Kamus Obat

Celecoxib

March 27, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Celecoxib (selekoksib) merupakan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) yang termasuk dalam satu golongan dengan obat ibuprofen dan naproxen. Obat ini telah dipatenkan pada 1993 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada 1999.

Berikut informasi selengkapnya mengenai celecoxib, manfaat, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat celecoxib?

Celecoxib adalah obat yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan yang terkait dengan gangguan sendi. Kamu bisa menggunakan obat ini untuk meredakan nyeri karena arthritis, spondislosis ankilosis, dan nyeri haid.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis remaja pada anak-anak yang berusia minimal 2 tahun. Terkadang celecoxib juga digunakan dalam pengobatan polip keturunan di usus besar.

Celecoxib telah tersedia sebagai obat tablet oral yang bisa kamu minum melalui mulut. Dalam keadaan tertentu, obat ini dapat digunakan untuk mengobati kondisi lain yang diputuskan oleh dokter.

Apa fungsi dan manfaat obat celecoxib?

Celecoxib berfungsi sebagai agen untuk menghambat secara langsung dan selektif enzim yang mengkatalisis prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang mengontrol peradangan dan rasa nyeri. Secara khusus, obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX2).

Efek obat biasanya akan mulai terlihat setelah satu jam diminum dan mencapai efek maksimumnya sekitar 2 sampai 3 jam. Dalam dunia kesehatan, celecoxib memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa kondisi berikut:

Osteoartritis

Dalam beberapa penelitian, celecoxib termasuk golongan obat inhibitor spesifik COX-2 pertama yang disetujui untuk digunakan pada osteoatritis. Efek obat ini juga sebanding dengan naproxen dalam mengobati gejala nyeri karena osteoatritis kronis.

Obat ini juga dinyatakan memiliki risiko efek gastrointestinal yang lebih rendah dari golongan obat NSAID lain. Oleh karena itu, celecoxib menjadi obat alternatif yang dapat diberikan untuk pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan gastrointestinal.

Meskipun demikian, dalam mengatasi beberapa kondisi nyeri osteoatritis akut, obat ini masih belum direkomendasikan. Hal tersebut dikarenakan masih belum adanya data yang memadai mengenai dosis dan efek obat secara langsung.

Artritis rematoid

Artritis rematoid adalah gangguan autoimun sistemik yang melibatkan peradangan sendi yang terus-menerus. Biasanya, obat-obatan NSAID digunakan untuk mengontrol gejalanya. Namun, beberapa obat NSAID kurang disarankan terkait toksisitasnya terhadap saluran pencernaan.

Gangguan toksisitas tersebut dapat berupa risiko perforasi gastroduodenal, tukak, dan perdarahan yang berpotensi mengancam nyawa. Akan tetapi, beberapa obat dapat diberikan karena memiliki risiko gastrointestinal yang lebih rendah, termasuk celecoxib.

Celecoxib dapat diberikan untuk mengobati artritis rematoid pada orang dewasa dan remaja, yakni anak-anak usia di atas dua tahun. Meskipun harganya mungkin lebih mahal, tetapi efeknya sebanding dengan obat naproxen dan diklofenak.

Spondislosis ankilosis

Celecoxib dapat diberikan untuk meredakan gejala spondislosis ankilosis, termasuk nyeri dan kekakuan di punggung bawah dan pinggul, terutama di pagi hari.

Dalam sebuah penelitian, obat ini telah ditetapkan sebagai obat rekomendasi alternatif untuk spondislosis ankilosis. Efek obat relatif kuat dan cukup efektif dengan risiko keamanan obat lebih baik dibandingkan NSAID lain.

Pasien dengan risiko perkembangan penyakit tinggi setelah dikonfirmasi melalui radiografi, dapat diberikan obat celecoxib. Terapi obat juga dapat diberikan sebagai terapi lanjutan setelah gejala klinis tercapai.

Polip kolorektal

Celecoxib dapat diberikan untuk mengurangi gejala nyeri karena polip pada kolorektal, yakni usus yang meliputi kolon dan rektum. Selain sebagai perawatan tambahan, obat ini juga digunakan untuk mengurangi jumlah polip adenoma kolorektal pada orang dewasa.

Celecoxib juga dapat diberikan sebagai terapi pencegahan apabila kamu memiliki riwayat keluarga dengan adenoma kolorektal. Dalam sebuah penelitian, obat ini telah diketahui dapat mengurangi risiko kambuhnya adenoma kolorektal.

Namun, penggunaan obat secara rutin kurang dianjurkan karena adanya risiko kardiovaskular (gangguan jantung) yang serius.

Kondisi nyeri

Beberapa penelitian menyatakan bahwa celecoxib memiliki fungsi utama untuk mengurangi rasa nyeri pada beberapa kondisi, seperti nyeri haid (dismenorea) atau nyeri pascaoperasi.

Terkadang, obat ini lebih direkomendasikan karena risiko gastrointestinal lebih kecil daripada golongan obat lain. Pemberian obat dapat dilakukan setelah adanya pertimbangan khusus berkaitan dengan kondisi kesehatan kamu.

Merek dan harga obat celecoxib

Kamu mungkin memerlukan resep dokter untuk bisa mendapatkan obat ini. Beberapa merek obat celecoxib yang telah beredar di Indonesia adalah Celebrex, Novexib, Remabrex, dan lain-lain.

Berikut informasi mengenai beberapa merek obat celecoxib beserta harganya:

Obat generik

  • Celecoxib 200mg cap. Sediaan kapsul generik yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Laboratories. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp7.138/tablet.
  • Celecoxib 100mg cap. Sediaan kapsul generik yang diproduksi oleh Hexpharm Jaya. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp4.283/tablet.
  • Celecoxib 200mg tablet. Sediaan tablet generik yang diproduksi oleh Hexpharm Jaya. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp7.138/tablet.

Obat paten

  • Novexib 100mg cap. Sediaan kapsul untuk meredakan nyeri artritis dan nyeri akut pascabedah. Obat ini diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Laboratories dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp7.789/tablet.
  • Novexib 200mg cap. Sediaan kapsul yang diproduksi oleh Novell Pharmaceutical Laboratories dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp12.038/tablet.
  • Celebrex 100mg cap. Sediaan kapsul untuk mengobati nyeri dan peradangan karena rematik dan artritis. Obat ini diproduksi oleh Pfizer dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp14.704/tablet.
  • Celebrex 200mg cap. Sediaan kapsul yang diproduksi oleh Pfizer dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp20.680/tablet.
  • Remabrex 200mg cap. Sediaan kapsul untuk meredakan gejala nyeri karena artritis dan nyeri akut pascabedah atau cedera. Obat ini diproduksi oleh Kalbe Farma dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp10.707/tablet.

Bagaimana cara minum obat celecoxib?

Minum obat sesuai ketentuan cara minum dan dosis yang diarahkan oleh dokter atau sesuai dengan petunjuk pada label. Jangan minum obat lebih banyak atau kurang dari dosis yang dianjurkan.

Kamu bisa minum obat ini dengan atau tanpa makanan. Apabila kamu merasa mual saat meminumnya, kamu bisa meminum obat bersama dengan makanan. Usahakan untuk meminumnya pada waktu yang sama setiap hari.

Untuk pasien dengan kesulitan menelan kapsul, isi kapsul dapat dikosongkan dari kapsul dan dicampur ke sesendok teh madu. Telan segera campuran tersebut dengan air.

Kamu dapat berhenti mengonsumsi celecoxib saat gejala nyeri atau pembengkakan telah sembuh. Minumlah obat jika hanya perlu.

Apabila selama masa pengobatan kamu lupa minum obat, kamu bisa segera meminumnya apabila waktu minum berikutnya masih lama. Lewati dosis obat apabila telah tiba waktu minum obat. Jangan menggandakan dosis obat yang terlewat dalam waktu satu kali minum.

Jika kamu akan menjalani operasi, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa kamu menggunakan celecoxib.

Selama kamu meminum obat ini, kamu mungkin perlu melakukan tes darah secara rutin untuk memeriksa kondisi kesehatan ginjal dan hati. Konsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter.

Setelah digunakan, simpan obat celecoxib pada suhu sejuk jauh dari kelembapan dan paparan sinar matahari.

Berapa dosis obat celecoxib?

Dosis dewasa

Osteoartritis

  • Dosis lazim: 200mg sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Dosis dapat ditingkatkan hingga 200mg diminum dua kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Dosis maksimal: 400mg setiap hari.

Nyeri haid (dismenorea primer)

  • Dosis lazim: 400mg diikuti dengan dosis tambahan 200mg jika perlu pada hari pertama.
  • Dosis selanjutnya dapat diberikan 200mg diminum dua kali sehari sesuai kebutuhan.

Spondislosis ankilosis

  • Dosis lazim: 200mg per hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
  • Dosis dapat ditingkatkan menjadi dengan dosis maksimal 400mg per hari setelah 6 minggu pengobatan jika diperlukan.

Artritis rematoid

  • Dosis lazim: 100mg atau 200mg diminum dua kali sehari.
  • Dosis maksimal: 400mg setiap hari.

Dosis anak

Artritis remaja

  • Dosis untuk anak usia di atas 2 tahun dengan berat badan 10 kg hingga 25 kg dapat diberikan dosis 50mg diminum dua kali sehari.
  • Dosis untuk anak usia di atas 2 tahun dengan berat badan di atas 25 kg dapat diberikan dosis 100mg diminum dua kali sehari.

Dosis lansia

Dosis untuk orang tua lanjut usia dengan berat badan kurang dari 50 kg disarankan untuk diberikan dosis efektif yang terendah.

Apakah celecoxib aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan celecoxib dalam golongan obat kategori C untuk usia kehamilan di bawah 30 pekan. Sedangkan untuk usia kehamilan di atas 30 pekan, obat ini termasuk golongan obat kategori kehamilan D.

Umumnya, obat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui karena dikhawatirkan adanya risiko merugikan pada janin. Namun, penggunaan obat dapat dilakukan dengan mempertimbangkan potensi manfaat yang didapatkan lebih besar dari risikonya.

Selain itu, celecoxib telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Dikhawatirkan obat ini dapat memengaruhi bayi yang sedang disusui.

Apa efek samping obat celecoxib yang mungkin terjadi?

Hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter segera apabila muncul reaksi efek samping berikut setelah kamu mengonsumsi celecoxib:

  • Gejala reaksi alergi seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan di wajah atau tenggorokan
  • Reaksi hipersensitivitas yang parah, seperti demam, sakit tenggorokan, mata terasa terbakar, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu disertai melepuh dan mengelupas.
  • Tanda-tanda serangan jantung atau stroke, seperti nyeri dada menyebar ke rahang atau bahu, mati rasa atau kelemahan tiba-tiba di satu sisi tubuh, bicara cadel, kaki bengkak, atau sesak napas.
  • Penambahan berat badan yang cepat
  • Gejala perdarahan perut, seperti tinja berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Gangguan hati yang ditandai dengan gejala mual, sakit perut (sisi kanan atas), gatal, kelelahan, urine berwarna gelap, penyakit kuning.
  • Gangguan ginjal yang ditandai dengan kesulitan buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas
  • Kekurangan darah (anemia) yang ditandai dengan kulit pucat, kelelahan yang tidak biasa, perasaan pusing atau sesak napas, tangan dan kaki terasa dingin.

Efek samping umum yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi celecoxib, antara lain:

  • Sakit perut, mulas, kembung, diare, sembelit, mual, atau muntah
  • Pembengkakan di tangan atau kaki
  • Pusing
  • Gejala pilek, seperti hidung tersumbat, bersin, atau sakit tenggorokan

Peringatan dan perhatian

Jangan minum celecoxib apabila kamu pernah mengalami riwayat reaksi alergi terhadap obat ini atau obat serupa seperti aspirin, etoricoxib, diklofenak, asam mefenamat, indometasin.

Kamu juga tidak boleh minum obat ini apabila memiliki riwayat alergi terhadap obat sulfa, seperti probenesid dan kotrimoksazol.

Kamu mungkin tidak bisa meminum obat ini apabila memiliki riwayat kondisi kesehatan berikut:

  • Penyakit jantung, ginjal dan hati yang parah
  • Tukak lambung aktif atau perdarahan gastrointestinal
  • Penyakit radang usus

Beri tahu dokter apabila kamu memiliki riwayat kesehatan berikut sebelum mengonsumsi celecoxib:

  • Riwayat tukak lambung atau perdarahan
  • Tekanan darah tinggi atau serangan jantung yang masih belum lama
  • Dehidrasi atau kekurangan sel darah merah (anemia)
  • Diabetes
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Retensi cairan, misalnya pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki
  • Asma
  • Penyakit hati sedang
  • Kebiasaan merokok atau minum alkohol

Celecoxib tidak boleh digunakan untuk mengobati nyeri setelah operasi cangkok bypass arteri koroner (prosedur untuk memperbaiki dan memulihkan aliran darah di jantung).

Obat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia di bawah dua tahun. Konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum memberikan celecoxib pada anak-anak atau orang tua lanjut usia.

Jangan mengonsumsi alkohol saat kamu minum obat celecoxib. Alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping obat apabila diminum bersamaan.

Interaksi dengan obat lain

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan obat celecoxib, baik mengurangi efek obat atau meningkatkan risiko efek samping tertentu. Beritahu dokter apabila kamu mengonsumsi obat berikut sebelum minum obat ini:

  • Obat untuk mengobati depresi, seperti fluoxetine
  • Obat pengencer darah, misalnya aspirin, warfarin
  • Obat anti inflamasi, misalnya prednison
  • Obat-obatan yang digunakan dalam transplantasi organ atau gangguan kekebalan tertentu, seperti tacrolimus, methotrexate, ciclosporin
  • Obat-obatan untuk tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, seperti captopril, losartan, metoprolol, atau digoxin
  • Obat-obatan untuk retensi air, seperti furosemid, hidroklorotiazid
  • Obat untuk mengobati infeksi jamur, misalnya flukonazol
  • Obat untuk mengobati TBC (tuberkulosis), seperti isoniazid dan rifampisin
  • Obat untuk epilepsi, misalnya karbamazepin
  • Obat-obatan untuk gangguan mood, misalnya lithium, aripiprazole
  • Obat untuk mengobati gangguan hiperaktif, misalnya atomoxetine

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan celecoxib apabila kamu mengonsumsi antidepresan, obat steroid, atau obat untuk mencegah penggumpalan darah. Mengonsumsi obat-obatan tersebut dengan NSAID dapat meningkatkan risiko sakit maag atau perdarahan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 8 Maret 2021, Celecoxib | C17H14F3N3O2S – PubChem

Drugsite Trust, diakses pada 8 Maret 2021, Celecoxib Monograph

Healthline Media, Inc, diakses pada 8 Maret 2021, Celecoxib | Side Effects, Dosage, Uses & More

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 8 Maret 2021, SELEKOKSIB | PIO Nas

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 8 Maret 2021, Celecoxib – MIMS.com

    register-docotr