Info Sehat

Waspada! Konsumsi Vitamin Berlebihan Justru Bisa Mengganggu Fungsi Ginjal

July 6, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Selama pandemi, banyak masyarakat yang mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Ya, mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen memang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Akan tetapi, terlalu banyak mengonsumsi vitamin justru dapat menghilangkan manfaatnya, bahkan dapat membahayakan ginjal. Lantas, seperti apa aturan minum vitamin yang tepat?

Baca juga: Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Bentuk Sediaan Vitamin C: dari Tablet hingga Cair

Bahaya mengonsumsi vitamin secara berlebihan

Perlu kamu ketahui bahwa sumber vitamin terbaik adalah dari makanan bergizi dan seimbang. Meskipun demikian, jika kamu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dari makanan, mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen dapat membantu.

Untuk memperkuat daya tahan tubuh, terdapat beberapa vitamin yang harus dipenuhi, di antaranya adalah vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, hingga zinc. Akan tetapi, konsumsi vitamin tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Penting utnuk diketahui bahwa tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam hal penyerapan vitamin. Apabila vitamin dikonsumsi secara berlebihan, vitamin akan dibuang melalui urine dan risiko terburuk adalah kerusakan organ dalam, seperti ginjal.

“Pada umumnya (vitamin) disarankan didapat dari konsumsi makanan sehat. Tapi untuk kontak erat (COVID-19) disarankan konsumsi (suplemen tambahan). Paling lama konsumsi sebulan ya jangan lama-lama takutnya ganggu ginjal,” kata dokter spesialis gizi klinik, dr Raissa Edwina Djuanda.

Bahaya terlalu banyak mengonsumsi vitamin berdasarkan jenisnya

Masing-masing jenis vitamin juga dapat menyebabkan risiko jika dikonsumsi secara berlebihan. Misalnya saja seperti vitamin yang larut dalam air, ini termasuk vitamin C dan vitamin B.

Jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau berlebihan, vitamin C dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan.

Sementara itu, vitamin B3 (niasin) dapat menyebabkan kerusakan pada hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Vitamin B9 (folat) dapat memengaruhi fungsi mental dan justru berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Bukan hanya vitamin yang larut dalam air saja yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A hingga vitamin D, juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin A dapat menyebabkan hipervitaminosis A. sementara itu, kelebihan vitamin D juga dapat menyebabkan gejala seperti penurunan berat badan dan detak jantung yang tidak teratur.

Baca juga: Ini Beragam Jenis dan Fungsi Vitamin yang Perlu Kamu Tahu

Aturan minum vitamin yang tepat

Untuk menghindari bahaya tersebut, penting bagi kamu untuk mengetahui aturan meminum vitamin yang tepat. Nah, berikut ini adalah beberapa aturan tersebut:

1. Perhatikan dosisnya

Hal pertama yang perlu kamu pahami ketika akan mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen adalah dengan memerhatikan dosisnya. Hindari mengonsumsi vitamin lebih dari jumlah yang direkomendasikan.

Tak hanya itu, sebaiknya pertahankanlah tidak lebih dari jumlah nilai harian (daily value/DV). DV sendiri adalah jumlah vitamin atau nutrisi yang disarankan untuk seseorang untuk kesehatan yang optimal.

2. Perhatikan waktu minum vitamin

Waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin sangat bergantung pada jenis vitamin yang kamu konsumsi. Dikutip dari laman Cleveland Clinic, waktu yang terbaik untuk mengonsumsi vitamin D dan vitamin yang larut dalam lemak lainnya adalah setelah makan.

Sementara itu, vitamin yang larut dalam air menyerap paling baik ketika perut dalam kondisi kosong. Hal ini dapat berarti bahwa waktu yang paling tepat adalah pagi hari, 30 menit sebelum makan. Pilihan lainnya adalah dua jam setelah makan.

3. Selalu konsumsi vitamin sesuai dengan petunjuk

Ketika minum vitamin, penting juga bagi kamu untuk selalu mengikuti instruksi atau petunjuk pada kemasan atau instruksi yang diberikan oleh dokter.

Jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, akan lebih baik sebelum memutuskan mengonsumsi vitamin dalam bentuk suplemen, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.

Sampaikan kepada dokter tentang suplemen apapun yang hendak kamu konsumsi. Dengan begitu, dokter dapat membantumu menjaga dosis aman.

Mengonsumsi vitamin memang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, ingat bahwa tidak ada yang bisa menggantikan nutrisi dari sumber makanan utuh. Untuk meningkatkan sistem kekebalan kamu juga perlu mengonsumsi makanan bergizi dan menjalani gaya hidup sehat.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai bahaya konsumsi vitamin secara berlebihan. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait dengan dosis dan kebutuhan vitamin harian, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2021). Diakses pada 05 Juli 2021. The Best Time to Take Vitamins

Detik.com (2021). Diakses pada 05 Juli 2021. Hati-hati! Berlebihan Minum Vitamin Justru Bisa Ganggu Ginjal 

Healthline (2018). Diakses pada 05 Juli 2021. When is the Best Time to Take Vitamins? 

Healthline (2020). Diakses pada 05 Juli 2021. Can You Overdose on Vitamins?

Healthline (2018). Diakses pada 05 Juli 2021. Vitamin A: Benefits, Deficiency, Toxicity and More 

Webmd (2014). Diakses pada 05 Juli 2021. Getting Too Much of Vitamins And Minerals

Webmd (2021). Diakses pada 05 Juli 2021. How to Use Supplements Wisely 

    register-docotr