Kamus Obat

Glucosamin

December 11, 2020 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Glucosamin adalah molekul yang terjadi secara alami di dalam tubuh, tetapi juga merupakan suplemen makanan yang populer.

Menurut salah satu perkiraan dari U.S. National Institute of Health (NIH), 6,5 juta orang dewasa, atau 2,6 persen dari populasi, telah menggunakan produk ini.

Meskipun studi tentang glukosamin telah dicampur dengan obat kondroitin, beberapa bukti menunjukkan bahwa suplemen ini dapat membantu meredakan nyeri dan kekakuan sendi OA.

Yuk, simak selengkapnya untuk apa glucosamin, cara minum, dosis, serta manfaat obat ini dalam tubuh kita!

Untuk apa obat glucosamin?

Glucosamin atau yang biasa pula disebut glucosamine sulfate atau glukosamin adalah suplemen populer yang digunakan untuk mengobati osteoartritis (OA).

Suplemen ini juga sering digunakan untuk mengobati gejala dari gangguan tulang dan sendi, mengatasi inflamasi, dan terkadang diberikan sebagai suplemen diet.

Glukosamin yang umum digunakan dengan kondroitin tidak secara rutin diresepkan untuk orang yang menderita osteoartritis simtomatik pada lutut.

Hal tersebut dipertimbangkan karena tidak ada cukup bukti bahwa pengobatan ini membantu.

Apa fungsi dan manfaat glucosamin?

Glukosamin berfungsi sebagaimana halnya protein gula yang membantu tubuh membangun tulang rawan (jaringan ikat keras yang terletak terutama di tulang dekat persendian).

Glucosamin adalah zat alami yang ditemukan di tulang, sumsum tulang, kerang, dan jamur.

Glucosamin telah digunakan dalam pengobatan alternatif untuk meredakan nyeri sendi, pembengkakan, dan kekakuan yang disebabkan oleh artritis.

Dalam dunia medis, glucosamine banyak digunakan untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan berikut:

Osteoartritis lutut

Osteoartritis (OA) lutut merupakan salah satu penyebab utama penurunan mobilitas pada lansia.

Perawatan tanpa operasi seperti pemberian suplemen untuk memperkuat matriks tulang rawan sendi dapat menjadi alternatif pilihan, seperti penggunaan suplemen glucosamin.

Penggunaan oral glucosamin sulfat dapat meredakan nyeri bagi penderita osteoartritis lutut.

Beberapa penelitian yang telah dipublikasikan dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa suplemen ini juga dapat membantu memperlambat degenerasi sendi lutut yang terkait dengan osteoartritis.

Namun, masih diiperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan manfaat suplemen glucosamin sulfat untuk osteoartritis pinggul, tulang belakang atau tangan.

Suplemen diet

Glucosamin yang telah diesktrasi dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi makanan tambahan sebagai suplemen alami bermanfaat dalam proses penurunan berat badan.

Meskipun sebenarnya, tujuan ini bukanlah tujuan utama penggunaan glucosamin.

Efek samping glucosamin yang dapat menurunkan berat badan inilah yang dimanfaatkan dalam suplemen diet.

Kandungan glutaminnya yang tinggi membantu memblokir insulin, mengelola karbohidrat, dan akhirnya menyimpan cadangan lemak.

Dengan mengonsumsi glucosamin dapat membuat kamu menahan rasa lapar dan keinginan untuk makan. Efek samping inilah yang efektif digunakan untuk suplemen diet.

Mengurangi peradangan

Glukosamin sering digunakan sebagai suplemen tambahan untuk mengobati gejala berbagai kondisi peradangan.

Meskipun mekanisme glukosamin dalam mengobati peradangan ini masih kurang dipahami.

Namun, beberapa mengungkapkan bahwa penggunaan glucosamin dapat memberikan manfaat efektif dalam mengatasi peradangan pada sel-sel pembentukan tulang.

Banyak penelitian tentang glukosamin yang melibatkan kondroitin (senyawa yang mirip dengan glukosamin) ternyata cukup efektif dalam mencegah peradangan.

Pada akhirnya, diperlukan lebih banyak penelitian tentang peran glukosamin dalam pengurangan gejala inflamasi dalam tubuh.

Sistitis Interstisial

Glukosamin secara luas dipromosikan sebagai pengobatan untuk sistitis interstisial (IC), suatu kondisi yang terkait dengan kekurangan senyawa glikosaminoglikan.

Karena glikosaminoglikan adalah turunan senyawa glukosamin, ada teori bahwa suplemen glukosamin dapat membantu mengatasi gejala sistitis interstisial.

Sayangnya, data ilmiah yang dapat diandalkan untuk mendukung teori ini masih kurang.

Multiple sclerosis (MS)

Beberapa sumber mengklaim bahwa glukosamin mungkin merupakan pengobatan yang efektif untuk multiple sclerosis (MS). Namun, penelitian pendukung masih kurang.

Satu studi mengevaluasi efek penggunaan glukosamin sulfat bersamaan dengan terapi tradisional untuk pengobatan multiple sclerosis yang kambuh.

Hasil penelitian menunjukkan tidak ada dampak efek samping yang signifikan pada tingkat kekambuhan atau perkembangan penyakit akibat glukosamin.

Glaukoma

Glaukoma secara luas diyakini dapat diobati dengan glucosamin.

Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa glukosamin sulfat dapat meningkatkan kesehatan mata melalui pengurangan peradangan dan efek antioksidan pada retina.

Sebaliknya, satu penelitian kecil menunjukkan bahwa asupan glukosamin yang berlebihan dapat membahayakan orang dengan glaukoma.

Secara keseluruhan, data saat ini masih belum didukung secara penuh karena dikhawatirkan muncul efek samping yang tidak diharapkan.

Selalu konsultasikan lebih lanjut apabila hendak mengonsumsi glucosamin untuk tujuan pengobatan ini.

Merek dan harga glucosamin

Glucosamin dipasarkan dengan beberapa nama generik dan paten yang beragam. Berikut nama merek suplemen ini yang telah memiliki izin edar:

Nama generik

Glucosamine generic 500 mg tersedia dalam bentuk tablet yang bisa kamu dapatkan dengan harga berkisar antara Rp 96.140-Rp 142.500/botol berisi 100 tablet.

Nama dagang/paten

  • Blackmores Glucosamine Sulfate 1500 mg, sediaan berupa tablet yang bisa kamu beli dengan harga Rp 163.430/botol.
  • Glucosamine MPL, sediaan tablet glucosamin 250 mg yang bisa didapatkan dengan harga Rp 14.774/strip isi 10 tablet.
  • Osteor Plus, sediaan kapsul mengandung glucosamin sulfat 500 mg, kondroitin sulfat 400 mg, Vit C 50 mg, manganese 0,5 mg, serta mineral lain yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 65.125/strip isi 6 tablet.
  • Vosteon tablet, mengandung glucosamine HCL 250 mg, kondroitin sulfate 200 mg, ipriflavone 65 mg, dan kalsium sitrat 165 mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 35.690/strip isi 6 tablet.
  • Triostee tablet, mengandung glucosamin KCl 375 mg, kondroitin sulfate 300 mg, dan methylsulfomethane 250 mg. Suplemen ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 67.436/strip isi 6 tablet.

Bagaimana cara minum obat glucosamin?

Obat bisa diminum setelah makan. Usahakan untuk tidak langsung beraktivitas 10 menit setelah mengonsumsi obat ini.

Perhatikan cara minum obat dalam label kemasan yang tersedia. Apabila ada bagian yang tidak dimengerti, tanyakan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker.

Konsultasikan apabila kamu juga mengonsumsi obat herbal bersamaan dengan suplemen ini.

Selalu ikuti dosis yang telah ditetapkan dalam label kemasan atau anjuran yang telah ditetapkan oleh dokter. Jangan mengonsumsi obat lebih banyak dari yang telah ditentukan.

Jangan menggandakan dosis atau mengkombinasikan suplemen ini dengan obat lain tanpa arahan dari dokter. Dikhawatirkan muncul efek samping yang tidak diharapkan.

Glukosamin dapat memengaruhi hasil tes glukosa dalam darah. Konsultasikan lebih lanjut apabila kamu menderita diabetes.

Beritahu dokter apabila kamu mengonsumsi glucosamin apabila hendak melakukan pembedahan. Biasanya, kamu tidak diperbolehkan minum suplemen ini beberapa hari sebelum pembedahan.

Berapa dosis obat glucosamin?

Dosis dewasa

Pengobatan tambahan untuk menghilangkan gejala kasus ringan sampai sedang dapat diberikan ketentuan dosis obat berikut:

Dosis biasa: 1.250 mg diminum sekali sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.

Sediaan tablet atau serbuk glukosamin sulfat sebagai larutan oral:

Dosis biasa: 1.500 mg diminum sekali sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2-3 dosis terbagi.

Evaluasi kembali pengobatan jika efek pengobatan yang diharapkan tidak tercapai setelah 2-3 bulan.

Apakah glucosamin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sejauh ini, U.S. Food and Drug Administration (FDA) masih belum memasukkan obat ini dalam kategori apapun, atau masih dalam golongan N.

Penggunaan obat bagi ibu hamil dan menyusui sebaiknya atas arahan dari dokter. Konsultasikan lebih dahulu apabila ingin mengonsumsi suplemen ini.

Apa efek samping obat glucosamin yang mungkin terjadi?

Dapatkan bantuan medis darurat jika muncul salah satu dari tanda-tanda efek samping berikut setelah kamu mengonsumsi suplemen glucosamin:

Reaksi alergi: gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Maag
  • Eksaserbasi asma
  • Hiperkolesterolemia,
  • Kadar glukosa darah memburuk
  • Sakit perut
  • Mulas
  • Perut kembung
  • Dispepsia
  • Kelelahan
  • Edema perifer
  • Peningkatan enzim hati
  • Sakit kepala, pusing, mengantuk
  • Ruam, pruritus, eritema, urtikaria
  • Gangguan pembuluh darah

Peringatan dan perhatian

Jangan menggunakan suplemen ini jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap glukosamin.

Tanyakan kepada dokter, apoteker, atau penyedia layanan kesehatan lainnya apakah aman untuk menggunakan produk ini jika kamu memiliki riwayat:

  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Kanker
  • Penyakit hati
  • Asma atau gangguan pernapasan lainnya
  • Kamu memiliki riwayat alergi terhadap kerang
  • Kamu sedang mengonsumsi obat pengencer darah (Warfarin, Coumadin, Jantoven)

Tidak diketahui apakah glukosamin akan membahayakan bayi yang belum lahir. Jangan gunakan produk ini tanpa nasihat medis jika kamu sedang hamil.

Glukosamin dapat terserap ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi yang menyusui. Jangan gunakan produk ini tanpa adanya anjuran dari dokter jika kamu sedang menyusui.

Jangan diberikan pada anak kecil tanpa berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Beritahu dokter apabila kamu sedang mengonsumsi tetrasiklin. Penggunaan suplemen ini dapat menurunkan kadar tetrasiklin dalam plasma darah.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr