Kulit & Perawatan Tubuh

4 Penyebab Kulit Wajah Tipis, Paparan Sinar Matahari Berlebih hingga Gaya Hidup

June 12, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap wanita pasti menginginkan kulit wajah yang sehat. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan kulit wajah tipis, salah satunya gaya hidup yang tidak sehat. Lantas, apakah kulit tipis berbahaya? Bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga: Tips Memilih Moisturizer yang Tepat untuk Kulit Kombinasi

Kenali kondisi kulit wajah tipis

Pada dasarnya, kulit secara alami lebih tipis di beberapa bagian tubuh, misalnya saja kulit di kelopak mata ataupun kulit di tumit. Perlu kamu ketahui bahwa kulit terdiri dari tiga lapisan, yakni hipodermis, dermis, dan epidermis.

Hipodermis sendiri merupakan lapisan paling dalam dari kulit, ini terdiri dari jaringan, lemak, dan kelenjar keringat. Dermis merupakan lapisan kedua pada kulit, ini berisi saraf dan suplai darah. Sementara itu, epidermis merupakan lapisan terluar kulit, yang merupakan penghalang.

Kulit tipis dapat berarti bahwa epidermis tidak setebal sebagaimana mestinya. Kulit tipis sendiri ditandai dengan kulit yang terlihat lebih transparan, misalnya saja pembuluh darah, tulang, ataupun tendon yang terlihat lebih jelas.

Tak hanya itu, kulit tipis juga biasanya mudah memar, terluka, ataupun rapuh. Berkurangnya lemak dari hipodermis juga dapat membuat kulit tampak lebih tipis.

Apa penyebab kulit wajah tipis?

Perlu diketahui bahwa kulit tipis bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Nah, agar kamu lebih memahaminya, berikut adalah penyebab kulit wajah tipis yang penting untuk diketahui.

1. Pertambahan usia

Pertambahan usia merupakan penyebab umum dari kulit wajah tipis. Seiring dengan bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh menurun.

Kolagen sendiri merupakan bahan pembangun kulit yang membantu mencegah keriput, kulit kendur, dan hilangnya kelembapan pada kulit.

Karena dermis menghasilkan lebih sedikit kolagen, kemampun kulit untuk memperbaiki dirinya sendiri juga dapat menurun, akibatnya ini menghasilkan kulit wajah tipis.

Baca juga: Catat! Ini 8 Penyebab Muka Terlihat Cepat Tua

2. Paparan sinar matahari berlebih

Penyebab lain dari kulit tipis adalah paparan sinar matahari berlebih.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar kondisi pada kulit tertentu yang memengaruhi dermis, seperti kerutan, kulit kendur, munculnya bintik-bintik hitam, dan kulit yang menipis berkaitan dengan paparan sinar matahari berlebih.

Di sisi lain, paparan sinar ultraviolet A atau UVA dan UVB secara berlebih juga dapat merusak sel-sel kulit.

3. Obat-obatan tertentu

Kulit tipis juga bisa disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti krim steroid. Krim steroid dapat membuat sel-sel di epidermis lebih kecil. Tak hanya itu, ini juga dapat memengaruhi jaringan yang menghubungkan sel-sel kulit.

Di sisi lain, kortikosteroid topikal lainnya atau oral juga dapat berkontribusi terhadap kulit tipis.

4. Gaya hidup

Gaya hidup tidak sehat dapat mempercepat penuaan kulit dan menyebabkan penipisan kulit dari waktu ke waktu.

Merokok, kurang berolahraga, kurangnya asupan buah dan sayuran, serta terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi akan kandungan gula dan karbohidrat olahan adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan kulit wajah tipis.

Apakah kulit wajah tipis berbahaya?

Kulit tipis merupakan kondisi umum yang terjadi pada pertambahan usia. Biasanya, kulit tipis paling terlihat pada wajah, lengan, atau tangan.

Dikutip dari Medical News Today, kulit tipis tidak menyebabkan masalah medis, namun ini membuat kulit mudah memar. Maka dari itu, penting untuk melakukan penanganan pada kulit tipis.

Cara menangani kulit wajah tipis

Menghindari kontak dengan bahan kimia keras merupakan salah satu cara untuk melindungi dari kerusakan kulit. Di sisi lain, penggunaan krim yang mengandung vitamin A, yang lebih dikenal sebagai retinol atau retinoid juga dapat membantu mencegah kulit wajah tipis lebih lanjut.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018, dalam beberapa kasus retinol dapat membantu menormalkan tingkat ketebalan kulit. Meskipun demikian, retinol harus digunakan secara hati-hati.

Tak hanya itu saja, penting juga bagi kamu untuk menjaga kelembapan kulit, misalnya saja dengan menggunakan pelembap atau mencukupi asupan cairan dalam tubuh. Ini dapat membantu kulit tetap terhidrasi.

Untuk mencegah penipisan kulit lebih lanjut, kamu juga perlu menjaga kesehatan kulit, misalnya saja dengan mengonsumsi makanan bergizi. Sebaiknya, perbanyaklah konsumsi buah, sayuran, biji-bijian, atau protein.

Vitamin E yang juga ditemukan dalam beberapa makanan, seperti almond dan alpukat juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit, sehingga kulit dapat tetap kenyal.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai kulit wajah tipis. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya.  

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctordi sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 07 Juni 2021. Causes of and Treatments for Thin Skin 

Medical News Today (2018). Diakses pada 07 Juni 2021. How to manage thin skin 

Very Well Health (2021). Diakses pada 07 Juni 2021. What Is Thin Skin? 

NIH (2018). Diakses pada 07 Juni 2021. Topical retinol attenuates stress-induced ageing signs in human skin ex vivo, throughEGFR activation viaEGF, but notERK andAP-1 activation 

    register-docotr