Kamus Obat

Dexchlorpheniramine maleate

January 16, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Dexchlorpheniramine maleate (deksklorfeniramin maleat) merupakan obat antihistamin yang merupakan kandungan dari obat Celestamine.

Obat ini merupakan senyawa turunan dari chlorpheniramine maleate (CTM). Pertama kali obat ini dipatenkan pada 1962 dan mulai diizinkan untuk penggunaan medis pada 1959.

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat dexchlorpheniramine maleate, manfaat, cara penggunaan, dosis, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat dexchlorpheniramine maleate?

Dexchlorpheniramine maleate adalah obat antihistamin yang digunakan untuk mengobati bersin, pilek, gatal, mata berair gatal-gatal, ruam, gejala alergi lainnya dan flu biasa.

Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet. Namun, sering dijumpai sebagai kombinasi obat flu dan batuk dalam bentuk sediaan sirup. Obat ini sering dikombinasikan dengan phenylpropanolamine untuk mengatasi peradangan pada flu dan batuk.

Apa fungsi dan manfaat obat dexchlorpheniramine maleate?

Dexchlorpheniramine maleate berfungsi sebagai agen yang memblokir efek histamin kimiawi yang terjadi secara alami di dalam tubuh.

Obat ini merupakan antagonis dari reseptor histamin H1. Sebuah studi menemukan bahwa dexchlorpheniramine memiliki nilai Ki 20 sampai 30 mikrometer untuk reseptor asetilkolin muskarinik.

Dalam dunia kesehatan, obat ini memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa masalah dengan kondisi berikut:

Rinitis alergi

Obat ini dapat meredakan gejala alergi, seperti rinore, bersin, iritasi oronasofaring, lakrimasi, mata merah, iritasi, dan gatal.

Biasanya, obat ini digunakan dalam kombinasi tetap dengan agen lain, seperti asetaminofen, dekstrometorfan, guaifenesin, ibuprofen, fenilefrin, pseudoefedrin.

Urtikaria

Urtikaria merupakan gangguan alergi dengan gejala kulit kemerahan, muncul benjolan, dan gatal. Ruam kemerahan yang muncul pada kulit seringkali berpindah-pindah.

Gangguan ini termasuk dalam salah satu kondisi alergi dan biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, gejala urtikaria akut mungkin membutuhkan pengobatan dari beberapa antihistamin.

Beberapa antihistamin direkomendasikan untuk mengobati gangguan urtikaria, termasuk dexchlorpheniramine maleate. Untuk urtikaria kondisi akut mungkin memerlukan kombinasi dengan obat lain yang memiliki kinerja terapi lebih kuat.

Rheumatik arthritis

Artritis reumatoid adalah gangguan inflamasi kronis yang dapat memengaruhi fungsi persendian. Pada beberapa orang, kondisi ini dapat merusak berbagai sistem tubuh, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Tidak seperti kerusakan akibat osteoartritis, artritis reumatoid dapat memengaruhi lapisan sendi. Hal ini menyebabkan pembengkakan yang pada akhirnya dapat menyebabkan erosi tulang dan kelainan bentuk sendi.

Peradangan terkait dengan rheumatoid arthritis dapat diatasi dengan dexchlorpheniramine yang dikombinasikan dengan dexamethasone. Penggunaan obat ini tidak boleh diluar pengawasan dokter. Hal ini untuk mengontrol gejala dan meminimalkan risiko jangka panjang.

Merek dan harga obat dexchlorpheniramine maleate

Obat ini telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia dan telah banyak digunakan sebagai obat bebas terbatas. Kamu dapat membeli obat ini tanpa memerlukan resep dokter.

Obat ini jarang dipasarkan sebagai obat tunggal seperti chlorpheniramine maleate (CTM). Obat ini banyak dijumpai sebagai obat kombinasi dengan obat-obatan flu dan batuk.

Kamu bisa menjumpai obat ini dengan merek beragam dan harga bervariasi, seperti berikut ini:

  • Mexon 0,5mg. Sediaan tablet yang mengandung dexamethasone 0,5mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp299/tablet.
  • Meclovel tablet. Sediaan tablet yang mengandung betamethason 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp3.569/tablet.
  • Alegi tablet. Sediaan tablet mengandung dexamethasone 0,5mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.916/tablet.
  • Cortamine tablet. Sediaan tablet mengandung betamethasone 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.283/tablet.
  • Grafachlor 4mg. Sediaan tablet mengandung dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp380/tablet.
  • Dextamine tablet. Sediaan tablet mengandung dexamethasone 0,5mg dan dexchlorpheniramine maleat 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.356/tablet.
  • Cortamine syrup 60ml. Sediaan sirup mengandung betamethasone 0,25mg dan dexchlorpheniramine maleate 2mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp71.617/botol.
  • Histaklor 2mg tablet. Sediaan tablet mengandung dexchlorpheniramine maleate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.209/strip.
  • Intunal forte tablet. Sediaan tablet mengandung paracetamol 500mg, phenylpropanolamie HCl 15mg, dexchlorpheniramin maleate 2mg, dextromethorpan HBr 15mg, dan GG 50mg. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.215/strip isi 4 tablet.

Bagaimana cara minum obat dexchlorpheniramine maleate?

Gunakan dexchlorpheniramine maleate persis seperti disarankan oleh dokter atau apoteker. Jika kamu tidak memahami petunjuk penggunan dalam kemasan resep, tanyakan pada apoteker atau dokter untuk menghindari salah pemakaian.

Dexchlorpheniramine bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Untuk sediaan obat yang ditujukan untuk rematik, sebaiknya diminum segera setelah makan.

Apabila kamu memiliki gangguan gastrointestinal, maka minum obat ini bersama dengan makanan.

Kamu disarankan untuk meminum obat ini pada saat tidak melakukan aktivitas, terutama yang membutuhkan kewaspadaan seperti berkendara.

Jangan menghancurkan, mengunyah, atau merusak bentuk tablet dexchlorpheniramine salut selaput. Minum sekaligus obat ini dengan air putih.

Untuk memastikan kamu mendapat dosis yang tepat, takar bentuk sirup dengan sendok atau cangkir takaran khusus,. Hindari menggunakan sendok dapur untuk menghindari salah takar dosis obat.

Apabila kamu tidak memiliki alat pengukur dosis, tanyakan pada apoteker di mana kamu bisa mendapatkannya. Sebaiknya kocok lebih dahulu obat sirup untuk memastikan larutan obat tercampur sempurna.

Jangan pernah minum obat ini lebih dari yang diresepkan oleh dokter. Sediaan tablet dan sirup biasanya diminum setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan (empat hingga enam kali sehari).

Simpan obat dexchlorpheniramine setelah digunakan pada suhu kamar jauh dari kelembapan dan panas matahari. Pastikan tutup botol obat tertutup rapat saat tidak digunakan.

Berapa dosis obat dexchlorpheniramine maleate?

Dosis dewasa

  • Dosis lazim: 2mg tiap 4-6 jam.
  • Dosis maksimal: 12mg setiap hari.

Dosis anak

  • Usia 2-5 tahun: 0,5mg tiap 4-6 jam
  • Usia 6-12 tahun: 1mg tiap 4-6 jam
  • Usia di atas 12 tahun sama dengan dosis dewasa.

Apakah dexchlorpheniramine maleate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori B.

Studi penelitian pada hewan percobaan tidak menunjukkan risiko efek samping yang merugikan pada janin (teratogenik). Namun, studi terkontrol pada manusia dan wanita hamil masih belum memadai. Penggunaan sebaiknya dilakukan setelah konsultasi lebih dulu dengan dokter.

Obat ini terbukti dapat terserap dalam ASI sehingga disarankan untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan ahli medis sebelum menggunakannya.

Apa efek samping obat dexchlorpheniramine maleate yang mungkin terjadi?

Efek samping penggunaan obat mungkin muncul akibat penyalahgunaan obat atau karena respons tertentu dari tubuh pasien. Berikut ini risiko efek samping dari penggunaan dexchlorpheniramine maleate:

  • Reaksi alergi terhadap dexchlorpheniramine, seperti kesulitan bernapas, ruam, kulit kemrahan, pembengkakan pada bibir, lidah, atau wajah, serta tenggorokan terasa gatal.
  • Depresi SSP (sistem saraf pusat)
  • Gangguan mata, seperti midriasis atau mata kering.
  • Gangguan gastrointestinal yang ditandai dengan mulut kering, mual, muntah, atau diare.
  • Gangguan sistem saraf, seperti sedasi, sakit kepala, pusing, kebingungan, halusinasi, atau kejang.
  • Gangguan ginjal dan saluran kemih, seperti retensi urine.
  • Gangguan pembuluh darah, seperti hipotensi.

Efek samping dexchlorpheniramine lain yang kurang umum mungkin dapat terjadi. Apabila gejala efek samping muncul setelah kamu meminum obat ini, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan kembali dengan dokter.

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah kamu meminum obat ini, antara lain:

  • Kantuk, kelelahan, atau pusing
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Kesulitan buang air kecil
  • Prostat membesar.

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi obat ini jika kamu telah mengonsumsi monoamine oxidase inhibitor (MAOI) seperti isocarboxazid, phenelzine, atau tranylcypromine dalam 14 hari terakhir. Interaksi obat berbahaya dapat terjadi dan mungkin dapat menyebabkan efek samping serius.

Jangan gunakan obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi dengan obat ini sebelumnya, atau obat golongan chlorpheniramine lainnya.

Beritahu dokter tentang riwayat gangguan kesehatan yang pernah kamu miliki, terutama:

  • Glaukoma atau peningkatan tekanan di mata
  • Sakit maag
  • Prostat membesar, masalah kandung kemih, atau kesulitan buang air kecil
  • Hipertiroidisme
  • Hipertensi dan jenis masalah jantung apapun
  • Asma.

Obat ini tidak menunjukkan risiko yang dapat membahayakan bayi yang belum lahir. Namun, jangan minum obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila kamu sedang hamil.

Bayi sangat sensitif terhadap efek antihistamin, dan efek samping yang serius dapat terjadi pada bayi yang disusui. Obat ini tidak dianjurkan jika kamu menyusui bayi. Jangan minum obat ini tanpa terlebih dahulu berbicara dengan dokter saat kamu sedang menyusui bayi.

Jika kamu berusia di atas 60 tahun, kamu mungkin lebih berisiko mengalami efek samping dari penggunaan obat ini. Kamu mungkin memerlukan dosis yang lebih rendah dari dosis lazim.

Berhati-hatilah saat mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas berbahaya lainnya. Dexchlorpheniramine dapat menyebabkan pusing atau kantuk. Hindari aktivitas tersebut setelah kamu meminum obat ini.

Sebaiknya hindari alkohol saat kamu meminum obat ini. Alkohol dapat meningkatkan rasa kantuk dan pusing saat kamu mengonsumsi dexchlorpheniramine maleate.

Konsultasikan dengan apoteker sebelum minum obat batuk, pilek, alergi, atau insomnia yang dijual bebas. Produk tersebut mungkin mengandung obat-obatan mirip dengan dexchlorpheniramine yang dapat menyebabkan overdosis antihistamin.

Sebelum minum obat ini, beritahu dokter apabila kamu menggunakan salah satu obat berikut:

  • Obat-obatan untuk gangguan kecemasan atau tidur seperti alprazolam, diazepam, lorazepam, chlordiazepoxide, temazepam, atau triazolam.
  • Obat untuk depresi seperti amitriptyline, doxepin, nortriptyline, fluoxetine, sertraline, atau paroxetine.
  • Obat lain yang dapat menurunkan kewaspadaan, mengantuk, atau rileks.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 11 Januari 2021, Dexchlorpheniramine maleate | C20H23ClN2O4 – PubChem

WebMD, diakses pada 11 Januari 2021, Dexchlorpheniramine Maleate Oral : Uses, Side Effects

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 11 Januari 2021, Dexchlorpheniramine – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 11 Januari 2021, DEKSKLORFENIRAMIN MALEAT | PIO Nas

    Berita Terkait
    register-docotr