Kesehatan Mental

Merasa Kesepian Wajar, Tapi Kesepian akibat Depresi Ini yang Harus Diwaspadai

January 2, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kesepian sebenarnya merupakan reaksi alami, namun adakalanya kondisi ini bisa sangat menyiksa. Terkadang kamu tidak memiliki banyak hal untuk dilakukan, juga tidak ada orang yang bisa diajak melakukan suatu hal bersama. Tidak jarang kesepian dikaitkan dengan depresi.

Apa itu kesepian dan depresi?

Mengutip laman Psychology Today, kesepian disebut sebagai reaksi alami yang ditunjukkan oleh seseorang bila kebutuhannya untuk terikat atau menjadi bagian dalam satu hubungan dengan individu lain tidak tersalurkan.

Kamu bisa merasa kosong, sendirian dan tidak diinginkan. Pada intinya kesepian adalah suatu keadaan dalam pikiran kamu.

Di satu sisi, depresi merupakan merupakan perasaan sedih, putus asa dan patah hati yang umum. Tidak seperti kesepian, depresi tidak dipicu oleh stimulan yang terus menerus (seperti kalau koneksi sosial yang kurang yang diasosiasikan dengan kesepian).

Bagaimana keterkaitan antara kesepian dan depresi?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menyimpulkan kesepian dan depresi merupakan dua hal yang berhubungan, tapi memiliki konstruksi yang sangat berbeda.

Dalam penelitian disebutkan ada 4 kemungkinan mengenai keterkaitan antara depresi dan kesepian. Yaitu kamu bisa merasakan:

  • Kesepian dan depresi
  • Kesepian tapi tidak depresi
  • Depresi tapi tidak kesepian
  • Tidak merasa kesepian atau depresi

Sementara itu, situs kesehatan Healthline juga berbicara keterkaitan antara keduanya. Dalam laman itu disebutkan kalau kesepian yang berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan mental dan menimbulkan masalah mental yang serius, salah satunya adalah depresi.

Bagaimana membedakan depresi dan kesepian?

Kesepian dan depresi dapat memiliki perasaan yang mirip, sehingga tidak akan mudah untuk menyadari ketika yang satu pergi dan yang lainnya datang. Kamu mungkin akan mengalami hal berikut ini:

  • Resah dan lekas marah
  • Mental yang tidak mudah dipahami
  • Tidak memiliki banyak energi
  • Ragu akan diri sendiri
  • Nafsu makan atau kebiasaan tidur yang berubah
  • Nyeri dan sakit.

Meskipun demikian, perbedaan yang paling jelas antara kesepian dan depresi adalah depresi merupakan kondisi kesehatan mental ketika merasa kesepian, sedih, dan putus asa terus menerus lebih dari dua minggu. Sementara kesepian merupakan perasaan yang juga dapat membuat kamu merasa terpuruk dan sifatnya hanya sementara (kurang dari dua minggu).

Kesepian bersifat sementara

Kesepian memang tidak nyaman, tapi kondisi emosional ini hanya bersifat sementara karena secara spesifik hanya berkaitan dengan koneksi sosial dan hubungan antar individu. Ketika kamu bisa memenuhi hal itu, maka kamu rasa kesepian itu akan berkurang.

Sementara, depresi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan untuk terhubung dengan orang lain. Tanpa adanya penanganan dari tenaga kesehatan mental profesional, gejala dari depresi dapat menggantung dan menjadi serius.

Tidak hanya itu, ketika kamu mengalami depresi, kamu bisa mengesampingkan apa yang kamu rasakan dengan interaksi sosial, tapi hal ini tidak selamanya membantu. 

Bahkan ketika kamu menghabiskan waktu dengan rekan atau teman baikmu, kamu bisa saja tetap merasa lesu, kosong dan tidak bisa berbaur dengan mereka. Dalam kondisi inilah kamu seperti merasa kesepian dalam keramaian.

Kesepian dapat menyebabkan depresi

Depresi merupakan satu kondisi kesehatan mental yang rumit. Banyak faktor yang dapat memengaruhi timbulnya kondisi ini. Salah satunya adalah perasaan terisolasi atau ketidakpuasan terhadap hubungan dengan sesama.

Meskipun demikian, beberapa orang yang hidup sendiri dan jarang bertemu dengan orang secara rutin mungkin tidak akan merasa kesepian sama sekali. Di sisi lain, mereka yang banyak menghabiskan waktu dengan orang lain setiap hari bisa saja merasa sendirian.

Perasaan kesepian ini, jika dibiarkan tanpa penyelesaian, dapat berujung pada depresi dan masalah kesehatan mental lainnya. Tetap saja, tidak semua orang yang merasa kesepian akan otomatis mengalami depresi, lho! 

Depresi dipicu dari ketidakpercayaan terhadap diri sendiri

Kesepian yang dibarengi dengan ketidakpercayaan terhadap diri sendiri merupakan satu kombinasi yang dapat menyebabkan depresi.

Misalnya ketika kamu merasa kesepian dan mencari orang untuk menghabiskan waktu bersama. Kamu mulai merasa tidak adanya teman disebabkan orang lain tidak senang terhadap kepribadianmu. Padahal, bisa saja teman-teman kamu sedang sibuk.

Kondisi tersebutlah yang dapat mendorong kesepian menjadi depresi. Kamu mulai ragu dan mempertanyakan seperti apa orang memandang kepribadianmu yang sebenarnya.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang depresi dan kesepian serta perbedaan keduanya. Selalu jaga kesehatan mental dan hubungan sosialmu, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline, diakses 31 Desember 2020. Loneliness and Depression: Is There a Link?
  2. Psychology today, diakses 31 Desember 2020. Is Loneliness Just Another Form of Depression?
  3. Research Gate, diakses 30 Desember 2020. Relation between loneliness and depression
    register-docotr