Diet dan Nutrisi

Sarapan Sereal dan Susu Memang Praktis, Tapi Sehat atau Tidak Ya?

February 17, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selama ini di berbagai media, sarapan sereal dan susu dipromosikan sebagai pilihan sarapan yang praktis sekaligus menyehatkan. Namun, apa iya sarapan sereal benar-benar sehat dan baik untuk kebutuhan nutrisi harian kita?

Jika tak dilakukan dengan tepat, sarapan sereal justru bisa membuatmu mengonsumsi terlalu banyak gula, lemak, atau garam.

Bahkan jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah kesehatan, termasuk kerusakan gigi dan tekanan darah tinggi.

Mengenal tentang proses pembuatan sereal

Sebelum berlanjut lebih jauh, mari kenali dulu bagaimana sereal sarapan dibuat. Sereal sarapan terbuat dari biji-bijian olahan dan sering kali diperkaya dengan vitamin dan mineral. Biasanya dimakan dengan susu, yoghurt, buah, atau kacang-kacangan.

Berikut beberapa tahap pengolahan sereal sarapan:

  • Processing. Pertama biji-bijian akan diolah menjadi tepung halus lalu dimasak.
  • Pencampuran. Setelah itu, tepung akan dicampur dengan bahan tambahan lain seperti gula, cokelat, dan air
  • Extrusion. Banyak sereal sarapan diproduksi melalui ekstrusi, yakni proses bersuhu tinggi yang menggunakan mesin untuk membentuk sereal.
  • Pengeringan. Selanjutnya sereal dikeringkan.
  • Pembentukan. Terakhir, sereal dibentuk menjadi beberapa bentuk, seperti bola, bintang, lingkaran atau persegi panjang.

Waspada sarapan tinggi gula dan karbohidrat olahan berlebihan

Kebanyakan produk sereal sarapan di pasaran diberikan bahan tambahan yang tidak sehat seperti gula. Memulai hari dengan sarapan sereal tinggi gula akan meningkatkan kadar gula darah dan insulin tubuh kamu.

Beberapa jam kemudian, gula darah mungkin turun, dan tubuh akan menginginkan makanan atau camilan tinggi karbohidrat lagi.

Ini berpotensi menciptakan siklus lingkaran di mana kamu akan makan berlebihan. Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Sarapan sereal diklaim menyehatkan, benarkah demikian?

Dalam media promosi, produk sereal sarapan memiliki berbagai klaim kesehatan. Namun nyatanya tak sedikit produk yang dibuat dari gula dan biji-bijian olahan.

Melansir Healthline, penelitian menunjukkan bahwa klaim kesehatan pada produk sereal sarapan adalah cara efektif untuk menyesatkan orang agar percaya bahwa produk ini lebih sehat.

Produk sereal kerap menampilkan klaim kesehatan seperti ‘rendah lemak’ dan ‘gandum utuh’ dalam kotaknya. Namun, bahan-bahan yang terdaftar pertama kali sering kali adalah biji-bijian dan gula rafinasi.

Tips aman konsumsi sereal untuk sarapan

Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk membuat sereal sarapan lebih sehat:

1. Pilih produk sereal dengan baik

Untuk pilihan yang lebih sehat, pilih sereal sarapan yang mengandung gandum utuh dan lebih rendah gula, lemak, dan garam. Contohnya termasuk biskuit sereal gandum utuh, bubur gandum dan hredded wholegrain pillows.

Biji-bijian gandum utuh mengandung serat dan vitamin B, yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan kita.

2. Baca label nutrisi dengan baik

Label makanan dapat membantu kamu memilih di antara merek dan menghindari sereal sarapan yang tinggi gula, lemak, dan garam.

Semua informasi nutrisi disediakan per 100 gram dan per porsi, yang dapat membantu saat membandingkan satu sereal dengan yang lain.

3. Perhatikan kadar gula, lemak, dan garam

Saat menganalisis label nutrisi, perhatikan kadar gula, lemak, dan garam. Kamu dapat menggunakan informasi per 100 gram pada label nutrisi untuk mengidentifikasi sereal sarapan yang akan dibeli.

Sereal dikategorikan tinggi gula, lemak, dan garam apabila:

  • Gula: lebih dari 22,5 gram dari total gula per 100 gram
  • Lemak: lebih dari 17,5 gram lemak per 100 gram
  • Garam: lebih dari 1,5 gram garam per 100 gram

Sereal dikategorikan rendah gula, lemak, dan garam apabila:

  • Gula: 5 gram dari total gula atau kurang per 100 gram
  • Lemak: 3 gram lemak jenuh atau kurang per 100 gram
  • Garam: 0,3 gram garam atau kurang per 100 gram

4. Tambahkan susu atau yoghurt

Tambahan susu dan yoghurt dapat memberikan tambahan asupan kalsium untuk kamu dan keluarga.

Pilih susu skim atau yoghurt rendah lemak. Alternatif untuk susu sapi kamu bisa menggunakan susu kedelai atau susu dari oat yang diperkaya.

5. Tambahkan buah-buahan

Selain susu dan yoghurt, kamu juga bisa menambahkan berbagai buah-buahan segar ke dalam sereal. Kismis, aprikot kering, pisang, dan stroberi adalah pilihan yang populer dan dapat ditambahkan ke sereal apa pun.

Namun tidak ada batasan pilihan, kamu bisa tambahkan buah-buahan apa pun ke dalam sereal pagi kamu. Setelahnya kamu bisa meminum segelas kecil (150 ml) jus buah murni untuk menambah asupan nutrisi.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 16 Februari 2021. Breakfast Cereals: Healthy or Unhealthy?

NHS. Diakses pada 16 Februari 2021. Healthy breakfast cereals

Food Insight. Diakses pada 16 Februari 2021. Can Cereal Be a Quick AND Healthy Breakfast?

    register-docotr