Kamus Obat

Lansoprazole

October 7, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Menderita penyakit asam lambung tentu membuat hidup kamu serba tidak nyaman. Untuk mengatasinya obat lansoprazole umum digunakan sebagai obat asam lambung.

Yuk ketahui panduan lengkap untuk mengonsumsi obat lansoprazole di bawah ini!

Untuk apa obat lansoprazole?

Lansoprazole adalah obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung. Mulai dari Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), tukak lambung atau tukak usus, dan erosif esophagitis.

Apa fungsi dan manfaat obat lansoprazole?

Obat lansoprazole digunakan untuk mengatasi lambung saat memproduksi terlalu banyak asam. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung, secara lebih spesifik untuk kondisi seperti:

  • Obat maag, mengatasi penyakit gastroesophageal reflux (GERD)
  • Mengobati tukak lambung atau tukak duodenum
  • Mencegah dan mengobati sakit maag akibat penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Mengatasi kondisi hipersekresi (di mana perut membuat terlalu banyak asam), seperti sindrom Zollinger-Ellison
  • Mengobati infeksi lambung yang disebabkan oleh Helicobacter pylori

Baca juga: Terapkan Posisi Tidur Berikut Ini Agar Asam Lambung Tidak Naik Ke Tenggorokan

Merek dan harga obat lansoprazole

Baca juga: Jangan Anggap Enteng, Ini Komplikasi Asam Lambung yang Bisa Terjadi

Bagaimana cara minum lansoprazole? 

Lansoprazole adalah obat resep sehingga kamu perlu minum sesuai dengan anjuran dokter. Untuk meminumnya, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Konsumsi lansoprazole sekitar 30 menit sebelum makan
  • Minum obat sesuai waktu yang direkomendasikan oleh dokter
  • Jangan memotong atau menghancurkan obat
  • Jangan menghancurkan atau mengunyah kapsul
  • Bila ingin, kapsul dapat dibuka dan dicampur dengan yoghurt, jus tomat atau jus apel untuk kemudian diminum

Sedangkan untuk lansoprazole dalam bentuk cair, konsumsinya dilakukan melalui selang infus. Umumnya cara ini dilakukan bagi yang tidak mampu menelan obat. 

Berapa dosis obat lansoprazole?

Dosis obat ini ketika akan dikonsumsi tentu berbeda-beda untuk anak-anak dan dewasa. Secara umum,berikut ini dosis yang tepat untuk kelompok orang dewasa:

  • Untuk mengobati erosif esofagitis. Satu kali sehari dengan dosis awal 30 mg secara oral. Obat ini dikonsumsi selama kira-kira 8 minggu. Dosis pemeliharaan = 15 mg 1 kali sehari secara oral
  • Untuk mengobati tukak usus dua belas jari. Satu kali sehari 15 mg secara oral. Baik diminum 30 menit sebelum makan. Obat ini akan diberikan untuk pemakaian selama 4 minggu
  • Untuk mengobati Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). 15 mg 1 kali sehari secara oral. Obat diberikan untuk dikonsumsi selama 8 minggu
  • Untuk mengobati tukak lambung/maag. Satu kali sehari dengan dosis 30 mg secara oral. Dikonsumsi 30 menit sebelum makan. Obat akan diberikan untuk pemakaian selama 4-8 minggu
  • Untuk mengobati infeksi Helicobacter pylori: Biasanya dokter akan memberikan lansoprazole bersamaan dengan antibiotik, seperti Amoxicillin dan Clarithromycin.

Apakah obat lansoprazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Penelitian belum menunjukkan risiko pada janin saat ibu mengonsumsi obat asam lambung ini. Namun, tidak ada cukup penelitian yang dilakukan pada manusia untuk menunjukkan apakah obat tersebut menimbulkan risiko bagi janin.

Sementara itu untuk ibu yang sedang menyusui, belum diketahui apakah obat asam lambung ini bisa masuk ke dalam ASI atau tidak. Namun jika bisa masuk, bayi yang disusui bisa mendapatkan efek samping. 

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter bila ingin mengonsumsi obat maag yang satu ini saat dalam kondisi hamil maupun menyusui.

Apa efek samping obat lansoprazole yang mungkin terjadi?

Efek samping yang ringan mungkin hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Efek samping ini meliputi:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Mual
  • Sembelit
  • Sakit kepala

Sedangkan pada kondisi yang lebih serius efek samping obat asam lambung ini dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Diare
  • Gangguan ginjal
  • Fraktur tulang
  • Lupus eritematosus kulit (CLE)
  • Lupus eritematosus sistemik (SLE)
  • Polip kelenjar fundus
  • Membuat tubuh lebih sulit menyerap vitamin B12
  • Perubahan menstruasi
  • Neuritis (radang saraf)
  • Koordinasi otot yang buruk
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Kegugupan

Bila kamu menggunakan obat ini selama tiga bulan atau lebih, efek samping yang ditimbulkan adalah adanya penurunan kadar magnesium, yang kemudian membuat gejala:

  • Kejang
  • Pusing
  • Detak jantung cepat
  • Kegugupan
  • Tremor
  • Kejang di tangan dan kaki

Kemudian efek samping yang parah seperti reaksi alergi juga bisa terjadi. Gejalanya meliputi:

  • Ruam
  • Pembengkakan wajah
  • Sesak tenggorokan
  • Kesulitan bernapas

Obat ini dapat menimbulkan efek samping yang berbeda pada setiap orang. Bila kamu mengalami efek samping yang mengganggu, konsultasikanlah pada dokter. 

Peringatan dan perhatian obat lansoprazole

Bagi orang dengan kondisi medis tertentu, penggunaan obat ini harus lebih diperhatikan. Di antaranya yaitu:

  • Untuk orang dengan masalah hati: Bila kamu memiliki masalah hati atau riwayat penyakit hati, tubuh mungkin tidak dapat membersihkan obat ini dengan baik. 
  • Untuk orang dengan kekurangan vitamin B-12: Mengonsumsi obat ini dalam jangka lama dapat menurunkan kadar vitamin B12 dalam darah. Untuk mengatasinya, dokter mungkin memberikan asupan B12 tambahan. 
  • Untuk penderita osteoporosis: Peningkatan risiko patah tulang meningkat bila konsumsi obat dilakukan dalam jangka lama. Terutama bagi orang dengan osteoporosis.
  • Untuk orang dengan kadar magnesium rendah:  Mengonsumsi obat ini dalam jangka lama dapat menurunkan kadar magnesium dalam darah. Untuk itu, perlu suplemen magnesium.

Interaksi lansoprazole dengan obat lain

Lansoprazole juga dapat berinteraksi dengan obat lain. Untuk itu penggunaannya tidak boleh digunakan bersamaan. Berikut adalah obat yang dilarang digunakan bersamaan dengan lansoprazole karena akan meningkatkan efek samping:

  • Obat HIV, seperti atazanavir, saquinavir, nelfinavir, dan obat yang mengandung rilpivirine.
  • Warfarin
  • Digoxin
  • Metotreksat
  • Tacrolimus

Sementara itu efektivitas lansoprazole juga dapat berkurang bila dikonsumsi bersamaan dengan obat berikut:

  • Sukralfat
  • Rifampisin
  • St. John’s wort

Obat lansoprazole juga dapat mengurangi efektivitas obat lain bila digunakan bersamaan. Untuk itu obat ini juga tidak bisa digunakan bersamaan dengan obat berikut:

  • Ampisilin
  • Ketoconazole dan itraconazole
  • Mycophenolate mofetil (MMF)
  • Garam besi
  • Erlotinib, dasatinib, dan nilotinib
  • Teofilin

Demikian informasi tentang obat asam lambung lansoprazole yang perlu kamu ketahui. Jangan lupa konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat ini, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. healthline.com (2018) diakses 06 Mei 2020. Lansoprazole, Oral Capsule 
  2. medicines.org.uk (2020) diakses 06 Mei 2020. Lansoprazole 30mg Gastro-Resistant Capsules 
  3. drugs.com (2018) diakses 06 Mei 2020. Lansoprazole Pregnancy and Breastfeeding Warnings 
  4. mayoclinic.org (2020) diakses 06 Mei 2020. Lansoprazole (Oral Route) 
  5. thehealthsite.com (2017) diakses 06 Mei 2020. Should you take medicine with cold or lukewarm water? 
    Berita Terkait
    register-docotr