Kamus Obat

Cimetidine

February 24, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Cimetidine (simetidin) merupakan golongan obat antagonis reseptor H2 seperti obat ranitidin dan famotidin. Obat ini dikembangkan pertama kali pada 1971 dan mulai digunakan untuk dunia medis pada 1977.

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat cimetidine, manfaat, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang bisa terjadi.

Untuk apa obat cimetidine?

Cimetidine adalah obat asam lambung yang digunakan untuk mengatasi masalah tukak lambung, mulas, dan jenis maag tertentu. Obat ini juga digunakan untuk mengobati penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Selain itu, cimetidine juga dapat diberikan sebagai obat untuk mencegah mulas akibat asam lambung yang dipicu oleh makanan dan minuman. Obat ini tersedia sebagai obat tablet atau sirup yang bisa kamu dapatkan di beberapa apotek terdekat.

Apa fungsi dan manfaat obat cimetidine?

Cimetidine berfungsi sebagai obat untuk menghambat produksi asam lambung sehingga dapat mengurangi sekresi asam yang berlebihan. Obat ini juga mampu meredakan iritasi lambung yang disebabkan oleh obat penghilang rasa sakit tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid.

Cimetidine memiliki mekanisme kerja sebagai antasida dengan memblokir reseptor H2 histamin yang berperan dalam sekresi asam lambung. Dengan demikian, produksi asam lambung yang berlebihan dapat dikurangi.

Umumnya, cimetidine diberikan untuk mengobati beberapa kondisi yang berhubungan dengan masalah kesehatan berikut:

Ulkus duodenum

Ulkus duodenum adalah luka yang terbentuk di lapisan duodenum (bagian pertama dari usus kecil). Luka ini bisa muncul akibat tukak kronis yang disebabkan iritasi asam yang berlebihan.

Untuk mengobati ulkus duodenum, cimetidin dapat diberikan terutama pada pasien dengan ulkus duodenum aktif yang telah terdiagnosis. Diagnosis ini dapat dilakukan baik melalui radiografi maupun endoskopi. Umumnya obat diberikan untuk pengobatan jangka pendek.

Pertimbangan untuk pengobatan jangka panjang mungkin kurang direkomendasikan karena berkaitan dengan fungsi hati dan ginjal. Dalam beberapa penelitian, ahli medis menyatakan bahwa obat ini cukup efektif untuk pemeliharaan pengurangan gejala kambuh ulkus duodenum.

Kondisi hipersekresi patologis gastrointestinal

Kondisi ini ditandai dengan sekresi berlebihan yang tidak normal dari suatu zat yang dibuat oleh tubuh. Selain itu, kondisi ini berkaitan dengan sekresi suatu zat yang berlebihan pada saluran pencernaan, terutama lambung.

Pengobatan biasanya diberikan untuk mencegah kondisi kesehatan yang semakin parah atau mengancam. Kondisi ini bisa berkaitan dengan beberapa gejala sindrom akibat hipersekresi asam lambung.

Cimetidin dapat diberikan untuk pengobatan jangka panjang pada beberapa masalah terkait hipersekresi gastrointestinal. Kondisi ini termasuk sindrom Zollinger-Ellison, beberapa adenoma endokrin, dan mastositosis sistemik.

Ulkus lambung

Ulkus lambung atau kadang juga dikenal sebagai tukak lambung merupakan kondisi dimana muncul luka di dinding lambung kamu. Luka ini bisa muncul akibat pengikisan oleh asam lambung yang berlebihan.

Pengobatan biasanya diberikan untuk menekan sekresi asam lambung. Salah satu obat-obatan yang direkomendasikan adalah golongan obat H2 bloker, seperti ranitidin, famotidin, dan cimetidin.

Obat-obatan tersebut dapat diberikan untuk pengobatan jangka pendek pada tukak lambung aktif jinak yang belum terlalu parah.

Refluks gastroesofagus (GERD)

Cimetidine juga digunakan untuk mengobati penyakit gastroesophageal reflux (GERD). GERD merupakan kondisi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan dan menyebabkan mulas.

Biasanya obat diberikan untuk pengobatan jangka pendek pada pasien GERD yang telah secara aktif didiagnosis secara endoskopi.

Pengobatan awal dapat dilakukan secara mandiri untuk menekan sekresi asam. Kemudian, pengobatan selanjutnya dilakukan dengan tujuan mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi GERD yang tidak terlalu parah.

Perdarahan gastrointestinal bagian atas

Cimetidine dapat diberikan untuk mencegah perdarahan saluran pencernaan bagian atas akibat kerusakan mukosa. Kerusakan ini biasanya terjadi akibat stres (esofagitis erosif, ulkus stres) pada pasien sakit kritis.

Selain itu, obat ini kadang juga diberikan untuk pengobatan perdarahan saluran pencernaan bagian atas sekunder akibat gagal hati, esofagitis, tukak duodenum atau lambung. Pemberian obat dapat dilakukan apabila perdarahan tidak disebabkan oleh erosi pembuluh darah besar.

Mulas dan maag

Obat cimetidine juga dapat diberikan sebagai pengobatan sendiri jangka pendek untuk menghilangkan gejala sakit maag pada orang dewasa dan remaja di atas 12 tahun.

Pengobatan digunakan terutama untuk pencegahan gejala sakit maag yang berhubungan dengan sekresi asam lambung yang disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman tertentu.

Merek dan harga obat cimetidine

Obat ini telah diedarkan di Indonesia dan termasuk dalam golongan obat resep. Beberapa merek obat cimetidine beserta harganya bisa kamu lihat informasinya berikut ini:

Obat generik

  • Cimetidine 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh PT Kimia Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp501/tablet.
  • Cimetidine 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh First Medifarma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp508/tablet.
  • Cimetidine 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh PT Promedrahardjo Farmasi Industri. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp536/tablet.
  • Cimetidine 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh Bernofarm. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp765/tablet.
  • Cimetidine 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh Holi Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.117/tablet.

Obat paten

  • Cimexol 200mg kaplet. Sediaan kaplet untuk tukak lambung dan usus serta hipersekresi asam lambung. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.109/tablet.
  • Sanmetidin 200mg tablet. Sediaan tablet mengandung simetidin 200mg yang diproduksi oleh Sanbe Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp2.281/tablet.
  • Tidifar 200mg tablet. Sediaan tablet untuk mengatasi tukak lambung dan duodenum akibat obat-obatan AINS. Obat ini diproduksi oleh Ifars dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp572/tablet.

Bagaimana cara minum obat cimetidine?

Baca dan ikuti petunjuk penggunaan dan dosis obat yang tertera di label kemasan resep obat. Tanyakan pada dokter atau apoteker apabila ada hal yang tidak kamu mengerti.

Obat ini biasanya diminum bersama dengan makanan atau menjelang tidur. Untuk mencegah mulas akibat makanan atau minuman, minum obat 30 menit sebelum makan atau minum.

Minum obat tablet utuh dengan segelas air putih. Jangan dikunyah, dihancurkan, atau dilarutkan dalam air kecuali dokter yang menyuruh kamu melakukannya.

Takar obat cair dengan hati-hati menggunakan sendok ukur dosis yang tersedia. Jangan gunakan sendok dapur untuk menghindari risiko salah takar dosis obat.

Diperlukan waktu hingga 8 minggu untuk menyembuhkan tukak lambung. Gunakan obat ini untuk jangka waktu penuh yang telah ditentukan oleh dokter meskipun gejala kamu mungkin terlihat membaik.

Disarankan jangan merokok saat kamu menggunakan obat ini untuk mengobati maag. Pengobatan akan lebih lama saat kamu merokok.

Hubungi dokter apabila gejala tidak membaik atau bahkan memburuk setelah satu minggu penggunaan obat. Jangan minum obat selama lebih dari 14 hari tanpa ada arahan dari dokter.

Simpan obat cimetidine pada suhu kamar jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat cimetidine?

Dosis dewasa

Untuk ulserasi lambung dan duodenum jinak, sindrom Zollinger-Ellison melalui intravena

  • Dosis lazim: 300mg 6-8 jam diinfuskan selama 15-20 menit.
  • Dosis maksimal: 2400mg per hari.

Profilaksis perdarahan gastrointestinal akibat ulserasi stres

Dosis lazim: 200-400mg tiap 4-6 jam.

Ulserasi lambung dan duodenum jinak untuk sediaan oral

  • Dosisi lazim: 800mg setiap hari sebelum tidur atau 400mg dua kali sehari.
  • Durasi pengobatan minimal 4 minggu untuk tukak duodenum, 6 minggu untuk tukak lambung dan 8 minggu untuk tukak akibat OAINS.
  • Dosis dapat ditingkatkan sampai 400mg diminum 4 kali sehari bila perlu.
  • Dosis pemeliharaan: 400mg setiap hari diminum dua kali sehari atau sebelum tidur.

Insufisiensi pankreas

Dosis lazim: 800-1600mg per hari dalam 4 dosis terbagi diminum 60-90 menit sebelum makan.

Dispepsia tanpa tukak

Dosis maksimal: 800mg per hari dalam dosis terbagi.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dosis lazim: 300 atau 400mg diminum 4 kali sehari.
  • Dosis dapat ditingkatkan bila perlu.

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Dosis lazim: 400mg diminum 4 kali sehari atau 800mg dua kali sehari selama 4-12 minggu.

Sindrom radang usus

Dosis awal dapat diberikan 400mg diminum dua kali sehari disesuaikan menurut respons klinis.

Apakah cimetidine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan cimetidine dalam golongan obat kategori kehamilan B.

Studi penelitian pada hewan tidak menunjukkan risiko merugikan pada janin (teratogenik). Namun, belum ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil. Penggunaan obat dapat dilakukan setelah ada rekomendasi dari dokter.

Obat ini juga telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter saat akan menggunakan obat ini terutama saat kamu sedang menyusui.

Apa efek samping obat cimetidine yang mungkin terjadi?

Hentikan pemakaian dan hubungi dokter segera apabila muncul reaksi efek samping berikut:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan.
  • Reaksi kulit yang parah, termasuk demam, sakit tenggorokan, mata terasa panas, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu yang menyebar dan menyebabkan lepuh.
  • Sakit saat menelan
  • Tinja berdarah
  • Batuk dengan lendir berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Perubahan mood, kecemasan, agitasi
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Payudara bengkak atau nyeri.

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan cimetidine, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Diare.

Peringatan dan perhatian

Hubungi dokter segera apabila kamu mengalami nyeri dada yang menyebar ke rahang atau bahu dan kamu merasa cemas atau pusing. Berhati-hatilah karena sakit maag dapat menyerupai gejala awal serangan jantung.

Kamu tidak boleh minum cimetidine apabila memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau golongan H2 blocker lain, seperti ranitidin, famotidin, dan lainnya.

Beritahu dokter untuk memastikan kamu aman menggunakan cimetidine apabila memiliki riwayat penyakit tertentu, terutama:

  • Sakit perut, mual, dan muntah
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri dada
  • Mulas disertai mengi
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa
  • Mulas yang berlangsung lebih dari 3 bulan
  • Penyakit hati atau ginjal.

Ada kemungkinan berisiko saat kamu menggunakan obat ini ketika hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan cimetidine.

Beritahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang kamu gunakan, terutama:

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 11 Februari 2021, Cimetidine | C10H16N6S – PubChem

Drugsite Trust, diakses pada 11 Februari 2021, Cimetidine monograph

WebMD, diakses pada 11 Februari 2021, Cimetidine Oral: Uses, Side Effects, Interactions

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 11 Februari 2021, Cimetidine – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 11 Februari 2021, SIMETIDIN | PIO Nas

    register-docotr