Sekilas Nampak Mirip, Ternyata Ini Bedanya Pilates dan Yoga

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Apakah kamu sudah tahu bedanya pilates dan yoga ? Hmm kedua olahraga ini memang sekilas terlihat mirip sehingga wajar bila banyak orang sulit membedakannya. Yoga dan pilates juga termasuk olahraga yang tidak membutuhkan banyak peralatan.

Bila dilakukan dengan rutin, kedua olahraga ini pun dapat membantu mengurangi stress. Nah, kalau kamu masih bingung untuk memutuskan mengikuti latihan mana yang cocok untuk tubuhmu, berikut ini ada penjelasan soal bedanya pilates dan yoga. Simak selengkapnya.

Baca juga: Moms, Kenali Penyebab Bayi Lahir Prematur Berikut Ini

Bedanya pilates dan yoga berdasarkan sejarah

Sejarah pilates 

Pilates pertama kali dikembangkan pada awal 1900-an oleh seorang atlet bernama Joseph Pilates. Ia merancang serangkaian latihan fisik untuk membantu para tentara Perang Dunia I yang terluka agar segera pulih dari cedera pertempuran. 

Kemudian pilates menjadi populer di kalangan penari balet karena gerakannya membantu mempertahankan otot yang kuat dan ramping.

Sejarah yoga

Kemunculan yoga pertama kali tidaklah diketahui dengan pasti. Tetapi setidaknya yoga diperkirakan sudah ada selama 3.000 tahun terakhir.

Kata ‘Yoga’ berasal dari bahasa Sansekerta ‘Yuj’, yang berarti ‘untuk bergabung’ atau ‘untuk menyatukan’. Dalam yoga, Siwa dianggap sebagai Adiyogi pertama dan guru pertama. 

Yoga memiliki hubungan erat dengan agama Buddha, dan agama-agama Timur lainnya. Ada lima prinsip dasar memperoleh tubuh dan pikiran yang sehat yang meliputi: 

  1. Relaksasi yang tepat
  2. Olahraga
  3. Pernapasan
  4. Diet
  5. Berpikir positif dan meditasi

Dilihat dari manfaatnya ini bedanya pilates dan yoga

Manfaat pilates untuk kesehatan

Pilates merupakan serangkaian latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot inti di sekitar perut, pinggul dan punggung bawah. Bila dilakukan dengan rutin, pilates dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh terutama bila kamu mengalami kondisi seperti berikut:

  • Radang sendi
  • Inkontinensia urin
  • Gangguan pernapasan
  • Cedera sendi
  • Sakit punggung

Manfaat yoga untuk kesehatan

Dalam yoga, fokus latihan ada pada pernapasan serta mindfulness. Untuk itu yoga seringkali disebut sebagai olahraga yang tepat bagi tubuh dan pikiran karena yoga dapat melatih cara napas serta meningkatkan energi.  

Manfaat dari olahraga yoga pun telah lama diteliti. Yoga memiliki manfaat untuk fisik dan mental serta masalah medis tertentu, seperti:

  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Sklerosis ganda
  • Radang sendi
  • Gangguan pernapasan
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit kronis
  • Diabetes tipe 2

Bedanya pilates dan yoga berdasarkan teknik dan gerakan

bedanya pilates dan yoga
Alat dirancang khusus untuk memberikan ketahanan otot digunakan saat pilates.(Foto:https://www.shutterstock.com)

Berdasarkan gerakan yang dilakukan, bedanya pilates dan yoga juga sangat terlihat. Yoga lebih fokus pada relaksasi, meditasi, dan pikiran yang tenang. Sedangkan pilates lebih menekankan pada keseimbangan serta fungsi otot inti tubuh. 

Dalam yoga, tujuan utamanya adalah menyatukan pikiran, tubuh dan jiwa. Yoga dapat meningkatkan fleksibilitas dan relaksasi bahkan di saat-saat paling menegangkan. Yoga juga hanya menggunakan tubuh sebagai perlawanan untuk latihan.

Berbeda dengan yoga, pilates bekerja di seluruh tubuh selain pikiran. Gerakan pilates melatih seluruh tubuh terutama otot inti, kaki bagian atas, serta otot terbesar di bagian bokong (otot glute). Inilah yang membuat tubuh lebih kuat baik dari luar maupun dari dalam. 

Ada dua bentuk dasar dari pilates yakni pilates berbasis matras dan pilates yang berbasis peralatan. Pilates yang berbasis matras merupakan serangkaian latihan yang dilakukan di lantai menggunakan gravitasi dan berat badan kita sendiri untuk memberikan perlawanan. 

Sedangkan pilates berbasis peralatan, menggunakan peralatan dan aksesori yang dirancang khusus untuk memberikan ketahanan otot. Olahraga pilates akan menyeimbangkan fleksibilitas dan kekuatan sehingga menghasilkan otot yang lebih kuat dan lebih ramping.

Selain itu, bedanya pilates dan yoga juga bisa diketahui dari sisi teknik pernapasan. Sebagian besar gerakan yoga menggunakan teknik pernapasan bernama ujjayi (napas yang halus dan panas) atau kapalabhati (napas cepat yang menciptakan panas internal yang lebih besar).

Sedangkan pada pilates, sebagian besar latihan menggunakan pernapasan diafragma yang lambat dan terkontrol. Tetapi terkadang pilates juga menggunakan teknik pernapasan cepat yang mirip dengan pernapasan kapalabhati dalam yoga.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat! Begini Cara Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Deteksi Awal Penyakit

Lalu mana yang lebih baik?

Setelah mengetahui bedanya pilates dan yoga, lalu mana yang lebih baik? Keduanya tentu merupakan olahraga yang baik untuk tubuh dan punya fokus yang berbeda. Yoga dan pilates juga cukup populer dilakukan sebagian besar orang sebagai latihan rutin mingguan. 

Yoga baik untuk kamu yang ingin memperdalam latihan meditasi sedangkan pilates baik untuk kamu yang sedang dalam proses pemulihan setelah cedera, memperbaiki postur, dan untuk kekuatan otot inti pada tubuh. 

Nah itu dia informasi seputar bedanya pilates dan yoga. Bila kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter serta instruktur profesional.  Terutama bila kamu adalah wanita hamil atau memiliki keterbatasan fisik tertentu.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan instruktur bersertifikat sebelum memulai program latihan apa pun. Baik yoga maupun pilates. Hal ini penting untuk mencegah kamu terkena cedera karena melakukan gerakan yang salah atau melebihi batas kemampuan tubuh. 

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter profesional di Good Doctor. Akses layanannya 24/7 melalui aplikasi Grab Health sekarang juga. Kini, semua informasi kesehatan ada di genggamanmu!

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin