Info Sehat

Guys! Ini 4 Bahaya Kebanyakan Tidur Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

January 23, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Kamu pasti sering mendengar tentang dampak buruk dari kebiasaan begadang, bukan? Tapi tahukah kamu, jika di sisi lain, bahaya kebanyakan tidur juga tak kalah mengerikan bagi kesehatan lho.

Pada dasarnya tidur adalah waktu ketika tubuh memperbaiki dan memulihkan dirinya sendiri. Jika terlalu sedikit istirahat dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan, lalu bagaimana jika kamu terlalu lama tidur?

Baca juga: Efek Samping Obat Tidur Sebelum Mengonsumsinya

Kapan seseorang disebut terlalu banyak tidur?

Secara umum, patokan seseorang tidur dengan cukup adalah 8 jam. Hal ini kemudian diperluas menjadi 7 sampai 9 jam, berdasarkan penelitian terbaru oleh National Sleep Foundation.

Jika lebih dari itu, maka kamu masuk dalam kategori kebanyakan tidur. Apabila hal ini hanya terjadi sesekali, tentu kamu tidak perlu khawatir.

Namun jika kebiasaan tersebut berlangsung secara rutin, atau kamu kerap tidak merasa cukup istirahat jika tidur kurang dari 9 jam, maka kamu perlu memeriksakan diri kepada dokter.

“Jika seseorang tidur terlalu banyak, lebih dari 9 jam setiap malam, kualitas tidurnya harus dievaluasi. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan lebih banyak waktu tidur. ”

Michele Roberge, Ahli Teknologi Polisomnografi Terdaftar di Florida, Amerika Serikat, kepada Amerisleep.

Bahaya kebanyakan tidur bagi kesehatan

Baik pada kondisi ekstrem pendek maupun panjang, jumlah waktu tidur akan berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental.

Terlalu banyak tidur dalam istilah medis disebut hypersomnia. Berikut adalah beberapa dampak buruk jika kamu mengalami kondisi ini:

Penurunan kemampuan berpikir

Tidur adalah aktivitas yang berperan dalam perkembangan otak. Saat tidur, otak tidak hanya memproses ingatan, tapi juga membersihkan dirinya dari hal-hal yang tidak diperlukan.

Mengutip Amerisleep, sebuah penelitian yang menggunakan data dari program pelatihan otak ‘Lumosity’ menemukan fakta bahwa kinerja otak dalam berpikir pada tiga jenis game yang berbeda semuanya memuncak saat pemainnya tidur dalam waktu sekitar 7 jam.

Sementara itu, hasilnya malah memburuk jika pemain game tersebut tidur terlalu sebentar maupun terlalu lama.

Hal ini sejalan dengan bukti penelitian yang dipublikasikan di NIH bahwa gangguan memori serta penurunan fungsi kognitif cenderung lebih mudah terjadi saat seseorang tidur dalam waktu terlalu lama.

Menimbulkan penyakit degeneratif

Ini adalah jenis penyakit akibat memburuknya jaringan maupun organ tubuh seiring dengan berjalannya waktu. Meski paling sering terjadi akibat proses penuaan, namun bukan berarti kondisi ini tidak bisa mengenai orang dengan usia muda.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa terlalu sedikit atau terlalu banyak tidur, sangat berkaitan erat dengan peningkatan faktor risiko penyakit Alzheimer, seperti demensia.

Baca juga: Tak Boleh Sembarangan! Pahami Jenis Obat Tidur dan Efek Sampingnya

Mengakibatkan depresi

Dilansir dari Webmd, meskipun insomnia lebih sering dikaitkan dengan depresi daripada terlalu banyak tidur. Namun kenyataannya sekitar 15 persen orang dengan depresi ternyata tidur dalam durasi yang berlebihan.

Kebiasaan tidur terlalu lama juga menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami gejala kecemasan, dibandingkan orang yang tidur dengan normal.

Sebuah studi tentang orang dewasa yang lebih tua juga menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 10 jam melaporkan kesehatan mental yang lebih buruk selama sebulan terakhir dibandingkan dengan mereka yang tidur normal.

Hal ini secara tidak langsung menjawab pertanyaan kenapa mengembalikan tidur ke pola yang sehat seringkali menjadi fokus pengobatan atas gangguan mental pada seseorang.

Kesuburan terganggu

Sebuah penelitian terhadap wanita Korea yang menjalani terapi fertilisasi in vitro, menemukan fakta bahwa wanita yang tidur selama 7 hingga 8 jam memiliki peluang terbaik untuk hamil, yakni sebesar 53 persen.

Sementara, wanita yang tidur hanya 6 jam atau kurang, berpeluang hamil hanya 46 persen, dan mereka yang tidur 9 sampai 11 jam memiliki peluang untuk hamil paling sedikit, yaitu sebesar 43 persen.

Dari penelitian ini juga diketahui bahwa jumlah waktu tidur memiliki dampak terhadap hormon dan siklus sirkadian, sehingga bisa memengaruhi kesuburan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

The largest human cognitive performance dataset reveals insights into the effects of lifestyle factors and aging, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3687527/diakses pada 14 Januari 2021

Oversleeping: The Effects & Health Risks of Sleeping Too Much, https://amerisleep.com/blog/oversleeping-the-health-effects/#:~:text=Too%20much%20sleep%20on%20a,or%20cumulatively%20during%20the%20week. diakses pada 14 Januari 2021

Physical Side Effects of Oversleeping, https://www.webmd.com/sleep-disorders/physical-side-effects-oversleeping diakses pada 14 Januari 2021

 

    Berita Terkait
    register-docotr