Diet dan Nutrisi

Hati-Hati! Terlalu Banyak Garam Buruk untuk Kesehatan, Ini Efeknya

January 16, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mungkin kamu merasa garam adalah kebutuhan yang penting dalam hal penambah rasa. Meski dibutuhkan untuk menambahkan rasa pada makanan, namun jika terlalu banyak garam dapat menimbulkan efek yang tidak menyenangkan loh.

Efek tersebut bisa dalam jangka pendek dan efek jangka panjang. Apa saja efek tersebut dan apakah membahayakan kesehatan? Simak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: Deretan Bahaya jika Terlalu Sering Konsumsi Makanan Asin!

Efek jangka pendek mengonsumsi terlalu banyak garam

Efek jangka pendek ini dapat dirasakan jika kamu mengonsumsi garam berlebihan dalam sekali makan atau dalam takaran per hari.

Timbunan air

Kamu dapat merasa kembung atau mengalami bengkak pada tubuh. Ini karena ginjal menyeimbangkan natrium dan air dalam tubuh. Akibatnya dapat terjadi kembung atau bengkak, terutama di tangan dan kaki. Ini juga dapat menyebabkan berat badan bertambah dibanding biasanya.

Tekanan darah naik akibat terlalu banyak garam

Garam yang terlalu banyak dapat membuat volume darah mengalir lebih dari biasanya melalui pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara.

Tidak semua orang mengalami ini. Kondisi ini ini dipengaruhi faktor seperti genetika dan hormon. Penuaan dan obesitas dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah jika mengonsumsi terlalu banyak garam.

Merasa haus

Makanan asin juga bisa menyebabkan mulut kering dan membuat kamu merasa sangat haus. Ini adalah cara tubuh agar kamu minum dan tubuh mendapat pasokan cukup air untuk mengimbangi perbandingan natrium yang ada di dalam tubuh.

Jika sinyal haus ternyata tidak juga membuat tubuh mendapat cukup cairan, maka menyebabkan kadar natrium tubuh di atas batas aman. Kemudian akan menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hipernatremia.

Hipernatremia dapat membuat air keluar dari sel dan masuk ke dalam darah. Ini adalah upaya menetralkan kelebihan natrium. Jika tidak ditangani, berpindahnya cairan ini bisa menyebabkan kebingungan, kejang, koma hingga kematian.

Orang yang mengalami hipernatremia biasanya menunjukkan gejala gelisah, kesulitan bernapas dan tidur, serta lebih sedikit buang air kecil.

Efek jangka panjang mengonsumsi terlalu banyak garam

Jika kebiasaan mengonsumsi garam berlebih dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti:

Meningkatkan tekanan darah

Penelitian membuktikan bahwa makanan yang kaya akan garam dapat meningkatkan tekanan darah secara signifikan. Sementara mengurangi kandungan garam dari makanan seseorang dapat membantu menurunkan tekanan darah orang tersebut.

Pada orang sensitif terhadap garam, efeknya akan lebih kuat. Faktor lain seperti obesitas dan usia juga menambah efek peningkatan tekanan darah lebih kuat lagi.

Risiko kanker perut

Mengonsumsi makanan dengan cita rasa asin memang memberikan kenikmatan tersendiri. Tapi bagaimana jika konsumsi garam berlebih ternyata dapat meningkatkan risiko kanker perut?

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk memastikan hubungan terlalu banyak garam dengan risiko terkena kanker perut. Namun hingga kini kaitan keduanya belum dipahami sepenuhnya.

Walau begitu, para ahli percaya jika memakan makanan tinggi garam bisa membuat seseorang lebih rentan terkena kanker perut, dengan menyebabkan masalah pada lambung, seperti memicu maag atau radang selaput perut.

Risiko penyakit jantung dan kematian dini

Efek ini masih menjadi pembahasan kontroversial. Karena di satu sisi ada penelitian yang mengungkap terlalu banyak garam dapat memengaruhi tekanan darah tinggi, yang nantinya akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.

Seperti yang diungkap Nancy Cook, seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School. Menurutnya memang ada efek garam pada kesehatan seseorang dan secara tidak langsung akan berujung pada tekanan darah dan kondisi jantung.

“Ada efek natrium yang tak terbantahkan terkait dengan tekanan darah,” kata Nancy Cool seperti dilansir dari Health.harvard.edu.

Tapi di sisi lain ada yang mengungkapkan jika diet tinggi garam atau makan makanan kaya garam tidak berpengaruh pada kesehatan jantung atau usia seseorang. Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengungkap efek yang satu ini.

Baca Juga: Benarkah Manfaat Garam Himalaya Lebih Baik dari Garam Biasa?

Berapa takaran konsumsi garam yang tepat?

Dilansir dari Healthline, asupan natrium yang dianjurkan dalam sehari sekitar 1500 hingga 2300 mg per hari. Atau setara dengan 3,8 hingga 5,8 gram garam setiap harinya.

Untuk lebih mudahnya lagi, angka tersebut setara dengan 2/3 hingga 1 sendok teh garam dalam sehari. Meskipun kenyataannya banyak orang yang mengonsumsi lebih dari angka yang disarankan.

Sandra Darling, dokter dari Cleveland Clinic menyarankan setiap orang menghitung asupan garam hariannya. “Kamu bisa mengalkulasikan sodium yang kamu konsumsi dalam sehari menggunakan aplikasi yang tak berbayar atau menghitung sendiri,” kata dokter Darling.

Menurutnya pasiennya yang melakukan penghitungan setelah beberapa hari kaget dan tidak menyangka jika konsumsi garam hariannya termasuk tinggi. Perhitungan itu akan membuatmu lebih sadar jika konsumsi garam harianmu butuh untuk dikurangi demi kesehatan.

Demikian informasi tentang efek jika terlalu banyak garam yang kamu konsumsi. Apakah kamu sekarang akan lebih peduli dengan jumlah garam yang kamu konsumsi setiap harinya?

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 7 Januari 2020
What Happens If You Eat Too Much Salt?
Health.harvard.edu, diakses 7 Januari 2020
The trouble with excess salt
Heart.org, diakses 7 Januari 2020
How much sodium should I eat per day?
Health.clevelandclinic.org, diakses 7 Januari 2020
Too much salt is bad

    register-docotr