Diet dan Nutrisi

Meskipun Bermanfaat, Vitamin C dapat Sebabkan Alergi Lho!

July 13, 2020 | Richaldo Hariandja
no-image

Meskipun dibutuhkan oleh tubuh, nyatanya ada beberapa orang yang memiliki alergi vitamin C. Reaksi alergi yang datang dapat disebabkan oleh konsumsi yang berlebihan atau justru ketika bersentuhan dengan buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Vitamin C merupakan vitamin yang larut di dalam air. Substansi ini dibutuhkan sebagai pendukung tumbuh kembang tubuh dan penyerapan zat besi, sayangnya, tubuh kamu tidak bisa memproduksi vitamin ini sendiri.

Baca Juga: Sekilas Nampak Mirip, Ternyata Ini Bedanya Pilates dan Yoga

Gejala alergi vitamin C

Berdasarkan saran dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, konsumsi harian vitamin C adalah 75 mg untuk perempuan dan 90 mg untuk laki-laki. Batas maksimal konsumsi vitamin C adalah 2000 mg per hari.

Ketika kamu berlebihan mengonsumsi vitamin C, gejala alergi berikut dapat terjadi:

Alergi suntik vitamin C

Beberapa orang melakukan suntik vitamin C sebagai bentuk perawatan kecantikan mereka. Hal ini dikarenakan vitamin C memiliki antioksidan yang dapat menstimulasi produksi kolagen di kulit, mencerahkan titik-titik gelap dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan radikal bebas.

Skin-care specialist Kristina Holey, sebagaimana dilansir wellandgood.com menyebut ada beberapa orang yang mengalami iritasi dalam menggunakan vitamin C untuk kulit mereka.

Sementara itu, sebuah surat pada American Contact Dermatitis Society mencatat adanya alergi yang disebabkan oleh penggunaan berkala vitamin C pada produk kecantikan. Alergi tersebut menghasilkan kondisi dermatitis kontak pada pengguna.

Gejala alergi vitamin C yang sangat mungkin terjadi pada penggunaan serum dan injeksi adalah pembengkakan yang disertai dengan gatal-gatal, bentol dan merah pada kulit.

Alergi buah asam

Alergi terhadap buah asam (citrus) adalah hal yang langka. Beberapa buah yang dapat membuat kamu alergi di antaranya adalah jeruk, lemon, jeruk nipis dan anggur yang semuanya diketahui mengandung vitamin C.

Reaksi alergi bisa muncul hanya dengan kontak atau konsumsi dari buah mentah, sudah dikupas, atau sudah diolah menjadi jus.

Gejala alergi citrus

Gejala alergi ini dapat timbul ketika kamu menyentuh, atau mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung buah asam ini. Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu berjam-jam untuk gejala ini timbul.

Untuk alergi yang timbul hanya karena kamu menyentuhnya, gejala yang terjadi biasanya bersifat lokal. Beberapa area yang mungkin bisa jadi tempat gejala timbul adalah gusi, bibir, tenggorokan dan lidah.

Gejala yang timbul biasanya dapat berupa sensasi geli, gatal, bintik merah hingga bengkak. Sementara untuk kulit yang bersentuhan, kamu akan mengalami:

  • Sensasi terbakar pada kulit
  • Melepuh
  • Kulit yang kering dan terkelupas
  • Gatal-gatal yang berlebihan
  • Bintik merah
  • Bengkak

Masalah pencernaan

Alergi citrus ini dapat menyebabkan masalah pencernaan dan pernapasan. Kamu bisa mengalami:

  • Batuk-batuk
  • Diare
  • Mual
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin
  • Sakit perut
  • Muntah-muntah
  • Mengi atau suara menciut dari pernapasan

Menyebabkan anafilaksis

Anafilaksis adalah kondisi alergi yang parah. Meskipun kasus ini jarang terjadi, tapi ada baiknya kamu kenali gejalanya sebagai berikut:

  • Linglung
  • Kesulitan bernapas
  • Kulit memerah
  • Kehilangan kesadaran
  • Mual, muntah-muntah dan diare
  • Tekanan darah yang menurun drastis
  • Pembengkakan di mulut dan tenggorokan
  • Denyut yang lemah atau cepat

Penyebab alergi citrus

Reaksi alergi selalu disebabkan oleh sistem imun yang salah merespons senyawa yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Senyawa ini dikenal dengan istilah alergen, dan pada hal ini, buah-buahan asam yang mengandung vitamin C ini dianggap sebagai alergen.

Baca Juga: Alami Gejala Flu? Atasi Dengan 8 Obat Alami Berikut Ini

Makanan yang harus dihindari

Jika memiliki alergi citrus ini, maka kamu tidak bisa menyentuh, bahkan harus menghilangkan makanan berikut ini dari diet:

  • Buah kumquat
  • Lemon
  • Jeruk nipis
  • Jeruk keprok
  • Buah anggur
  • Jeruk

Sayangnya, banyak makanan yang diproses dan disiapkan dengan mengandung citrus. Oleh karena itu, kamu harus cermat memerhatikan label kandungan dalam makanan berikut ini:

  • Jus dan minuman lainnya
  • Es krim
  • Yoghurt yang mengandung rasa
  • Jeli
  • Teh herbal
  • Saus
  • Seafood 
  • Acar
  • Suplemen vitamin c
  • Cocktail yang mengandung alkohol atau non-alkohol
  • Permen

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Wellandgood.com (2019) diakses 08 Juli 2020. https://www.wellandgood.com/good-looks/vitamin-c-serum-irritating-skin/
  2. Medicalnewstoday (2019) diakses 08 Juli 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325801#side-effects
  3. Everydayhealth.com (2014) diakses 08 Juli 2020. Efek samping vitamin C
  4. Journals.lww.com (2017) diakses 08 Juli 2020. https://journals.lww.com/dermatitis/Citation/2017/01000/Allergic_Contact_Dermatitis_to.14.aspx
  5. Rxlist.com (2016) diakses 08 Juli 2020. https://www.rxlist.com/ascorbic-acid-side-effects-drug-center.htm
  6. Mayoclinic.org (2020) diakses 08 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-c/faq-20058030
  7. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 08 Juli 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321764
  8. Healthline.com (2017) diakses 08 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/citrus-allergy
  9. Odc.od.nih.gov (2020) diakses 08 Juli 2020. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/#h4
    Berita Terkait
    register-docotr