Diet dan Nutrisi

Diet Turunkan Berat Badan saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

October 8, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Bagi kebanyakan wanita, kehamilan adalah salah satu momen bahagia di dalam hidup. Tapi, ada konsekuensi yang harus diterima, yaitu penambahan berat badan. Tubuh akan semakin menggemuk, terutama pada bagian perut.

Tak sedikit ibu hamil yang berpikiran untuk mengubah pola makan demi menurunkan berat badan. Pertanyaannya, apakah wanita hamil diperbolehkan untuk melakukan diet? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Bolehkah melakukan diet saat hamil?

Ketika sedang hamil, berat badan akan melonjak drastis, terutama saat memasuki trimester ketiga. Diet adalah salah satu cara efektif untuk menurunkan berat badan.

Dilansir dari Healthline, sebenarnya tak ada larangan bagi wanita hamil untuk melakukan diet. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, misalnya asupan nutrisi yang harus tetap dikonsumsi.

Meski begitu, tak sedikit kalangan yang kontra dengan diet menurunkan berat badan saat hamil. Hal ini bisa memengaruhi kondisi janin di dalam kandungan. Pembatasan asupan gizi tertentu dikhawatirkan berdampak pada proses tumbuh kembang janin.

Kehilangan beberapa kilogram berat badan biasanya tidak masalah di awal kehamilan. Namun, secara keseluruhan, menurunkan berat badan selama masa kehamilan diperbolehkan, mengingat dampak buruk yang dapat muncul karena obesitas saat hamil, seperti persalinan prematur hingga cacat jantung pada bayi.

Panduan diet saat hamil

Seperti yang telah dijelaskan, diet ketika sedang hamil tak boleh dilakukan sembarangan. Ini supaya proses tumbuh kembang janin tetap berlangsung secara optimal. Hal yang bisa Moms lakukan di antaranya adalah:

1. Pilih makanan yang tepat

American Pregnancy Association menjelaskan, diet saat hamil tetap perlu memerhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Beberapa nutrisi yang pantang untuk ditinggalkan adalah:

  • Asam folat: Selain meningkatkan kadar sel darah merah, nutrisi ini dapat meminimalkan bayi lahir cacat, keguguran, dan persalinan prematur. Moms bisa mendapatkan asam folat dari buah seperti jeruk dan lemon, serta sayuran seperti selada, bayam, kubis, dan lobak.
  • Omega-3: Nutrisi ini sangat penting untuk mendukung perkembangan saraf dan otak janin. Kurangnya asupan omega-3 bisa memengaruhi sistem memori dan penglihatannya. Moms bisa mendapatkannya melalui tuna, salmon, dan telur.
  • Zat besi: Nutrisi ini diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan berguna untuk pencegahan persalinan prematur. Moms bisa mendapatkan zat besi dari daging merah, kacang-kacangan, telur, dan sayuran hijau.
  • Seng: Nutrisi ini tidak kalah pentingnya dengan gizi lain. Kandungan ini bisa meminimalkan terjadinya keguguran, membantu pembentukan DNA, hingga membantu meningkatkan sistem metabolisme. Seng banyak dijumpai pada salmon, daging, dan susu beserta olahannya.
  • Kalsium: Zat ini bisa mengoptimalkan proses pembentukan tulang yang berlangsung pada trimester dua. Makanan yang mengandung tinggi kalsium meliputi brokoli, bayam, telur, keju, susu, yoghurt, dan kedelai.

Baca juga: Ini Daftar Makanan Sehat untuk Kesehatan Ibu Hamil

2. Hindari gula dan lemak

Gula dan lemak adalah dua hal yang sebaiknya dihindari jika ingin menurunkan berat badan ketika sedang hamil. Mengutip Johns Hopkins Medicine, konsumsi banyak gula, walaupun sedang tidak hamil, bisa menyebabkan obesitas.

Alih-alih menggunakan gula, Moms dapat memanfaatkan pemanis alami seperti madu atau sari buah-buahan. Hal tersebut bukan cuma aman, tapi juga bergizi.

Sedangkan untuk makanan berlemak, sebaiknya dibatasi atau jika perlu dihindari secara total. Lemak yang menumpuk bisa memperparah kegemukan. Ini yang akan membuatmu lebih sulit untuk menurunkan berat badan.

3. Rutin olahraga

Hamil bukan berarti membatasi aktivitas gerakmu. Olahraga yang bisa mengeluarkan keringat dapat membantu tubuh membakar kalori. Penumpukan kalori adalah pemicu utama dari obesitas. Tapi, ketika sedang hamil, tak semua olahraga boleh dilakukan, ya.

Olahraga seperti sit-up sebaiknya dihindari, karena bisa memberi tekanan pada perut. Ini tentu dapat membahayakan kondisi janin. Olahraga yang dapat Moms lakukan di antaranya adalah:

Jangan melakukan olahraga yang melelahkan. Segera hentikan aktivitas jika mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Perdarahan di vagina
  • Cairan ketuban bocor

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Ini Dia Beberapa Olahraga yang Boleh dan Tidak Dilakukan saat Hamil !

Nah, itulah panduan aman untuk diet menurunkan berat badan ketika sedang hamil. Sebelum melakukannya, bicarakan lebih dulu dengan dokter untuk menghindari berbagai dampak buruk yang bisa ditimbulkan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Verywell Fit, diakses 7 Oktober 2020, Safely Losing Weight While Pregnant.
  2. Healthline, diakses 7 Oktober 2020, How to Safely Lose Weight During Pregnancy.
  3. Johns Hopkins Medicine, diakses 7 Oktober 2020, Obesity, Sugar and Heart Health.
  4. American Pregnancy Association, diakses 7 Oktober 2020, Diet During Pregnancy.
  5. Live Science, diakses 7 Oktober 2020, Pregnancy Diet & Nutrition: What to Eat, What Not to Eat.

    Berita Terkait
    register-docotr