Kulit & Perawatan Tubuh

Serba-serbi Jerawat Pasir: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

January 23, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Jerawat pasir biasanya masalah kulit yang cukup ringan dan dapat terjadi pada siapa saja. Orang dengan kondisi kulit ini juga tidak mendapatkan area kulit merah yang meradang atau bekas jerawat meluas. 

Cara terbaik untuk menghilangkan jerawat pasir adalah melakukan perawatan dengan teratur. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab dan penanganan jerawat pasir yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Selain Manfaat Hifu Wajah, Ketahui Pula Efek Samping serta Biayanya!

Apa itu jerawat pasir?

Jerawat pasir atau biasa disebut beruntusan merupakan jenis jerawat berukuran kecil yang muncul dalam jumlah banyak. Meskipun termasuk masalah kulit ringan, namun jerawat pasir akan menimbulkan ketidaknyamanan serta menurunkan kepercayaan diri seseorang.

Dilansir Healthline, jenis jerawat ini umumnya terbentuk seperti beberapa kondisi kulit, yakni komedo putih atau whitehead, papula atau benjolan kecil, serta komedo. Bentuk jerawat yang lebih parah mungkin melibatkan banyak area dan menyebabkan lesi.

Selain itu, kondisi ini juga akan mengakibatkan banyak pustula atau jerawat meradang dengan atasan putih dan nodul atau benjolan yang menyebabkan jaringan parut. Jerawat yang ringan ini juga dapat memburuk dari waktu ke waktu jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Penyebab umum jerawat pasir

Penyebab jerawat pasir biasanya terbentuk ketika minyak berlebih dan sel kulit mati menghalangi kelenjar penghasil minyak di kulit.

Hal ini akan menyebabkan pori-pori yang terkena membengkak ke luar dan menciptakan tonjolan kecil. Beberapa faktor dapat berkontribusi pada perkembangan jerawat, termasuk:

  • Iritasi kulit akibat kontak dengan minyak, pewarna, dan produk serupa
  • Produksi testosteron yang berlebihan sehingga meningkatkan produksi minyak
  • Kontak yang keras dengan kulit, seperti meremas jerawat, memiliki pengelupasan kimiawi, atau pengelupasan secara kasar

Orang yang memiliki kebiasaan merokok lebih mungkin mengalami jerawat pasir. Selain itu, bagi sebagian orang faktor makanan, seperti terlalu banyak makan susu atau gula dapat menyebabkan risiko terkena jerawat pasir.

Bagaimana cara mengatasi jerawat pasir?

Cara mengatasi jerawat pasir biasanya melibatkan penyesuaian kebiasaan perawatan kulit, penggunaan krim atau gel obat, dan terkadang mengubah pola makan.

Rutin perawatan kulit yang dirancang untuk mengurangi jerawat jenis ini mungkin akan melibatkan beberapa cara, seperti:

  • Mencuci muka dua kali sehari dengan sabun lembut dan air hangat untuk menghindari iritasi
  • Tidak menggunakan produk perawatan kulit, termasuk kosmetik yang mengandung minyak
  • Menerapkan resep atau obat topikal bebas setiap hari untuk membantu mengurangi beruntusan atau jerawat kecil

Seseorang mungkin perlu menggunakan obat setidaknya selama 8 pekan. Terdapat berbagai krim dan gel obat yang dapat membantu mengurangi minyak berlebih dan meningkatkan pergantian sel kulit.

Obat yang efektif biasanya mengandung adapalene, asam azelaic, benzoil glikolat, dan asam salisilat.

Penggunaan obat retinoid dengan resep dokter

Jika jerawat tidak merespons perawatan setelah beberapa bulan, maka segera konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan resep obat topikal yang disebut retinoid.

Obat ini memang dapat meningkatkan pergantian sel kulit, namun perlu resep karena bisa lebih abrasif pada kulit.

Tidak seperti jerawat yang meradang, jerawat kecil atau komedonal biasanya tidak merespons dengan baik terhadap pemberian antibiotik, pil isotretinoin, atau obat hormonal.

Oleh karena itu, dalam kasus ini dokter mungkin merekomendasikan perawatan berupa mikrodermabrasi, cryotherapy, atau bedah listrik.

Adakah pengobatan alami untuk kondisi ini?

Ada beberapa bukti bahwa pengobatan alami dapat membantu mengatasi jerawat karena efek antiinflamasi, antibakteri, atau antioksidan yang dimilikinya.

Pengobatan rumahan yang populer untuk mengatasi jerawat jenis ini bisa menggunakan minyak pohon teh, gel lidah buaya, madu, atau bawang putih.

Namun, sebelum menggunakan perawatan atau pengobatan kulit pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit. Selain itu, selalu lakukan uji tempel pada area kecil kulit untuk memastikan bahwa produk atau obat tidak menyebabkan iritasi.

Pencegahan munculnya jerawat pasir

Sebelum jerawat muncul, kamu bisa mencegahnya dengan berbagai cara. Menurut American Family Physician, menggunakan retinoid topikal bisa membantu mencegah pembentukan komedo lebih lanjut.

Selain itu, kamu juga perlu melakukan perubahan pada pola makan dengan menghilangkan makanan tinggi karbohidrat dan bergula. Hal ini dapat membantu menurunkan produksi androgen penyebab jerawat dan meminimalkan sekresi sebum.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Kulit Kombinasi: Mudah Berjerawat dan Kering di Waktu Bersamaan

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd (2011), diakses 14 Januari 2021. A Guide to Treating Mild Acne
  2. Very Well Health (2019), diakses 14 Januari 2021. How to Treat Mild Acne
  3. Healthline (2019), diakses 14 Januari 2021. Causes and Treatments for Mild Acne
  4. Medical News Today (2020), diakses 14 Januari 2021. What to know about comedonal acne
    register-docotr