Kamus Obat

Serba-Serbi Obat Pengencer Darah yang Wajib Diketahui sebelum Dikonsumsi

February 24, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Salah satu penyebab terjadinya beberapa jenis penyakit berat seperti stroke, dan serangan jantung adalah pembekuan darah. Ini adalah kondisi di mana darah berubah bentuk menjadi seperti gel yang membahayakan kesehatan. Untuk menanganinya, dokter akan memberikan obat pengencer darah.

Obat pengencer darah sendiri bertujuan untuk mencegah terjadinya gumpalan darah yang menghalangi aliran darah menuju jantung.

Obat ini tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Kamu perlu tahu jenis, tata cara pemakaian, sampai efek samping yang bisa dihasilkan agar pengobatan yang dilakukan berjalan optimal.

Penyebab pengentalan darah

Mengutip dari Medical News Today, dari banyak kasus, ketidakseimbangan protein dan sel bisa menjadi faktor penyebab pengentalan darah. Tapi, kondisi tersebut juga bisa dipicu oleh beberapa hal lainnya, seperti:

1. Faktor kehamilan

Saat sedang hamil, kadar estrogen pada wanita akan meningkat signifikan. Dr. Sean Fischer, ahli hematologi di California, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa tingginya hormon tersebut bisa memicu pengentalan hingga pengumpalan darah.

Trimester ketiga hingga menjelang persalinan adalah periode yang paling rentan. Menurut sebuah penelitian di Irlandia, tingginya estrogen di dalam tubuh bisa meningkatkan jumlah fibrinogen, yaitu protein alami dari plasma darah yang berperan dalam proses pembekuan.

2. Duduk terlalu lama di kendaraan

Siapa sangka, duduk terlalu lama di kendaraan bisa menjadi menyebabkan darah mengental, lho. Ini karena kaki yang tidak bergerak dalam waktu cukup lama bisa memicu terjadinya deep vein thrombosis (DVT), yaitu penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh vena.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan, gerakkan kaki sesering mungkin terutama saat bepergian jauh. Jika memungkinkan, berjalanlah setiap 2 hingga 3 jam di lorong kendaraan umum. Ini dapat meminimalkan penumpukan darah di kaki.

3. Sering merokok

Sering merokok adalah salah satu penyebab pengentalan darah yang jarang disadari. American Heart Association menjelaskan, merokok bisa merusak dinding pembuluh darah, sehingga membuat trombosit saling menempel.

Saat pembuluh darah rusak dan trombosit saling menempel, penggumpalan akan rentan terjadi. Kondisi ini juga bisa meningkatkan kadar homosistein (asam amino alami di dalam tubuh) yang dapat menyebabkan kerusakan lebih buruk pada arteri.

4. Penyakit lupus

Lupus merupakan penyakit berupa peradangan saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan sel sehat. Oleh karena itu, kondisi ini biasa disebut sebagai penyakit autoimun.

Saat seseorang terkena lupus, pergerakan prokoagulan menjadi lebih aktif. Prokoagulan adalah zat di dalam tubuh yang bisa merangsang protein dalam proses pembekuan darah. Pergerakan yang terlalu aktif dari prokoagulan inilah yang kemudian menyebabkan darah mengental.

Hingga saat ini, menurut Lupus Foundation of America, tidak kurang dari 5 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit tersebut.  

5. Kanker darah

Pengentalan darah dapat dipicu oleh polisitemia vera (PV), salah satu jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang, tempat sejumlah komponen darah diproduksi.

Pada penyakit PV, sumsum tulang akan menghasilkan lebih banyak sel darah merah atau sel darah putih, yang kemudian memicu pengentalan. Kanker darah PV sendiri bisa disebabkan oleh faktor keturunan.

Seseorang yang memiliki PV biasanya mempunyai anggota keluarga dengan penyakit serupa.

Namun, menurut Indiana Hemophilia and Thrombosis Center, tak menutup kemungkinan jenis kanker lain juga bisa menyebabkan pengentalan darah. Sebab sel kanker dapat menghasilkan zat mikropartikel yang memengaruhi proses pembekuan.

Baca juga: Mengenal Tentang Kanker Darah: Gejala dan Penanganannya

6. Sindrom nefrotik

Penyebab pengentalan darah selanjutnya adalah sindrom nefrotik atau kelainan ginjal. Kondisi ini dipicu oleh kerusakan pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring zat berbahaya dan kelebihan air di dalam darah.

Saat pembuluh tersebut rusak, protein di dalam darah bisa bocor, lalu menyebabkan pembengkakan di sejumlah bagian tubuh. Setelah itu, kadar trombosit akan semakin meningkat hingga menyebabkan darah mengental.

7. Waldenstrom makroglobulinemia (WM)

Penyakit waldenstrom makroglobulinemia (WM) adalah salah satu penyebab pengentalan darah yang langka. Kondisi tersebut adalah satu dari beberapa jenis limfoma non-Hodgskin.

Sel-sel kanker menciptakan protein abnormal (makroglobulin) dalam jumlah yang banyak, lalu memicu terjadinya penebalan darah. Yang terparah, darah bisa membeku dan membentuk gumpalan-gumpalan berbahaya.

Apa itu obat pengencer darah?

Selain bisa dikonsumsi melalui mulut, obat ini ada juga yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik ke pembuluh vena. Tujuannya agar darah tidak menggumpal dan bisa bebas masuk ke arah jantung, paru-paru, dan otak.

Obat ini harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan. Soalnya apabila diminum terlalu sedikit, ia akan mengakibatkan pengobatan tidak berjalan optimal, sebaliknya jika kelebihan bisa menyebabkan perdarahan.

Bagaimana obat pengencer darah bekerja?

Ada beberapa jenis obat ini yang beredar di pasaran. Sebagian bekerja dengan menyempitkan darah agar sel-selnya tidak menempel satu sama lain di dalam pembuluh vena dan arteri.

Sebagian lagi bekerja dengan memperpanjang durasi waktu yang dibutuhkan darah untuk menggumpal. Jenis ini biasanya dikenal sebagai antiplatelet dan antikoagulan.

Beberapa jenis obat antiplatelet yang banyak ditemui adalah aspirin, clopidogrel (Plavix), dipyridamole (Persantine), dan ticlopidine (Ticlid). Semua bekerja dengan mencegah sel darah agar tidak menggumpal secara bersamaan.

Untuk obat antikoagulan biasanya diresepkan pada orang yang didiagnosis penyakit jantung. Beberapa jenis yang beredar di pasaran adalah wafarin (Coumadin, Jantoven), enoxaparin (Lovenox), dan heparin.

Pemberian obat pengencer darah

Sebelum menentukan dosis yang tepat, dokter biasanya akan melakukan tes prothrombin time untuk mengukur faktor pembekuan pada darah. Informasi ini diperlukan agar obat yang diberikan tidak membuat darah menjadi terlalu mudah untuk mengencer.

Efek samping yang ditimbulkan

Obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping pada tubuh. Salah satu yang paling umum terjadi adalah perdarahan. Sementara dampak lainnya yang bisa timbul adalah:

  1. Menstruasi lebih banyak dari biasanya
  2. Terdapat darah pada air seni
  3. Tinja dan air kencing menjadi berwarna kemerahan
  4. Mimisan pada hidung
  5. Gusi berdarah
  6. Pusing
  7. Otot terasa lemah
  8. Rambut rontok
  9. Ruam kulit
  10. Luka berdarah yang sulit kering.

Konsumsi obat pengencer darah dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan di dalam tubuh apabila kamu mengalami kecelakaan. Segera datang ke rumah sakit apabila saat kamu berada dalam pengobatan ini mengalami insiden benturan, jatuh, dan sejenisnya.

Zat yang bereaksi terhadap obat pengencer darah

Beberapa jenis makanan, rempah, dan obat-obatan yang dapat menimbulkan reaksi tertentu saat dikonsumsi bersama obat ini, yakni sebagai berikut:

Vitamin K

Reaksi yang ditimbulkan adalah mengurangi efektivitas beberapa jenis obat antikoagulan seperti wafarin. Oleh karena itu, kamu akan disarankan mengurangi beberapa jenis makanan yang mengandung vitamin K seperti kol, brussels sprouts, brokoli, selada, dan bayam.

Rempah

Orang yang meminum obat antikoagulan harus lebih cermat saat mengonsumsi suplemen herbal dan teh. Sebab keduanya bisa memengaruhi kemampuan obat dalam menahan terjadinya gumpalan darah.

Tak hanya itu, beberapa jenis rempah seperti echinacea, ginseng, dan licorice juga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Obat-obatan

Pemakaian beberapa jenis antibiotik, obat antijamur, pereda rasa sakit, dan penurun asam lambung juga bisa membuat kamu mengalami risiko perdarahan. Jangan lupa berkonsultasi pada dokter perihal pengobatan yang kamu jalani apabila hendak mengonsumsi obat pengencer darah, ya.

Obat pengencer darah alami

Selain obat yang bisa dibeli di apotek, kamu juga dapat memanfaat beberapa bahan alami untuk membantu mengatasi pengentalan darah, di antaranya adalah:

1. Kunyit

Selain berperan sebagai bumbu dapur, kunyit juga bisa dipakai sebagai obat pengencer darah alami, lho. Ini tak lepas dari bahan aktif seperti kurkumin yang ada di dalamnya. Tak hanya memiliki sifat antiinflamasi, ada zat lain yang ada pada kunyit, yaitu antikoagulan.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, orang yang rutin mengonsumsi kunyit setiap hari dapat mempertahankan keenceran darah dan mencegah terjadinya pengentalan.

Kamu bisa menambahkan kunyit ke dalam sup, kari, atau makanan lain. Kunyit juga bisa diseduh seperti teh pada air yang panas.

2. Jahe

Jahe adalah salah satu bumbu dapur yang mengandung zat antiinflamasi tinggi yang dapat berperan sebagai antikoagulan. Zat tersebut bisa menghentikan proses pengentalan darah yang dapat berujung pada penggumpalan.

Untuk mendapatkan efek antikoagulan alami, kamu bisa mengonsumsi jahe dengan cara dipanggang, dimasak, atau dibuat jus.

3. Bawang putih

Bawang putih memang hampir tak bisa dipisahkan dari banyak masakan Indonesia. Selain bersifat antimikroba, bawang putih mengandung agen antitrombotik yang bisa mencegah dan mengurangi pembentukan gumpalan darah.

Namun, belum diketahui seberapa cepat efek yang diberikan bawang putih pada proses pengenceran darah.

4. Kayu manis

Obat pengencer darah alami berikutnya adalah kayu manis. Dikutip dari Medical News Today, kayu manis memiliki kandungan kumarin, agen antikoagulan yang sangat kuat. Warfarin, obat pengencer darah yang sering diresepkan dokter, mempunyai kandungan utama senyawa tersebut.

Meski sangat berkhasiat untuk mengencerkan darah, konsumsi kayu manis tetap harus diperhatikan. Sebab, dalam jangka panjang, kayu manis dapat menyebabkan efek yang merugikan pada beberapa organ, salah satunya adalah hati.

5. Ginkgo biloba

Praktisi kesehatan tradisional Tiongkok telah menggunakan daun dari tanaman ginkgo biloba selama ribuan tahun. Sehingga, efek dan khasiatnya untuk mengencerkan darah tak perlu diragukan lagi.

Ginkgo biloba memiliki kandungan fibrinolitik, bisa membantu melarutkan gumpalan darah. Zat tersebut mempunyai efek yang mirip seperti streptokinase, obat yang biasa dipakai untuk mengatasi pengentalan darah.

6. Bromelain

Bromelain adalah enzim alami yang terdapat pada nanas. Sebuah penelitian pada 2012 menyebutkan, enzim tersebut bisa membantu mengencerkan dan memecah gumpalan yang terbentuk akibat pengentalan darah.

Enzim yang sama juga memiliki sifat antiinflamasi, serta berkhasiat mengatasi beberapa gangguan pada organ kardiovaskular. Saat ini, sudah ada banyak suplemen yang mengandung enzim tersebut. Jadi, kamu bisa lebih praktis dan mudah untuk mendapatkannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan

Dokter mungkin akan menyarankanmu untuk mengurangi aktivitas fisik agar tidak menimbulkan risiko perdarahan saat meminum obat pengencer darah.

Namun, ini bukan berarti kamu tak dapat berolahraga sama sekali. Kamu bisa memilih berenang, berjalan, atau sekadar lari pagi agar tubuh tetap aktif bergerak selama masa pengobatan.

Jika kamu hendak melakukan perawatan gigi, sampaikan pada dokter bahwa kamu tengah mengonsumsi obat ini. Hal ini diperlukan agar dokter dapat mencegah terjadinya perdarahan yang berlebihan selama melakukan tindakan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Blood-thinning foods, drinks, and supplements https://www.medicalnewstoday.com/articles/322384#turmeric, diakses pada 27 April 2020
  2. Blood Thinners for Heart Disease, https://www.healthline.com/health/heart-disease/blood-thinners diakses pada 27 April 2020
  3. Medical News Today, diakses 24 Februari 2021, All you need to know about thick blood.
  4. Medical News Today, diakses 24 Februari 2021, Blood-thinning foods, drinks, and supplements.
  5. IHTC.org, diakses 24 Februari 2021, Acquired Causes of Blood Clots.
  6. Self.com, diakses 24 Februari 2021, 11 Things That Can Raise Your Risk of Blood Clots.
  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 23 Februari 2021, Blood Clots and Travel: What You Need to Know.
  8. Lupus Foundation of America, diakses 24 Februari 2021, Survey shows most Americans unaware of one of the world’s most mysterious and devastating diseases [Press release].
  9. American Heart Association, diakses 24 Februari 2021, Understand your Risk for Excessive Blood Clotting.
  10. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 Februari 2021, Coagulation effects of oral contraception.
  11. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 Februari 2021, Properties and Therapeutic Application of Bromelain: A Review.
  12. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 24 Februari 2021, Anticoagulant activities of curcumin and its derivative.
    Berita Terkait
    register-docotr