Kulit & Perawatan Tubuh

Jangan Tunggu Timbul, Kenali Penyebab Bisul agar Bisa Dicegah

July 21, 2020 | Richaldo Hariandja
no-image

Penyebab bisul yang utama adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada satu atau lebih folikel rambut. Bakteri ini masuk saat permukaan kulit kamu terluka atau tergores.

Infeksi pada folikel rambut dan jaringan di sekitarnya ini biasanya akan terisi dengan cairan, nanah dan jaringan yang mati. Cairan tersebut bisa saja mengalir keluar dari puncak bisul, atau tidak akan mengering dengan sendirinya kalau berada jauh di dalam jaringan.

Baca Juga: Keputihan Bikin Risih? Yuk Ladies, Simak Cara Mengatasinya

Bakteri penyebab bisul

Bakteri S. aureus  yang menyebabkan bisul merupakan tipe kuman yang 30 persen orang bawa di hidung mereka. S. aureus jarang membahayakan manusia, meskipun terkadang kuman ini dapat menyebabkan infeksi, di antaranya adalah:

  • Bacteremia atau sepsis, saat bakteri menyebar dan memasuki aliran darah
  • Pneumonia, di mana kebanyakan terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan di paru-paru mereka
  • Endocarditis (infeksi katup jantung), yang dapat berujung pada gagal jantung atau stroke
  • Osteomyelitis (infeksi tulang) yang disebabkan bakteri yang sudah menyebar di aliran darah, atau masuk ke tulang karena kontak langsung seperti luka karena jarum pada penyalahgunaan obat.

Infeksi paling umum dari S. aureus adalah di folikel rambut atau kelenjar minyak yang menjadi penyebab bisul. Kulit yang terinfeksi biasanya akan menjadi merah, bengkak, dan mengandung cairan.

Saat bisul pecah, cairan akan keluar dan mengering. Lokasi infeksi dari bakteri ini saat menyebabkan bisul biasanya berada di bawah lengan atau sekitar paha atau bokong.

Selain bisul, infeksi S.Aureus di permukaan kulit juga bisa menyebabkan:

  • Impetigo: infeksi yang menular dengan ruam yang menyakitkan ini biasanya akan disertai dengan bintik melepuh dan mengeluarkan cairan
  • Cellulitis: infeksi ini terjadi di bagian dalam lapisan kulit dan menyebabkan kulit menjadi merah dan membengkak di permukaannya. Infeksi ini bisa menghadirkan bintik melepuh yang mengeluarkan cairan juga.

Penyebab bisul muncul berulang

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) menjadi salah satu penyebab umum bisul, terutama yang berulang. Infeksi ini biasanya terjadi di selangkangan, bokong dan daerah atas paha.

Dilansir verywellhealth.com, sejak 1980 terjadi peningkatan yang tajam infeksi yang disebabkan oleh jenis khusus S. aureus yang kebal terhadap pengobatan penicillin yang normal.

Hingga sekitar 1970an, MRSA merupakan bakteri yang tidak biasa dan ditemukan di panti jompo dan fasilitas jangka panjang lainnya. Tapi karena penggunaan berlebih antibiotik pada kondisi-kondisi yang tidak dibutuhkan, infeksi MRSA pun menjadi berkembang.

Saat ini, MRSA merupakan hal yang biasa dan normal terjadi di beberapa wilayah di Amerika Serikat.

Baca Juga: Sering Mencukur Rambut Kemaluan, Hati-hati Bisa Kena Bisul

Beberapa faktor penyebab bisul

Bisul dapat terjadi pada segala umur dan biasanya lebih banyak terjadi pada pria paruh baya ke atas.

Beberapa kondisi berikut ini juga dapat menjadi penyebab bisul, di antaranya adalah:

Obesitas

Saat kamu memiliki berat badan berlebih, kamu akan lebih rawan terkena infeksi di kulit. Hal ini bisa terjadi karena bakteri berkembang di wilayah yang lembap seperti lipatan kulit.

Berat badan berlebih juga bisa membuat kamu lebih sulit untuk melawan infeksi, kamu akan rawan terkena bisul kalau memiliki indeks massa tubuh lebih dari 30.

Diabetes

Diabetes tidak secara langsung menjadi penyebab bisul. Tapi dengan adanya perubahan level gula darah dalam tubuh, dapat membuat kulit lebih rawan untuk diserang oleh bakteri dan jamur hingga berujung infeksi.

Penyakit kulit kronis

Kondisi penyakit kulit kronis dapat membuat pertahanan di kulit lebih mudah diserang sehingga menyebabkan bakteri masuk dan berkembang. Kondisi ini meliputi kondisi umum seperti jerawat, folliculitis, eksim dan tipe dermatitis lainnya.

Sistem imun yang bermasalah

Jika kamu memiliki penyakit infeksi kronis seperti HIV, kanker dan kondisi lainnya yang melemahkan sistem imun, kamu memiliki risiko tinggi terkena infeksi bakteri penyebab bisul.

Hal ini karena tubuh kamu akan kesulitan untuk melawan infeksi yang terjadi di tubuh, sehingga membiarkan bakteri untuk tumbuh dengan cepat.

Pengobatan tertentu

Beberapa pengobatan yang menyebabkan sistem imun melemah juga akan akan membuat tubuh sulit melawan bakteri penyebab bisul. Obat-obatan ini di antaranya adalah obat steroid oral jangka panjang dan kemoterapi.

Beberapa kondisi kesehatan lain

Bisul menjadi umum terjadi kalau kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti gagal jantung, penyakit lever dan penyakit ginjal. Selain itu, kalau kamu memiliki bisul yang berulang juga membuat kamu lebih rentan lagi membuat bisul tumbuh di tubuh.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Nhs.uk (2017) diakses 16 Juli 2020. https://www.nhs.uk/conditions/boils/
  2. Mayoclinic.org (2019) diakses 16 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/boils-and-carbuncles/symptoms-causes/syc-20353770
  3. Healthline.com (2018) diakses 16 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/carbuncle
  4. Mayoclinic.org (2020) diakses 16 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/staph-infections/symptoms-causes/syc-20356221
  5. Webmd.com (2019) diakses 16 Juli 2020. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/carbuncles-causes-treatments#1
  6. Cdc.gov(2011) diakses 16 Juli 2020. https://www.cdc.gov/hai/organisms/staph.html
  7. Verywellhealth.com (2020) diakses 16 Juli 2020. https://www.verywellhealth.com/carbuncle-information-1069430
  8. Medlineplus.gov diakses 16 Juli 2020. https://medlineplus.gov/ency/article/000825.htm
  9. Healthline.com (2018) diakses 16 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/diabetic-boils
    Berita Terkait
    register-docotr