Kamus Obat

Phenylpropanolamine

February 12, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Phenylpropanolamine atau fenilpropanolamin merupakan obat yang sering dikombinasikan dengan golongan obat flu dan batuk. Obat ini sering dikombinasikan dengan paracetamol dan pseudoefedrin.

Phenylpropanolamine dipatenkan pertama kali pada 1938 dan diedarkan di beberapa negara Eropa dan Asia. Namun, obat ini telah banyak ditarik dari pasar, termasuk di Amerika Serikat, karena risiko efek sampingnya.

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat phenypropanolamine, manfaat, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat phenylpropanolamine?

Phenylpropanolamine adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat yang terkait dengan alergi, demam, iritasi sinus, dan flu biasa. Pada beberapa kondisi, obat ini juga dapat digunakan sebagai penekan nafsu makan.

Phenylpropanolamine juga tersedia untuk mengontrol inkontinensia urine pada anjing. Meskipun bentuk sediaan untuk hewan kurang begitu umum dijumpai.

Obat ini telah banyak dipasarkan sebagai obat tanpa resep (OTC) dalam bentuk obat kombinasi. Kamu bisa mendapatkan obat ini di beberapa apotek terdekat yang umumnya tersedia sebagai obat sirup atau tablet.

Apa fungsi dan manfaat obat phenylpropanolamine?

Phenylpropanolamine berfungsi sebagai agen agonis reseptor alfa dan beta-adrenergik yang memengaruhi penyebab gejala (simpatomimetik). Obat ini juga terbukti efektif dalam menurunkan hiperemia jaringan, edema, dan hidung tersumbat.

Phenylpropanolamine dapat mengikat dan mengaktifkan reseptor alfa dan beta-adrenergik di mukosa saluran pernapasan. Hal ini mengakibatkan terjadinya vasokonstriksi sehingga mengurangi pembengkakan selaput lendir hidung.

Dalam dunia medis, umumnya phenylpropanolamin memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa kondisi berikut:

1. Hidung tersumbat

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah dan selaput lendir di sinus dan saluran hidung membengkak. Hidung tersumbat dapat disebabkan oleh zat iritan yang menyebabkan jaringan hidung meradang.

Masalah infeksi, seperti pilek, flu atau sinusitis dan alergi sering menjadi penyebab hidung tersumbat dan pilek. Terkadang hidung tersumbat juga bisa disebabkan oleh bahan iritan seperti asap rokok dan knalpot kendaraan.

Perawatan dengan obat-obatan dekongestan, termasuk pseudoefedrin dan phenylpropanolamin mungkin dapat membantu mengatasi masalah hidung tersumbat. Walaupun, masalah hidung tersumbat biasanya dapat hilang dengan sendirinya.

Phenylpropanolamine akan bertindak melalui reseptor alfa-adrenergik di mukosa saluran pernapasan sehingga menghasilkan vasokonstriksi. Dengan demikian, obat dapat mengurangi pembengkakan yang terkait dengan radang mukosa hidung.

Durasi efek dekongestan dari phenylpropanolamin 2,5% sebagai obat semprot hidung dapat bertahan hingga tiga jam. Sedangkan untuk obat oral dapat langsung bekerja 15 sampai 30 menit setelah digunakan.

2. Menurunkan berat badan

Phenylpropanolamine juga memiliki manfaat untuk mengontrol nafsu makan sehingga digunakan sebagai obat pembantu diet. Sifat ini muncul karena obat ini mampu menenkan reseptor nafsu makan yang terdapat di hipotalamus otak.

Dalam sebuah uji klinis, phenylpropanomaine yang dikombinasikan dengan kafein terbukti sama efektifnya dengan mazindol dan dietilpropion.

Obat ini secara signifikan lebih efektif dalam mencapai efek penurunan berat badan. Secara keseluruhan, kombinasi obat dengan kafein memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada mazindol dan dietilpropion.

Namun, penggunaan obat untuk tujuan anorektik masih dalam tahap peninjauan. Efek ini muncul sebagai bentuk efek samping dari penggunaan obat. Selain itu, khasiat ini masih diteliti terkait risiko serta efektivitas obat yang paling baik untuk digunakan.

Merek dan harga obat phenylpropanolamine

Umumnya obat ini dijumpai sebagai bentuk sediaan kombinasi dengan obat deman dan batuk. Sangat jarang dijumpai obat phenylpropanolamine tersedia sebagai obat tunggal selain bentuk sediaan obat untuk anjing.

Obat ini tersedia sebagai obat bebas terbatas sehingga kamu tidak memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya. Beberapa merek obat yang telah beredar beserta harganya, antara lain:

  • Molexflu 150 tablet. Sediaan tablet mengandung paracetamol 500mg, chlorpheniramine maleate (CTM) 2mg, dan phenylpropanolamin 12,5mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.529/strip.
  • Nodrof flu expextorant tablet. Sediaan tablet mengandung parasetamol, phenylpropanolamin, gliseril guaiakolas, dan CTM. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp8.214/strip.
  • Sanaflu plus batuk. Sediaan kaplet mengandung paracetamol 500mg, dextromethorphan 15mg, dan phenylpropanolamine 15mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.688/strip.
  • Dextrosin syrup 120mL. Sediaan sirup mengandung dextromethorpan 15mg, phenylpropanolamine 12,5mg, diphenhydramine 5mg, dan GG 50mL. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp49.761/botol.
  • Anacetine plus syrup 60mL. Sediaan sirup mengandung paracetamol 120mg, guaiafenesin 25mg, phenylpropanolamine HCl 3,5mg, dan CTM 0,5mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp12.360/botol.
  • Decolgen tablet. Sediaan tablet mengandung paracetamol 400mg, phenylpropanolamine 12,5mg, dan CTM 1mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.470/strip.
  • Flumin tablet STR. Sediaan kaplet mengandung paracetamol 300mg, phenylpropanolamine 15mg, dan CTM 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.003/strip.
  • Pro-inz capsul. Sediaan kapsul mengandung paracetamol 500mg, guaiafenesin 50mg, phenylpropanolamine 15mg, dextromethorpan 15mg, dan CTM 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp6.220/strip.

Bagaimana cara minum obat phenylpropanolamine?

  • Baca dan ikuti tata cara minum dan dosis yang telah tertera di label kemasan obat atau atas arahan yang ditentukan oleh dokter. Jika ada hal yang tidak kamu pahami, tanyakan pada apoteker atau dokter untuk menjelaskannya.
  • Minum obat dengan segelas air putih. Jangan minum obat dengan susu, soda, atau minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh.
  • Jangan minum obat dalam dosis yang lebih besar atau lebih sering dari yang dianjurkan. Terlalu banyak minum phenylpropanolamine bisa meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya.
  • Jika gejala yang kamu alami disertai dengan demam tinggi, atau jika tidak membaik dalam 7 hari, segera konsultasikan kembali dengan dokter.
  • Simpan obat phenylpropanolamine pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat phenylpropanolamine?

Dosis dewasa

Per kapsul mengandung kombinasi dengan phenylpropanolamie HCl 18mg:

  • Dosis lazim: 2 kapsul tiap 4 jam.
  • Dosis maksimal: 8 kapsul per hari.

Per tablet mengandung kombinasi dengan phenylpropanolamie HCl 25mg:

  • Dosis lazim: 1 tablet tiap 4 jam.
  • Untuk dosis maksimal: 4 tablet per hari.

Dosis anak

Per kapsul mengandung kombinasi dengan phenylpropanolamie HCl 18mg:

  • Anak usia 6-12 tahun dapat diberikan dosis 1 kapsul tiap 4 jam.
  • Dosis maksimal: 4 kapsul per hari.

Sebagai cairan oral yang mengandung fenilpropanolamin 2.5mg/5 mL:

  • Anak usia 6 bulan sampai 2 tahun dapat diberikan dosis 2.5mL diminum tiga kasih sehari
  • Usia 3-5 tahun dapat diberikan dosis 5mL diminum 3-4 kali per hari.
  • Usia 6-12 tahun dapat diberikan dosis 5-10mL 3-4 kali per hari.

Apakah phenylpropanolamine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan phenylpropanolamine dalam golongan obat kategori C. Studi pada hewan percobaan telah menunjukkan risiko efek samping yang merugikan pada janin (teratogenik).

Namun, belum ada studi terkontrol yang memadai untuk penggunaan pada wanita hamil. Penggunaan obat dilakukan apabila manfaat yang didapat lebih besar dari risikonya.

Dan hingga saat ini, obat phenylpropanolamine belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI karena belum ada data yang memadai. Penggunaan obat harus dengan rekomendasi dari dokter terutama untuk ibu hamil dan menyusui.

Apa efek samping obat phenylpropanolamine yang mungkin terjadi?

Jika kamu mengalami salah satu efek samping serius berikut setelah minum obat ini, hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter segera. Efek samping serius termasuk:

  • Reaksi alergi, seperti kesulitan bernapas, tenggorokan menutup, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, gatal-gatal.
  • Agitasi
  • Palpitasi
  • Tubuh gemetar
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Perilaku atau halusinasi yang tidak biasa
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Stroke hemoragik

Efek samping umum yang kurang serius dapat juga terjadi, seperti berikut ini:

  • Pusing atau mengantuk
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Perasaan gelisah
  • Tremor
  • Mual atau muntah
  • Keringat berlebihan

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi phenylpropanolamine apabila kamu memiliki riwayat alergi obat ini sebelumnya.

Sebelum minum obat ini, beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat kondisi berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Semua jenis penyakit jantung, pengerasan arteri, atau detak jantung tidak teratur
  • Masalah kelenjar tiroid
  • Diabetes
  • Glaukoma atau peningkatan tekanan pada mata
  • Prostat membesar atau kesulitan buang air kecil
  • Penyakit hati atau ginjal.

Kamu mungkin tidak dapat menggunakan obat ini atau mungkin memerlukan dosis lebih rendah atau pemantauan khusus selama perawatan jika kamu memiliki salah satu kondisi yang tercantum di atas.

Tidak diketahui apakah phenylpropanolamine akan membahayakan bayi atau janin yang belum lahir. Jangan minum obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika kamu sedang hamil atau menyusui.

Jika kamu berusia di atas 60 tahun, kamu dapat lebih peka akan efek samping obat. Kamu mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah dari dosis lazim menggunakan obat dalam jangka pendek mungkin lebih aman untuk kamu yang berusia di atas 60 tahun.

Berhati-hatilah saat mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas berbahaya lainnya. Obat ini mungkin dapat menyebabkan pusing atau kantuk. Hindari aktivitas tersebut setelah kamu minum phenylpropanolamine.

Interaksi obat

Jangan minum phenylpropanolamine jika kamu telah mengonsumsi monoamine oxidase inhibitor (MAOI) seperti isocarboxazid, phenelzine, atau tranylcypromine dalam 14 hari terakhir. Interaksi obat yang sangat berbahaya hingga efek samping serius dapat terjadi.

Hindari penggunaan phenylpropanolamine dengan produk berikut ini karena dapat menyebabkan interaksi obat:

  • Furazolidone
  • Guanethidine
  • Indometasin
  • Methyldopa
  • Bromocriptine
  • Kafein dalam cola, teh, kopi, coklat, dan produk lainnya
  • Teofilin
  • Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline, doxepin, dan nortriptyline
  • Antidepresan trisiklik lain yang umum digunakan, termasuk amoxapine, clomipramine, desipramine, imipramine, protriptyline, dan trimipramine
  • Fenotiazin seperti klorpromazin, thioridazine, dan prochlorperazine
  • Fenotiazin lain yang umum digunakan, termasuk fluphenazine, perphenazine, mesoridazine, dan trifluoperazine.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 29 Januari 2021, Phenylpropanolamine | C9H13NO – PubChem

Science Direct, diakses pada 29 Januari 2021, Phenylpropanolamine – an overview | ScienceDirect Topics

Midicinenet, diakses pada 29 Januari 2021, PHENYLPROPANOLAMINE – ORAL (Accutrim, Dexatrim)

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 29 Januari 2021, Phenylpropanolamine – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 29 Januari 2021, 3.10 Dekongestan Nasal Sistemik | PIO Nas

    register-docotr