Diet dan Nutrisi

Awas Kekurangan Protein Juga Berbahaya bagi Tubuh, Ini Efeknya

July 25, 2020 | Felicia Elfriestha
no-image

Protein merupakan zat penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Bagaimana jika tubuh kekurangan protein? Berikut penjelasan mengenai efek kekurangan protein yang bisa berbahaya bagi tubuh, simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Tak Kalah dari Daging, Ini 8 Makanan Lain yang Kaya akan Protein

Efek kekurangan protein bagi tubuh

Protein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh untuk membantu membangun otot dan jaringan tubuh. Tetapi protein tidak bisa terlalu lama di dalam tubuh. Inilah efek kekurangan protein yang membahayakan tubuh kamu, antara lain:

efek kekurangan protein
Kondisi yang terjadi jika tubuh kekurangan protein. Foto: https://www.qatarday.com

Sebabkan edema

Efek kekurangan protein yang pertama adalan edema yang merupakan pembengkakan akibat berlebihnya cairan yang menumpuk pada jaringan tubuh. Hal ini terjadi karena asupan albumin yaitu protein utama dalam darah yang sangat sedikit.

Almubin sendiri sangat berperan untuk menjaga cairan dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh lainnya. Tidak hanya kulit saja yang membengkak, tetapi biasanya orang yang kekurangan albumin akan mengalami perut buncit meski badannya kurus.

Efek kekurangan protein menyebabkan penumpukan lemak di hati

Jika kekurangan protein, maka tubuh tidak mampu lagi untuk memproduksi lipoprotein yang bertanggung jawab dalam pengangkatan lemak.

Efek kekurangan protein dalam jangka panjang, dapat menyebabkan penumpukan lemak pada hati sehingga berisiko mengalami kegagalan fungsi hati.

Menghambat pertumbuhan anak

Efek kekurangan protein lainnya juga dapat membuat anak-anak gagal tumbuh. Hal ini merupakan hal yang paling umum terjadi pada anak-anak yang kekurangan nutrisi. 

Anak yang kekurangan protein umumnya bisa dilihat dari memiliki tinggi yang tidak sesuai dengan usianya atau stunting. Hal ini sangat umum terjadi pada anak-anak yang kekurangan protein.

Mudah terkena infeksi

Kekurangan protein juga dapat menyebabkan kekebalan tubuh seseorang menjadi tidak maksimal. Sehingga, tubuh menjadi rentan terkena penyakit, khususnya penyakit yang diakibatkan oleh infeksi mikroorganisme. 

Selain itu, sel darah putih bertanggung jawab sebagai pasukan pelindung imun tubuh. Ketika tubuh kekurangan protein, produksi sel darah putih juga akan mengalami penurunan.

Gangguan kulit, kuku, dan rambut

Efek kekurangan protein lainnya dapat dilihat pada bagian tubuh yang terbentuk dari protein seperti kuku, rambut, dan juga kulit. Hal ini dikarenakan protein merupakan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, kuku, dan rambut.

Jika kekurangan protein, biasanya kulit akan terlihat kemerahan dan pecah-pecah. Pada rambut akan menyebabkan laju pertumbuhan rambut menjadi lambat. Akibatnya, rambut menjadi rapuh dan mudah rontok. 

Selain rambut, kuku, dan kulit juga menanggung dampak dari kekurangan protein. Tandanya bisa dilihat dari kulit yang mengalami pecah-pecah dan berwarna kemerahan. Sementara kuku akan terlihat rapuh dan mudah patah. 

Rentan patah tulang

Pada dasarnya tulang juga terbentuk dari protein. Akibatnya jika seseorang mengalami kekurangan protein, maka tulangnya juga menjadi taruhan. Risiko mengalami patah tulang pun juga menjadi semakin tinggi.

Di mana semakin tinggi asupan protein seseorang, semakin rendah kemungkinan mengalami patah tulang. Protein yang terbaik untuk mencegahnya adalah protein hewani.

Kehilangan massa otot

Bagian otot tubuh merupakan bagian yang paling banyak menyimpan dan menggunakan protein. Jika tubuh kekurangan protein, maka protein dalam otot akan diambil secara perlahan untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut. 

Maka kekurangan protein dalam waktu yang lama dapat menyebabkan penurunan massa otot yang serius.

Baca Juga: Tak Kalah dari Daging, Ini 8 Makanan Lain yang Kaya akan Protein

Mudah lapar adalah efek dari kekurangan protein

Hal ini dapat terjadi saat asupan protein di dalam tubuh tidak tercukupi, kamu akan merasakan lebih mudah lapar dibandingkan biasanya. Rasa lapar merupakan insting alami tubuh untuk mengingatkan kamu agar mencukupi asupan gizi. 

Hal ini dapat membuat kamu mengalami kegemukan atau obesitas. Hal ini membuat kamu ingin terus mengonsumsi makanan yang sebenarnya sedikit protein dan kaya akan lemak yang membahayakan tubuh kamu.

Jadi, sudah tahu kan apa saja efek yang dapat ditimbulkan jika tubuh kamu kekurangan protein? Sebaiknya usahakan tubuh kamu dipenuhi oleh asupan protein yang cukup agar terhindar dari berbagai penyakit berbahaya ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. healthline.com (2017) diakses 21 Juli 2020. 8 Signs and Symptoms of Protein Deficiency. 21 Juli 2020 pukul 09.45.
  2. verywellfit.com (2020) diakses 21 Juli 2020. The Effects of Protein Deficiency. 21 Juli 2020 pukul 10.10.
  3. webmd.com (2018) diakses 21 Juli 2020. Signs You’re Not Getting Enough Protein. 21 Juli 2020 pukul 10.20.
    Berita Terkait
    register-docotr