Kesehatan Mental

Ciri-ciri Pelaku Breadcrumbing atau PHP dan Cara Menghadapinya

April 14, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Breadcrumbing atau pemberi harapan palsu dalam sebuah hubungan seringkali terjadi. Seseorang yang melakukan breadcrumbing umumnya hanya akan memberikan sedikit minat pada lawannya.

Biasanya, orang yang memiliki perilaku breadcrumbing bisa terlihat dengan jelas tanda-tandanya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut ciri-ciri pelaku breadcrumbing yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Mengenal Ghosting dalam Hubungan dan Bagaimana Dampaknya secara Psikologis

Apa saja ciri-ciri pelaku breadcrumbing?

Dilansir dari Healthline, orang yang melakukan breadcrumbing pada kenyataannya tetap ingin membuat lawannya tertarik.

Bahkan, perilaku ini dilakukan ketika pelakunya tidak memiliki rencana nyata untuk membangun suatu hubungan. Beberapa ciri-ciri breadcrumbing yang perlu diketahui, yakni:

Tidak mengirimi pesan secara konsisten

Para pelaku breadcrumbing biasanya tidak berhubungan atau mengirim pesan pada kamu secara konsisten.

Tak hanya itu, para pelakunya juga memiliki bakat luar biasa untuk mengirim pesan tepat ketika kamu sudah mulai melupakannya. Pada akhirnya, kamu langsung kembali berhubungan dengannya.

Pesan terlalu ambigu

Pemberi harapan palsu selalu memberikan pesan yang terlalu ambigu. Para breadcrumbing tidak berkomitmen dan tidak suka spesifik. Misalnya, ketika berencana untuk segera bertemu satu sama lain namun selalu menghindar dari rencana yang telah ditetapkan.

Tidak ada substansi untuk komunikasi

Ketika berkomunikasi melalui pesan, sesekali akan ada pembicaraan yang lebih mendalam namun biasanya cukup dangkal dan sangat umum. Dari sinilah diketahui jika pelaku breadcrumbing tidak berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal kamu. 

Aktif di media sosial lain

Pelaku breadcrumbing biasanya akan menyukai postingan kamu di media sosial lain atau bahkan melihat status kamu namun sambil tetap mengabaikan pesan. Perilaku ini menunjukkan ketidaktertarikan atau memberikan harapan palsu.

Biasanya, orang yang melakukan breadcrumbing tidak merasa sepenuhnya bersedia untuk menghapus kemungkinan bertemu dengan kamu lagi.

Namun, setelah berhenti merespons atau mengisyaratkan bahwa kamu kehilangan minat maka mungkin pelakunya akan meningkatkan upaya untuk mempertahankan.

Minat baru yang jelas ini dapat memperkuat daya tarik asli dan memberi kamu harapan baru untuk membangun hubungan dengan nyata dan langgeng. Akan tetapi, pada akhirnya perilaku menyimpang kembali terulang dan polanya dimulai lagi

Adakah alasan seseorang bisa melakukan breadcrumbing?

Profesor Psikologi di California State University, San Bernandino, Kelly Campbell, Ph.D., mengatakan jika orang terlibat breadcrumbing karena harga dirinya dipengaruhi oleh seberapa banyak perhatian yang diperoleh.

Meski alasan pasti perilaku tersebut berbeda-beda, namun ada beberapa pola psikologis yang mendasari, yakni:

  • Merasa lebih baik tentang diri sendiri. Seorang breadcrumbing senang mendapatkan minat dari orang banyak karena membuat dirinya sendiri terlihat lebih baik.
  • Membutuhkan validasi dari orang lain. Pelaku breadcrumbing tidak merasa nyaman atau percaya diri kecuali ketika mendapatkan jaminan terus-menerus dari orang lain bahwa dirinya berharga.
  • Memiliki sifat narsisme. Seringkali, individu dengan perilaku breadcrumbing ini memiliki kepribadian yang dicirikan oleh narsisme. Pelaku biasanya merasa tidak bersalah karena memanipulasi dan mempermainkan emosi orang lain.

Bagaimana cara menghadapi pelaku breadcrumbing?

Dalam sebuah penelitian, breadcrumbing dalam berkencan menunjukkan bahwa hal tersebut seringkali berkontribusi pada perasaan kesepian dan ketidakberdayaan. Karena itu, terdapat beberapa cara untuk menghadapi orang dengan perilaku breadcrumbing seperti berikut:

Ajak bertemu

Mengajak pelaku breadcrumbing untuk bertemu dapat mencapai dua tujuan. Pertama, pertemuan akan membuat kamu sadar dan kedua untuk memberi pelaku kesempatan berbagi masalah pribadi apapun yang mendasari perilakunya tersebut.

Mulai percakapan tentang tujuan hubungan

Beberapa orang menginginkan hal yang berbeda dari suatu hubungan. Mungkin para pelaku breadcrumbing bermaksud untuk menjalin hubungan saat pertama kali bertemu namun banyak hal yang membuatnya tidak yakin.

Karena itu, tidak ada salahnya untuk memulai percakapan tentang tujuan hubungan.

Tingkatkan harga diri

Jika kedua cara pertama tidak berhasil menyadarkan pelaku breadcrumbing, kamu harus bisa mulai untuk meningkatkan kepercayaan diri. Solusi paling utama adalah memperbaiki diri sendiri.

Tingkatkan kepercayaan diri dengan melakukan aktivitas yang dikuasai dan memperlakukan diri sendiri dengan baik. Jangan pernah mentolerir perlakukan buruk karena kamu berhak mendapatkan seseorang yang bersedia memberikan perhatian serupa.

Baca juga: Social Climber Termasuk Gangguan Kejiwaan? Yuk, Simak Penjelasannya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
register-docotr