Kamus Obat

Ini Dia Pilihan Obat Darah Tinggi dari yang Alami hingga Kimiawi

May 17, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Obat darah tinggi tersedia dalam banyak jenis. Kamu bisa mendapatkannya dengan mudah di apotek dengan resep dokter atau bahkan di dalam bumbu dapur sekalipun.

Nah bila kamu adalah penderita hipertensi, berikut adalah daftar obat yang bisa kamu pertimbangkan untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Penasaran apa saja?  Simak informasi selengkapnya di bawah ini ya!

Baca Juga: Silent Killer untuk Kaum Hawa, Kenali Ciri Kanker Payudara Sejak Dini

Obat darah tinggi dengan bahan alami

Beberapa bahan alami memang ditemukan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Tetapi sebelum memilih pengobatan ini, ada baiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan. 

1. Cokelat hitam atau bubuk kakao 

Makan dark chocolate dalam jumlah kecil dapat membantu kerja jantung dalam tubuhmu. Hal ini dikarenakan cokelat hitam atau bubuk kakao kaya akan flavonoid yakni senyawa tanaman yang menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah menurun. 

Untuk mendapatkan efek maksimal, kamu bisa gunakan bubuk kakao yang mengandung flavonoid tinggi dan tidak mengandung gula tambahan. Hal ini mampu menurunkan tekanan darah secara efektif. Namun ingat jangan mengonsumsinya secara berlebihan ya!

2. Bawang putih

Bumbu dapur yang satu ini ternyata memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah lho.

Bawang putih bekerja dengan cara meningkatkan zat nitric oxide dalam tubuh sehingga pembuluh darah menjadi rileks dan melebar. Kondisi ini memungkinkan darah mengalir lancar bebas dan mengurangi tekanan darah.

Kamu bisa tambahkan bawang putih segar pada makananmu atau memanggangnya terlebih dahulu untuk mengurangi rasa yang terlalu kuat. Namun, jika kamu kesulitan mengonsumsi bawang putih, carilah suplemen yang terbuat dari bawang putih. 

3. Seledri

Tanaman yang umum digunakan untuk membumbui sup ini ternyata telah lama digunakan untuk mengobati hipertensi di Cina. Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah dapat terjadi. 

Untuk menggunakan seledri sebagai penurun tekanan darah, kamu bisa menjadikannya jus atau cukup gunakan biji seledri. Berbagai zat dalam seledri ditemukan dalam penelitian dapat memengaruhi tekanan darah. Namun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. 

4. Kayu manis

Kayu manis termasuk ke dalam bumbu dapur yang bisa menurunkan angka dari tekanan darah. Hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan pada tikus. Ditemukan bahwa ekstrak kayu manis mampu menurunkan tekanan darah tinggi.

Namun pada penelitian ini, ekstrak kayu manis diberikan dengan cara injeksi ke pembuluh darah. Sedangkan, untuk efek konsumsi kayu manis secara oral perlu penelitian lebih lanjut. Kamu bisa mengonsumsi kayu manis dengan menaburkannya di atas sereal, oatmeal atau bahkan kopi. 

5. Jahe untuk obat darah tinggi alami

Jahe dapat membantu mengontrol tekanan darah. Hal ini sudah terbukti dalam penelitian yang dilakukan pada hewan. Jahe ditemukan dapat meningkatkan sirkulasi darah dan mengendurkan otot-otot di sekitar pembuluh darah, sehingga tekanan darah menurun. 

Kamu bisa mengonsumsi jahe dengan berbagai cara. Mulai dari dicincang, diparut, jahe dapat ditemukan dalam berbagai hidangan asia atau makanan penutup juga teh yang menyegarkan. 

6. Basil 

Daun basil adalah salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Dalam percobaan yang dilakukan pada tikus, basil telah terbukti dapat menurunkan tekanan darah meskipun hanya sebentar.

Basil mengandung senyawa kimiawi yang dapat memblokir zat-zat tertentu sehingga pembuluh darah menjadi rileks. Kamu bisa menambahkan daun basil ke dalam berbagai hidangan kesukaanmu. Seperti pasta, sup, atau salad. 

7. Flax seed

Flax seed adalah biji-bijian yang dapat menurunkan tekanan darah. Tanaman ini kaya akan asam omega 3 dan dapat kamu tambahkan di berbagai hidangan seperti sup atau smoothies baik dalam bentuk bubuk ataupun utuh. 

Penelitian menunjukkan bahwa flax seed dapat melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular aterosklerotik dengan cara mengurangi kolesterol, meningkatkan toleransi glukosa, serta bertindak sebagai antioksidan. 

Untuk mengonsumsinya, kamu bisa gunakan 30-50 gram per hari selama lebih dari 12 minggu. Simpanlah flax seed di dalam lemari pendingin untuk mempertahankan kondisinya. 

8. Cakar kucing sebagai obat darah tinggi alami

Tanaman herbal yang satu ini sering digunakan dalam pengobatan tradisional di Tiongkok untuk mengobati hipertensi serta masalah kesehatan neurologis. 

Pada penelitian yang dilakukan terhadap tikus, cakar kucing menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk mengurangi tekanan darah Kamu bisa mendapatkan tanaman ini dalam bentuk suplemen supaya lebih mudah dikonsumsi. 

9. Kalium 

Kalium adalah mineral penting untuk tubuh yang membantu menyingkirkan natrium dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah. Untuk mendapatkan kalium yang cukup dalam tubuh, kamu bisa mengurangi makanan olahan dan fokus memakan makanan segar. 

Makanan yang tinggi kalium adalah sebagai berikut:

  • Sayuran: sayuran hijau, tomat, kentang, dan ubi jalar
  • Buah-buahan: melon, pisang, alpukat, jeruk, dan aprikot
  • Susu: susu segar dan yogurt 
  • Ikan: tuna dan salmon
  • kacang-kacangan dan biji-bijian

Obat darah tinggi kimiawi

Obat darah tinggi juga tentu tersedia dalam bentuk kimiawi. Obat ini terbagi ke dalam beberapa kelas dan setiap kelas obat menurunkan tekanan darah dengan cara yang berbeda. Berikut adalah jenis obat darah tinggi yang umum tersedia:

1. Diuretik

Diuretik bekerja dengan meningkatkan buang air kecil yang akan mengurangi natrium serta cairan dalam tubuh. Hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah karena menurunkan volume darah. Hipertensi ringan kadang-kadang dapat diobati cukup dengan menggunakan diuretik. 

Contoh obat yang termasuk diuretik adalah sebagai berikut: Contoh-contoh diuretik meliputi:

  •     Bumetanide (Bumex)
  •     Chlorthalidone (Hygroton)
  •     Chlorothiazide (Diuril)
  •     Ethacrynate (Edecrin)
  •     Furosemide (Lasix)
  •     Hydrochlorothiazide HCTZ (Esidrix, Hydrodiuril, Microzide)
  •     Indapamide (Lozol)
  •     Methyclothiazide (Enduron)
  •     Metolazone (Mykroz, Zaroxolyn)
  •     Torsemide (Demadex)

Salah satu efek samping dari konsumsi obat diuretik adalah hilangnya kalium. Zat ini dikeluarkan tubuh dalam bentuk urine bersama dengan natrium. Padahal kalium dibutuhkan tubuh untuk menggerakkan otot.

Namun saat ini sudah ada obat diuretik yang dikembangkan untuk mengatasi masalah kehilangan kalium. Obat-obatan tekanan darah ini dikenal sebagai “diuretik yang hemat kalium” seperti: 

  • Amiloride (Midamor)
  • Spironolactone (Aldactone)
  • Triamterene (Dyrenium).

Di samping itu, ada juga jenis diuretik kombinasi yang merupakan gabungan diuretik hemat kalium dengan diuretik tradisional,seperti: 

  • Amiloride hydrochloride/hydrochlorothiazide (Moduretic)
  • Spironolactone/hydrochlorothiazide (Aldactazide)
  • Triamterene/hydrochlorothiazide (Dyazide, Maxzide)

2. Beta blocker

Beta blocker bekerja dengan cara menghalangi aksi bahan kimia dalam tubuh yang merangsang jantung. Sehingga obat tekanan darah tinggi ini dapat mengurangi denyut jantung dan kekuatan memompa, serta mengurangi volume darah. 

Berikut adalah obat yang termasuk ke dalam kelas beta blockers:

  • Acebutolol (Sektral)
  • Atenolol (Tenormin)
  • Bisoprolol fumarate (Zebeta)
  • Carvedilol (Coreg) – Gabungan alpha / beta blocker
  •  Esmilol (Brevibloc)
  •  Labetalol (Trandate, Normodyne) – Gabungan alpha / beta blocker
  •  Metoprolol tartrat (Lopressor) dan metoprolol suksinat (Toprol-XL)
  •  Nadolol (Corgard)
  •  Nebivolol (Bystolic)
  •  Penbutolol sulfat (Levatol)
  •  Propranolol (Inderal)
  •  Sotalol (Betapace)
  •  HCTZ dan bisoprolol (Ziac) adalah beta blocker plus diuretik

Obat jenis ini memiliki efek samping seperti pusing, insomnia, kaki dan tangan dingin, detak jantung lambat, kesulitan bernafas hingga disfungsi ereksi.

3. Penghambat enzim konversi angiotensin / ACE Inhibitors

Angiotensin adalah hormon dalam tubuh yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Obat dalam kelas ACE Inhibitors ini  mampu menurunkan produksi angiotensin sehingga tekanan darah akan menurun. 

Contoh obat yang ada dalam kelas obat ACE Inhibitors adalah sebagai berikut:

  • Benazepril hydrochloride (Lotensin)
  • Captopril (Capoten)
  • Enalapril Maleate (Vasotec)
  •  Fosinopril sodium (Monopril)
  •  Lisinopril (Prinivil, Zestril)
  •  Moexipril (Univasc)
  •  Perindopril (Aceon)
  •  Quinapril hydrochloride (Accupril)
  •  Ramipril (Altace)
  •  Trandolapril (Mavik)

Konsumsi obat jenis ini dapat menimbulkan efek samping seperti batuk kering. Inhibitor ACE dapat menurunkan tekanan darah terlalu banyak, yang mengakibatkan hipotensi. Sehingga kamu mungkin merasakan gejala seperti sakit kepala, pusing, pingsan, dan mengurangi fungsi ginjal.

4. Angiotensin II receptor blockers (ARBs) 

Kelas obat ini juga melindungi pembuluh darah dari angiotensin. Saat angiotensin akan mempersempit pembuluh darah, ia butuh tempat untuk mengikatkan diri.

Nah disinilah ARB akan mencegah terjadinya ikatan angiotensin ke reseptor pada pembuluh darah. Sehingga tekanan darah dapat menurun. Berikut adalah obat yang termasuk ke dalam kelas (ARB) :

  • Azilsartan (Edarbi)
  • Candesartan (Atacand)
  • Eprosartan mesylate (Teveten)
  • Irbesarten (Avapro)
  • Losartin Potassium (Cozaar)
  • Olmesartan (Benicar)
  • Telmisartan (Micardis)
  • Valsartan (Diovan)

5. Antagonis kalsium atau Calcium channel blockers (CCBs)

Kalsium dapat meningkatkan kekuatan dan kekuatan kontraksi di jantung dan pembuluh darah. Untuk itu tubuh harus memblokir kalsium ke dalam jaringan otot polos supaya tekanan darah bisa menurun. 

Obat pada kelas Calcium channel blockers (CCBs) mampu menurunkan tekanan darah dengan melemaskan pembuluh darah dan mengurangi denyut jantung.

Contoh obat yang termasuk ke dalam kelas ini adalah:

  • Amlodipine besylate (Norvasc, Lotrel)
  • Clevidipine (Cleviprex)
  • Diltiazem hidroklorida (Cardizem CD, Cardizem SR, Dilacor XR, Tiazac)
  • Felodipine (Plendil)
  • Isradipine (DynaCirc, DynaCirc CR)
  • Nicardipine (Cardene SR)
  • Nifedipine (Adalat CC, Procardia XL)
  • Nimodipine (Nimotop, Nymalize)
  • Nisoldipine (Sular)
  • Verapamil hidroklorida (Calan SR, Isoptin SR, Verelan, Covera HS)

6. Alpha-blockers

Alpha-blocker akan bekerja dengan memblokir katekolamin dari ikatan dengan reseptor alfa. Sehingga darah dapat mengalir melalui pembuluh darah lebih bebas dan jantung berdetak secara normal. Hal ini membantu menurunkan tekanan darah. Berikut adalah obat yang termasuk ke dalam kelas alpha-blocker:

  • Doxazosin (Cardura)
  • Prazosin (Minipress)
  • Terazosin (Hytrin)

7. Obat darah tinggi central agonists

Beberapa obat hipertensi bekerja di sistem saraf pusat, termasuk obat dalam kelas ini.  Karena bekerja di dalam saraf pusat, central agonists memiliki kecenderungan untuk menyebabkan kantuk. Contoh obat yang termasuk ke dalam kelas ini adalah:

  • klonidin hidroklorida (Catapres) 
  • guanfacine hidroklorida (Tenex).

8. Vasodilator

Vasodilator bekerja dengan melemaskan otot-otot di dinding pembuluh darah, terutama di arteri kecil yang disebut arteriol. Setelah mengonsumsi vasodilator,  pembuluh darah akan melebar sehingga darah mengalir dengan lebih mudah. Akibatnya, tekanan darah akan menurun.

Contoh vasodilator adalah:

  •  Hydralazine (Apresoline)
  •  Minoxidil (Loniten)

9. Antagonis aldosteron

Antagonis aldosteron bekerja dengan menghalangi bahan kimia yang disebut aldosteron. Mengonsumsi obat ini dapat mengurangi jumlah cairan yang ditahan tubuh sehingga membantu tubuh untuk menurunkan tekanan darah. 

Berikut adalah obat yang termasuk ke dalam kelas antagonis aldosteron:

  • eplerenone (Inspra)
  •  spironolactone (Aldactone)

10. Direct renin inhibitors (DRIs)

Obat-obatan dalam kelas ini bekerja dengan memblokir bahan kimia dalam tubuh yang disebut renin. Hal ini membantu memperlebar pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah. Tipe DRI yang saat ini tersedia adalah:

  •     Aliskiren (Tekturna)

Perubahan gaya hidup sebagai obat darah tinggi 

Selain konsumsi makanan atau obat-obatan di atas, kamu juga bisa memperbaiki gaya hidup sebagai cara mengobati penyakit darah tinggi. Berikut adalah hal yang bisa kamu lakukan:

1. Mengurangi konsumsi garam (natrium)

Dalam banyak penelitian, garam telah ditemukan berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan gangguan jantung, seperti stroke. Meski begitu, dalam penelitian yang lebih baru ditemukan bahwa hubungan antara natrium dan tekanan darah tinggi kurang begitu jelas.

Salah satu alasannya adalah perbedaan genetik dalam cara orang memproses natrium. Namun sebagian besar pedoman untuk menurunkan tekanan darah telah merekomendasikan penderita hipertensi untuk menurunkan asupan natrium.

Ganti makanan olahan dengan yang segar dan cobalah tambahkan bumbu menggunakan rempah-rempah. Hal ini berguna untuk melihat perbedaan pada tubuh saat konsumsi natrium diminimalisir. 

Baca juga: Memilih Diet Vegan untuk Menurunkan Darah Tinggi

2. Mengelola stres

Stres adalah faktor pemicu utama dari tekanan darah tinggi. Saat tubuh mengalami stres, detak jantung akan melaju lebih cepat dan pembuluh darah menyempit.

Orang yang sedang stres juga kemungkinan melakukan hal lain seperti minum alkohol atau makan makanan yang tidak sehat. Hal inilah yang secara cepat dapat mempengaruhi tekanan darah. Untuk mengurangi stress kamu bisa coba hal berikut:

  • Mendengarkan musik yang menenangkan
  • Mengurangi beban kerja 

3. Meditasi atau latihan pernapasan

Meditasi dan pernapasan dianggap efektif dalam mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Sistem ini bekerja ketika tubuh rileks, memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah. Kamu bisa mencoba meditasi dengan panduan dalam bentuk video. 

4. Rutin berolahraga

Olahraga adalah salah satu hal terbaik yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Kegiatan olahraga membantu membuat jantung lebih kuat dan lebih efisien dalam memompa darah, sehingga tekanan pada arteri menurun. 

Faktanya, 150 menit olahraga sedang, seperti berjalan, atau 75 menit olahraga berat, seperti berlari per minggu dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

Sebelum konsumsi obat untuk menurunkan darah tinggi, selalu konsultasikan kondisi kamu pada dokter ya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr