Diet dan Nutrisi

Makan Malam Bikin Gemuk, Sekadar Mitos atau Fakta?

April 3, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Makan malam bikin gemuk dipercaya sangat memengaruhi program turun berat badan. Oleh sebab itu, banyak orang yang sedang ingin turun berat badan menghindari konsumsi makanan di malam hari.

Agar kamu lebih memahami konsep pencernaan, khususnya di malam hari, yuk simak ulasan berikut ini!

Benarkah makan malam bikin gemuk? 

Menurut U.S. Department of Agriculture’s Weight Control yang dilansir laman Web MD, kalori akan tetap menjadi kalori, tidak peduli kapan kamu makan.

Kenaikan berat badan adalah asupan kalori yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar oleh tubuh.

Orang yang makan di malam hari karena berbagai alasan yang seringkali tidak ada hubungannya dengan rasa lapar. Justru mereka makan di malam hari karena memuaskan keinginan untuk mengatasi kebosanan atau stres. 

Camilan yang dikonsumsi setelah makan malam pun cenderung tidak terkontrol. Misalnya seperti keripik, kue, dan permen.

Dalam situasi ini, selain menambah kalori ekstra yang tidak perlu, makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah tidur.

Bagaimana kerja sistem pencernaan di malam hari?

Seperti dilansir laman Health, Satchin Panda dari Regulatory Biology Laboratory menjelaskan tubuh memang lebih rentan untuk membakar lemak pada waktu-waktu tertentu dalam sehari dan menyimpan lemak di waktu lain. 

Saat siang hari, otak dan otot menggunakan sebagian kalori yang dimakan untuk bahan bakar energi, sisanya disimpan di hati dalam bentuk glikogen. 

Kemudian di malam hari, tubuh mengubah glikogen itu menjadi glukosa dan melepaskannya ke aliran darah untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil saat tidur.

Setelah glikogen yang disimpan hilang, hati mulai membakar sel lemak untuk energi. 

Perlu kamu ketahui untuk melakukan proses tersebut tubuh membutuhkan waktu beberapa jam sampai cadangan glikogen terpakai.

Jadi jika makan larut malam dan paginya juga sarapan, tubuh tidak mendapatkan kesempatan untuk membakar lemak karena sudah mulai mengisi cadangan glikogen kembali. 

Aturan makan malam agar tidak memicu kegemukan

Beberapa pakar gizi menyatakan untuk aturan makan malam terbaik adalah maksimal pukul 6 sore. Alasannya yakni untuk memberikan waktu lebih banyak bagi saluran pencernaan menyerap dan proses metabolisme makanan.

Atau secara medis, kamu juga bisa melakukan makan malam paling lambat tiga jam sebelum tidur.

Baca juga: 6 Pilihan Menu Makan Malam untuk Diet Turunkan Berat Badan

Dampak telat makan malam bagi kesehatan tubuh

Apakah kamu bersalah setelah makan larut malam karena gaya hidup yang sibuk atau hanya ingin sekedar makan camilan? Kebiasaan makan larut malam ini dapat berdampak negatif, tidak hanya pada berat badan tetapi juga pada kesehatan jantung. 

Sebuah studi yang dilakukan oleh Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania yang dilansir NDTV, menegaskan bahwa makan larut malam dapat memiliki berbagai efek kesehatan yang negatif. 

Makan larut malam dapat menyebabkan beberapa bahaya kesehatan seperti: 

  • Peningkatan kadar gula darah
  • Penyakit jantung
  • Obesitas

Pada dasarnya, semakin lama kamu makan, semakin sedikit tubuh siap untuk tidur, yang juga dapat berdampak buruk pada daya ingat dan efisiensi kamu di hari berikutnya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2009) diakses pada 29 Maret 2021. Diet Truth or Myth: Eating at Night Causes Weight Gain
  2. Ndtv.com (2018) diaksesp ada 29 Maret 2021.  Does Eating Late At Night Cause Weight Gain? Health Hazards Of Eating Late At Night
  3. Washingtonpost.com (2015) diakses pada 29 Maret 2021.  Why eating late at night may be particularly bad for you and your diet
  4. Health.com (2012) diakses pada 29 Maret 2021. Can You Eat Late and Still Lose Weight?
    register-docotr