Info Sehat

Usai Gempa, Kamu Merasa Pusing? Ternyata Ini Penyebabnya

January 17, 2022 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Ketika gempa bumi terjadi, kamu pasti juga akan merasakan getarannya atau bahkan bisa sampai terasa seperti terombang-ambing apabila skalanya besar.

Hal itu, ternyata berdampak pada kesehatan tubuh atau yang dikenal sebagai post-earthquake dizziness (PEDs). Di mana kamu akan merasakan pusing setelah gempa terjadi. Lalu, apa penyebabnya? 

Penyebab post-earthquake dizziness

Studi cross-sectional mendaftarkan peserta dengan kondisi sehat yang mengalami gempa bumi di Kumamoto pada 2016. Hasil utama dari studi tersebut menunjukkan mereka mengalami pusing karena adanya disfungsi sistem tubuh dan kecemasan. 

Efek pusing setelah gempa ini secara signifikan memengaruhi gejala telinga bagian dalam, fungsi sistem, dan faktor psikologis. Kamu bisa mengalami gangguan sensorik yang disebabkan oleh getaran gempa, perubahan kondisi kehidupan, hingga stres. 

Penjelasan lain karena adanya tekanan psikologis yang menyebabkan gangguan keseimbangan. Namun, hipotesis lain menunjukkan, gangguan keseimbangan disebabkan oleh paparan secara berulang dari gempa bumi, sehingga mengganggu fungsi sistem tubuh. 

Bahkan hingga menyebabkan phantom earthquake syndrome

Bagi kamu yang mengalami gempa susulan bahkan bisa merasakan phantom earthquake syndrome, di mana bumi terasa seperti berguncang padahal sebenarnya diam. Ini terjadi untuk alasan yang sama dengan sea legs yaitu perasaan bergoyang ketika berjalan di tanah setelah lama berada di atas kapal.

Sistem keseimbangan otak membuat kamu tetap tegak dengan menganalisis sinyal yang dikirim oleh telinga, mata, kaki dan menggunakannya  untuk memprediksi arah mana yang naik. Biasanya, jika kamu membuat gerakan yang tidak terduga, seperti menginjak sesuatu yang lebih rendah, sistem motorik dengan cepat beradaptasi. 

Jadi, post-earthquake dizziness terjadi setelah seseorang mengalami gempa tanpa ada susulan getaran lain. Tetapi berbeda dengan phantom earthquake di mana akan berlangsung lebih lama dan dialami masyarakat yang sering mengalami gempa. 

Apakah PEDS dan phantom earthquake sydrome ini bisa hilang?

Bagi kebanyakan orang yang menderita atau mengalami post-earthquake dizziness dan phantom earthquake memang bersifat sementara. Rasa tidak seimbang akan memudar dalam waktu antara beberapa jam hingga beberapa hari. 

Tetapi dokter Daliah Wachs mengatakan, sementara phantom quakes memiliki efek jangka panjang yang mungkin dirasakan untuk sebagian orang seperti pusing, cemas berlebihan dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Dan rata-rata orang berusia 40 tahun ke atas dengan penyakit vertigo lebih rentan mengalami pusing setelah gempa bumi usai. 

Apakah akan timbul gejala lain yang dirasakan setelah gempa?

Selain pusing dan mual, sudah disebutkan sedikit sebelumnya bahwa gejala lain yang mungkin terjadi adalah rasa cemas berlebihan. Umumnya, mereka yang pernah menjadi korban gempa akan lebih khawatir karena berpikir bisa terjadi kapan saja.

Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang memilih untuk tinggal di luar rumah, dan justru menyebabkan penyakit lain seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut.

Cara mengatasi rasa pusing setelah terjadinya gempa

Sama seperti mabuk perjalanan, pusing setelah gempa dapat diringankan dengan melatih satu mata pada objek yang jauh, berbaring, atau minum cairan dingin atau panas. Apabila kamu mengalami pusing dengan tingkat yang cukup parah mungkin bisa minum antihistamin yang dijual bebas, atau pil mabuk perjalanan. 

Bagi kebanyakan orang, kecemasan yang dialami secara singkat, tidak parah, dan menghilang selama beberapa hari atau minggu. Namun, tanpa sadar rasa cemas tersebut juga dapat memperburuk kondisi orang-orang yang memiliki gangguan mental atau mereka yang mengalami stresor traumatis di masa lalu. 

Apabila kamu mengalami kecemasan akibat gempa, berikut empat hal mudah bisa dilakukan untuk membantu proses pemulihan: 

  • Cobalah untuk tetap melakukan rutinitas normal. 
  • Ungkapkan kekhawatiran dan ketakutan yang kamu alami kepada teman dan anggota keluarga terdekat. 
  • Beristirahat yang cukup, relaksasi, dan olahraga secara teratur. 
  • Mempersiapkan diri secara memadai untuk keadaan darurat. 

Namun, kamu perlu mewaspadai dan segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan apabila mengalami kecemasan selama lebih dari empat minggu, kesulitan untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, menarik diri dari keluarga atau kehidupan sosial. 

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference

Journals.plos.org (2021) diakses pada 17 Januari 2022. Post-earthquake dizziness syndrome following the 2016 Kumamoto earthquakes, Japan

Ncbi.nlm.nih.gov (2019) diakses pada 17 Januari 2022. Disturbances in equilibrium function after major earthquake

Ktnv.com (2019) diakses pada 17 Januari 2022. Phantom earthquakes, sickness common after quakes

Theguardian.com (2016) diakses pada 17 Januari 2022. After the earthquake: why the brain gives phantom quakes

Thejakartapost.com (2018) diakses pada 17 Januari 2022. After Lombok’s earthquakes: Now phantom quakes?

    register-docotr