan penurunan kadar di seluruh tubuh. Penyebab trombosit turun yang satu ini dapat dipengaruhi oleh banyak hal, baik yang terkait dengan masalah kekebalan maupun gangguan non-imun, seperti:

Efek obat-obatan

Beberapa obat bisa menyebabkan reaksi imunologis terhadap trombosit, yang kemudian dapat memicu kerusakan sel darah. Obat-obatan itu di antaranya adalah:

  • Antibioitk jenis sulfonamida dan rifampisin
  • Obat kejang karbamazepin (Tegretol, Tegretol XR, Equetro, Carbatrol)
  • Obat gangguan irama jantung (aritmia) seperti digozin (Lanoxin)
  • Obat malaria kina (Quinerva, Quinite, QM-260)
  • Obat pereda rasa nyeri seperti parasetamol atau asetaminofen (Tylenol)
  • Obat pengencer darah seperti heparin

Idiopatik trombositopenia purpura

Penyebab trombosit turun berikutnya adalah idiopatik trombositopenia purpura (ITP). Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan menyerang trombosit hingga membuatnya rusak. Dalam kondisi yang parah, ITP benar-benar bisa menurunkan kadar trombosit sampai sangat rendah.

Pada orang dewasa, ITP sering kali menjadi komplikasi dari penyakit lain yang bersifat kronis serta berjangka panjang. Sedangkan pada anak-anak, biasanya diawali dengan infeksi virus.

Penyakit autoimun

Selain idiopatik trombositopenia purpura, masih ada beberapa penyakit imun lain yang bisa menyebabkan kerusakan trombosit. Mekanismenya sama, yaitu sistem kekebalan menyerang sel darah yang sehat.

Dari banyak penyakit imun, lupus dan rheumatoid arthritis adalah dua gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kondisi tersebut.

Bakteri di dalam darah

Salah satu penyebab trombosit turun yang jarang diketahui adalah kontaminasi bakteri di dalam darah. Jika bakteri berhasil masuk ke dalam darah, maka hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada trombosit. Lama-kelamaan, ini dapat memengaruhi kadar trombosit di dalam tubuh.

Baca juga: Mengenal Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Apa saja bahaya trombosit rendah yang perlu diketahui?

bahaya trombosit rendah
Kondisi darah yang rendah trombositnya. Foto: https://specialty.mims.com

Trombositopenia dapat berkisar dari ringan hingga berat, dan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Seseorang yang memiliki jumlah trombosit rendah biasanya akan mengalami gejala yang cukup terlihat.

Beberapa gejalanya, seperti mudah memar, perdarahan superfisial ke kulit, muncul bintik-bintik ungu kemerahan, darah dalam urine, mengalami kelelahan, dan limpa yang membesar.

Bagi sebagian orang, gejalanya dapat berupa perdarahan hebat dan mungkin berakibat fatal jika tidak segera diobati. Nah, berikut beberapa bahaya trombosit rendah pada tubuh yang perlu diketahui.

Kehilangan darah berlebih

Jika kamu memiliki kondisi trombositopenia yang parah, maka bisa berisiko menyebabkan memar dan perdarahan berlebih. Bahkan cedera terkecil atau dengan luka ringan pun bisa mengancam jiwa.

Perlu diketahui, risiko perdarahan paling serius terjadi ketika jumlah trombosit turun di bawah 10.000 hingga 20.000 per mikroliter. Apabila trombosit turun ke tingkat yang sangat rendah, maka kemungkinan tubuh mulai berdarah secara internal termasuk melalui sistem pencernaan.

Bahaya trombosit rendah yakni mengalami anemia

Trombosit adalah salah satu dari tiga jenis sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang. Nah, jumlah trombosit yang rendah dapat berkontribusi pada jumlah sel darah merah umum.

Ketika tingkat total sel darah merah berkurang, maka tubuh kemungkinan akan mengalami anemia.

Anemia berarti tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik. Terkadang, anemia juga bersifat ringan atau sementara dan dalam kasus lain penyakit ini bisa berubah menjadi kronis, menyebabkan kecacatan, dan mengancam jiwa.

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Bahaya trombosit rendah dalam tubuh yakni bisa mengganggu sistem kekebalan. Infeksi seperti human immunodeficiency virus atau HIV dapat menyebabkan jumlah trombosit turun terlalu rendah.

Leukimia yang merupakan kanker dari sumsum tulang juga dapat menyebabkan tubuh tidak memproduksi trombosit dengan cukup. Selain itu, banyak kondisi lain yang bisa menghancurkan trombosit sehingga menjadi tidak efektif di dalam tubuh.

Bahaya trombosit rendah termasuk menimbulkan komplikasi parah

Perlu dipahami, jumlah trombosit yang rendah dapat mengancam jiwa dan memicu munculnya masalah perdarahan pada otak. Meski masalah sangat jarang, namun sudah terjadi beberapa kasus sehingga perlu penanganan segera.

Trombositopenia yang sudah parah dan berat umumnya bisa diobati jika penyebab utama mampu dikendalikan. Untuk itu, jika kamu merasakan gejala trombosit rendah maka segera lakukan konsultasi dengan dokter untuk mencegah komplikasi lebih parah.

Baca juga: Ketahui Gejala Diabetes Tipe 1 Lebih Awal, Yuk Simak Juga Cara Mengobatinya!

Bagaimana penanganan terhadap trombosit rendah?

Perawatan untuk mencegah bahaya trombosit rendah dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi tubuh. Jika kondisi dianggap ringan, maka dokter mungkin akan menunda perawatan dan hanya akan melakukan pemantauan.

Dokter kemungkinan juga menyarankan untuk mencegah bahaya trombosit rendah dengan menghindari beberapa hal. Seperti menghindari olahraga, menghindari melakukan aktivitas yang berisiko tinggi menyebabkan perdarahan, dan batasi konsumsi alkohol.

Selain itu, orang dengan kondisi trombosit rendah perlu menghentikan atau mengganti obat yang dapat memengaruhi trombosit, seperti aspirin dan ibuprofen. Jika jumlah trombosit rendah lebih parah, mungkin memerlukan perawatan medis, seperti:

  • Transfusi darah atau trombosit
  • Mengubah obat-obatan yang menyebabkan jumlah trombosit turun
  • Gunakan steroid dan globulin imun.

Untuk mempercepat peningkatan jumlah trombosit dalam tubuh, kamu juga perlu mengonsumsi kortikosteroid. Obat ini berguna untuk memblokir antibodi sehingga trombosit dalam tubuh tidak rendah.

Dokter umumnya juga akan menganjurkan pemakaian obat-obatan yang berguna untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Apabila kondisi sudah semakin parah, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan limpa.

Makanan untuk meningkatkan kadar trombosit

Selain perawatan medis, kamu bisa melakukan cara rumahan untuk meningkatkan kadar trombosit di dalam tubuh, yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi. Berikut beberapa makanan yang dapat membantu meningkatkan dan melindungi trombosit:

  • Folat: Vitamin B esensial ini bisa mendukung proses produksi sel darah di sumsum tulang. Folat dapat ditemukan pada makanan seperti sayuran berwarna hijau gelap, kacang polong, dan hati sapi.
  • Vitamin C: Selain bisa meningkatkan kekebalan, vitamin C juga dapat melindungi trombosit dari kerusakan. Vitamin C mudah dijumpai pada makanan seperti brokoli, kubis, kiwi, paprika, jeruk, dan stroberi.
  • Vitamin D: Nutrisi ini berperan penting dalam mendukung sumsum tulang dalam memproduksi trombosit. Vitamin D ada pada makanan seperti kuning telur, ikan tuna dan salmon, susu, yoghurt, serta jeruk. Tubuh juga bisa mengolah vitamin D dari sinar matahari.
  • Vitamin K: Mengutip Medical News Today, vitamin K bisa membantu meningkatkan kadar trombosit dan meminimalkan risiko perdarahan. Nutrisi ini mudah didapat dari makanan seperti brokoli, lobak hijau, bayam, kangkung, kedelai, dan labu.
  • Zat besi: Sama seperti folat, zat besi penting untuk proses produksi sel darah di sumsum tulang. Kamu bisa mendapatkannya dari hati sapi, tiram, kacang-kacangan, cokelat hitam, dan tahu.

Nah, itulah ulasan tentang penyebab trombosit turun dan bahayanya bagi kesehatan. Agar kadar trombosit tetap terjaga dan tidak mudah rusak, konsumsi secara rutin beberapa makanan yang telah disebutkan, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 15 Juli 2020. Thrombocytopenia (low platelet count)
  2. Healthline (2018), diakses 15 Juli 2020. Low Platelet Count (Thrombocytopenia)
  3. Healthfully (2018), diakses 15 Juli 2020. Complications of a Low Platelet Count
  4. Medicine Net, diakses 2 Maret 2021, What Is Thrombocytopenia (Low Platelet Count)?
  5. Medical News Today, diakses 2 Maret 2021, How can I increase my platelet count naturally?.
  6. Verywell Health, diakses 2 Maret 2021, What You Need to Know About Living With Low Platelets.
    register-docotr