Puasa

Benarkah Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Saat Sahur Bikin Lemas Seharian?

April 14, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Saat sahur di pagi hari tentu banyak orang berpikir bahwa banyak mengonsumsi segala jenis makanan dapat membuat rasa lapar semakin berkurang. Namun bagaimana dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak saat sahur?

Benarkah konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur bikin lemas seharian? 

Saat sahur, nyatanya ada beberapa makanan justru tidak disarankan untuk terlalu banyak dikonsumsi. Alasannya karena dapat membuat sistem pencernaan kurang bekerja dengan baik dan membuat kamu merasa lemas. 

Lalu apakah benar, konsumsi makanan yang tinggi kandungan lemaknya dapat membuat tubuh lemas saat berpuasa? Simak penjelasannya yuk. 

Perlu kamu ketahui, bahwa sebenarnya lemas saat berpuasa disebabkan bukan hanya karena mengonsumsi makanan berlemak tinggi tetapi juga karena tidak ada asupan minum serta makan selama 12 jam lamanya. 

Tetapi, memang disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi saat sahur.

Seperti dilansir dari laman Healthline, alasannya karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya dan cenderung membuat begah sehingga membuat perut menjadi kembung. 

Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna daripada makanan lain, dan lamanya waktu bervariasi berdasarkan jenis lemak yang kamu konsumsi.

Melansir penjelasan dari laman National Library of Medicine, makanan tinggi lemak memiliki efek yang lemah pada rasa kenyang.

Jika ingin membuat rasa kenyang lebih lama saat berpuasa justru disarankan untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat.

Bagaimana tubuh mencerna lemak di dalam tubuh? 

Menurut Healthline, proses pencernaan lemak melibatkan serangkaian langkah yang dimulai saat makanan masuk ke mulut. Berikut ini sekilas prosesnya dari awal hingga akhir:

Mulut

Proses pencernaan dimulai saat kamu mulai mengunyah makanan. Gigi akan memecah makanan menjadi potongan-potongan kecil, dan air liur membasahi sehingga lebih mudah untuk bergerak melalui kerongkongan dan masuk ke perut.

Air liur juga mengandung enzim yang mulai memecah lemak dalam makanan.

Kerongkongan

Saat menelan, serangkaian kontraksi otot yang disebut peristaltik menggerakkan makanan melalui kerongkongan dan masuk ke perut.

Perut

Lapisan perut menghasilkan asam dan enzim yang memecah makanan lebih lanjut sehingga makanan bisa masuk ke usus kecil.

Usus halus

Mayoritas pencernaan lemak terjadi setelah mencapai usus kecil. Di sinilah sebagian besar nutrisi diserap. Pankreas menghasilkan enzim yang memecah lemak, karbohidrat, dan protein.

Hati menghasilkan empedu yang membantu mencerna lemak dan vitamin tertentu. Empedu ini disimpan di kantong empedu. Cairan pencernaan ini dikirim ke usus kecil Anda melalui saluran di mana semuanya bekerja sama untuk menyelesaikan pemecahan lemak.

Selama proses ini, lemak dan kolesterol dikemas menjadi partikel-partikel kecil yang disebut kilomikron.

Jumlah waktu yang dibutuhkan lemak untuk dicerna bervariasi dari orang ke orang serta antara pria dan wanita. Waktu transit rata-rata dari makan hingga buang air besar kira-kira 40 jam. Total waktu transit rata-rata 33 jam pada pria dan 47 jam pada wanita.

Baca juga: 6 Tips Makan Sahur Saat Terlambat Bangun Agar Kuat Puasa Seharian

Nutrisi penting yang harus dikonsumsi saat sahur 

Selama Ramadan, untuk memenuhi jumlah energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh di siang hari selama berpuasa, kamu harus mengonsumsi makanan yang mengandung: 

  • Protein
  • Karbohidrat 
  • Vitamin
  • Mineral

Pastikan kamu harus minum cukup air. Pada saat yang sama, ini tidak berarti bahwa kamu harus makan semua yang dibutuhkan sekaligus selama sahur. 

Jika melakukan hal itu, tubuh justru tidak dapat memanfaatkan asupan energi sekaligus, yang dapat mengakibatkan penambahan berat badan. Ini karena metabolisme menyesuaikan dengan pola makan selama Ramadan.

Orang dewasa perlu minum 3 hingga 4 liter air sehari. Meski mendapatkan 40 persen jumlah ini dari makanan, jus buah, air mineral, teh, dan minuman lainnya, kamu tetap harus minum 1,5 dan 2,5 liter air sehari.

Artinya, kamu harus minum dua atau tiga gelas air setiap jam dari buka puasa hingga sahur, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2017) diakses pada 13 April 2021. Does Junk Food Slow Down Your Metabolism?
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 13 April 2021. How Are Fats Digested and Can You Speed Up the Process?
  3. Iamherbalifenutrition.com (2021) diakses pada 13 April 2021. What to Eat and What to Avoid During Ramadan
  4. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (1997) diakses pada 13 April 2021. Fat as a risk factor for overconsumption: satiation, satiety, and patterns of eating 
    register-docotr