Penyakit Jantung

Jangan Sampai Telat, Ini Jenis Tes Penyakit Jantung untuk Deteksi Lebih Dini!

February 12, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Banyak orang yang mengira bahwa tes penyakit jantung hanya dilakukan bagi mereka yang menderita penyakit. Padahal sebenarnya, tes penyakit jantung ini perlu dilakukan oleh semua orang untuk mendeteksi lebih dini kemungkinan adanya gangguan jantung. 

Apa saja tes penyakit jantung? 

Jantung adalah organ tubuh yang memiliki ukuran seperti kepalan tangan, terletak tepat di belakang dan sedikit di kiri tulang dada. Jantung memompa darah melalui jaringan arteri dan vena yang disebut sistem kardiovaskular.

Apabila kamu memiliki penyakit jantung, memang akan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, namun sebenarnya dapat dicegah pada sebagian besar orang.

Salah satu cara pencegahannya dengan melakukan tes penyakit jantung guna mendeteksi penyakit secara dini. Berikut ini beberapa tes penyakit jantung seperti dilansir dari laman Mayo Clinic

Ekokardiogram (USG jantung)

Ekokardiogram adalah tes yang umum dilakukan, seperti memberi gambaran hati menggunakan ultrasound. Ini menggunakan probe baik di dada atau terkadang dapat dilakukan di kerongkongan (tenggorokan).

USG jantung ini membantu dokter memeriksa apakah ada masalah dengan katup dan bilik jantung, dan melihat seberapa kuat jantung memompa darah.

Ekokardiogram yang dilakukan sebelum dan sesudah olahraga juga digunakan untuk mendeteksi area jantung, dimana suplai darah melalui arteri koroner ke otot jantung berkurang.

Elektrokardiogram (EKG atau EKG)

EKG adalah tes cepat dan tanpa rasa sakit yang merekam sinyal listrik di jantung. Tes ini dapat mendeteksi irama jantung yang tidak normal. Kamu mungkin menjalani EKG saat istirahat atau saat berolahraga (elektrokardiogram stres).

Holter monitoring

Monitor Holter adalah perangkat EKG portable yang dipakai untuk terus merekam detak jantung, biasanya selama 24 hingga 72 jam. Holter monitoring digunakan untuk mendeteksi masalah irama jantung yang tidak ditemukan selama pemeriksaan EKG reguler.

Tes stres

Jenis tes ini melibatkan peningkatan detak jantung dengan olahraga atau obat-obatan saat melakukan tes jantung dan pencitraan untuk memeriksa bagaimana jantung merespons.

Kateterisasi jantung

Dalam tes ini, tabung pendek (selubung) dimasukkan ke dalam vena atau arteri di kaki (selangkangan) atau lengan. Sebuah tabung berlubang, fleksibel dan lebih panjang (kateter pemandu) kemudian dimasukkan ke dalam selubung. 

Kateterisasi jantung menggunakan gambar sinar-X pada monitor sebagai panduan, kemudian dokter dengan hati-hati memasukkan kateter melalui arteri sampai mencapai jantung.

Selama kateterisasi jantung, tekanan di ruang jantung dapat diukur, dan pewarna dapat disuntikkan. Pewarna dapat dilihat pada sinar-X, yang membantu dokter melihat aliran darah melalui jantung, pembuluh darah, dan katup untuk memeriksa gangguan padda jantung.

CT scan

Ketika CT scan jantung, kamu akan berbaring di atas meja di dalam mesin berbentuk donat. Tabung sinar-X di dalam mesin berputar di sekitar tubuh dan mengumpulkan gambar jantung hingga dada. 

MRI 

MRI menggunakan magnet dan gelombang radio yang sangat kuat untuk membuat gambar detail jantung di komputer. Alat ini bisa mengambil gambar diam atau bergerak dari jantung.

Tak hanya itu saja, MRI juga tidak melibatkan radiasi. Dan hal utama yang akan kamu perhatikan adalah suara drum saat pemindaian sedang dilakukan.

Terkadang pewarna khusus digunakan untuk membuat bagian jantung dan arteri koroner lebih mudah dilihat. Tes ini menunjukkan kepada dokter, struktur jantung dan seberapa baik kerjanya, sehingga mereka dapat memutuskan perawatan terbaik. 

Tes kolesterol

Perlu kamu ketahui bahwa tes kolesterol juga perlu dilakukan untuk mengambil sampel darah dan diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Sebelum pemeriksaan, pasien biasanya akan diminta untuk melakukan puasa terlebih dahulu selama 8-12 jam.

Apabila berusia lebih dari 20 tahun dan tidak menderita penyakit tertentu, kamu perlu memeriksakan kadar kolesterol setidaknya lima tahun sekali.

Namun bila memiliki riwayat diabetes, kolesterol tinggi, stroke, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas, lakukanlah pemeriksaan kolesterol rutin sesuai anjuran dokter.

Baca juga: 7 Jenis Penyakit Jantung pada Anak yang Harus Diwaspadai

Siapa saja yang membutuhkan tes penyakit jantung? 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa semua orang perlu melakukan tes jantung, tujuannya untuk mendeteksi secara dini apakah ada penyakit jantung. Jika iya, kamu bisa segera mendapatkan perawatan dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit lain. 

Apalagi bagi kamu yang memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi seperti: 

  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Seorang perokok aktif
  • Memiliki kolesterol tinggi
  • Menderita diabetes

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org (2021) diakses pada 7 Februari 2021. Heart disease
  2. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 7 Februari 2021. Blood tests for heart disease
  3. Heartfoundation.org.au (2020) diakses pada 7 Februari 2021. Medical tests for heart disease
  4. Webmd.com (2019) diakses pada 7 Februari 2021. Picture of the Heart 
    register-docotr