Info Sehat

Terdapat Sel Darah Putih Berkadar Tinggi dalam Tes Urine, Apa Artinya?

January 6, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Leukosit, juga dikenal sebagai sel darah putih, adalah bagian sentral dari sistem kekebalan. Mereka membantu melindungi tubuh dari zat asing, mikroba, dan penyakit menular.

Lalu apa artinya jika hasil tes urine menunjukkan adanya sel darah putih? Simak ulasannya berikut ini!

Apa artinya jika dalam urine terdapat sel darah putih? 

Dilansir Healthline, tes sel darah lengkap (CBC) sering kali mencakup pengukuran tingkat leukosit, atau sel darah putih (WBC). Tingkat leukosit yang lebih tinggi dalam aliran darah dapat mengindikasikan infeksi.

Ini karena sel darah merah adalah bagian dari sistem kekebalan, dan membantu melawan penyakit dan infeksi.

Leukosit juga dapat ditemukan dalam urinalisis, atau tes urine. Tingkat sel darah putih yang tinggi dalam urin menunjukkan bahwa kamu mengalami infeksi. Dalam kasus ini, tubuh sedang mencoba melawan infeksi di suatu tempat di saluran kemih.

Biasanya, itu berarti kandung kemih atau uretra, yang merupakan saluran yang membawa air seni dari kandung kemih. Leukosit dalam urine juga bisa menunjukkan infeksi ginjal.

Penyebab sel darah putih ini muncul dalam urine

Melansir penjelasan dari laman Healthline, infeksi atau penyumbatan pada saluran kemih atau kandung kemih dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit dalam urine.

Infeksi mungkin lebih parah jika kamu hamil, yang meningkatkan kemungkinan timbulnya masalah seperti infeksi saluran kemih (ISK). Jika sedang hamil dan mengalami infeksi pada saluran kemih, penting untuk mendapatkan perawatan karena dapat mempersulit kehamilan.

Kamu berisiko terkena infeksi bakteri di kandung kemih jika menahan air seni terlalu lama sebelum buang air kecil. Menahan urine secara berulang-ulang dapat meregangkan kandung kemih terlalu banyak. 

Seiring waktu, hal itu membuat kandung kemih cenderung tidak kosong sepenuhnya saat pergi ke kamar mandi. Ketika urine tetap berada di kandung kemih, itu meningkatkan kemungkinan bakteri akan meningkat jumlahnya, yang dapat menyebabkan infeksi kandung kemih.

Sistitis tanpa komplikasi adalah nama lain untuk infeksi saluran kemih yang terbatas pada kandung kemih pada orang sehat yang tidak hamil.

Batu ginjal, tumor di panggul, atau jenis penyumbatan lain di saluran kemih juga dapat menyebabkan lebih banyak leukosit muncul dalam urine. 

Gejala yang perlu diperhatikan

Leukosit dalam urine tidak selalu menimbulkan gejala sendiri. Jika kamu memiliki leukosit dalam urine, gejala yang dialami juga akan bervariasi tergantung pada kondisi yang menyebabkan leukosit menumpuk di urine. Melansir dari penjelasan laman Healthline berikut ini beberapa gejalanya: 

  • Sering ingin buang air kecil
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Urine keruh atau berwarna merah muda
  • Urine berbau tajam
  • Nyeri panggul, terutama pada wanita

Gangguan pada saluran kemih dapat menyebabkan berbagai gejala tergantung pada lokasi dan jenis obstruksi. Pada kebanyakan kasus, gejala utamanya adalah nyeri di salah satu atau kedua sisi perut.

Batu ginjal dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan infeksi saluran kandung kemih, tetapi mungkin juga termasuk mual, muntah, dan nyeri hebat.

Siapa yang berisiko terkena penyakit ini? 

Wanita cenderung memiliki risiko lebih besar untuk infeksi saluran kemih, oleh karena itu umumnya wanita lebih mungkin memiliki leukosit dalam urin mereka. 

Begitu juga dengan wanita hamil cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi. Pria juga dapat mengembangkan infeksi ini. Memiliki prostat yang membesar, misalnya, meningkatkan risiko infeksi saluran kandung kemih pada pria.

Siapa pun yang memiliki sistem kekebalan yang lemah mungkin juga berisiko lebih tinggi untuk semua jenis infeksi.

Pemeriksaan dan diagnosis

Jika kamu sehat, masih bisa mengalami peningkatan leukosit di aliran darah dan urine. Kisaran normal dalam aliran darah adalah antara 4.500-11.000 WBC per mikroliter.

Jika dokter mencurigai kamu menderita ISK, kemungkinan besar mereka akan meminta untuk memberikan sampel urine. Mereka akan menguji sampel urine untuk:

  • Sel darah merah
  • Bakteri
  • Zat lainnya

Kamu pasti memiliki beberapa leukosit dalam urine bahkan saat tubuh dalam keadaan sehat, tetapi jika tes urine menunjukkan kadar tinggi, kemungkinan kamu mengalami infeksi.

Jika bakteri terdeteksi, dokter akan melakukan kultur urine untuk mendiagnosis jenis infeksi bakteri yang terdapat di dalam tubuh. 

Baca juga: Sering Nyeri saat Kencing? Yuk, Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Wanita!

Cara mencegah infeksi saluran kemih

Salah satu cara termudah untuk membantu menjaga saluran kemih bebas dari infeksi atau batu ginjal adalah dengan tetap terhidrasi. Minumlah beberapa gelas air setiap hari. Jika kamu memiliki kondisi seperti gagal jantung, dokter akan menyarankan agar kamu membatasi asupan cairan. 

Kemudian kamu bisa konsumsi cranberry dan minum jus cranberry karena dapat membantu menurunkan risiko terkena infeksi saluran kandung kemih.

Hal itu karena zat dalam cranberry dapat membantu melindungi kandung kemih dan mempersulit bakteri tertentu untuk menempel pada saluran kemih.

Beritahu dokter jika kamu melihat sesuatu yang tidak biasa tentang urine seperti warna, bau, atau ketidaknyamanan yang dialami saat buang air kecil.

Infeksi saluran kemih yang dimulai di uretra dapat menyebar ke kandung kemih dan ginjal, yang membuat masalahnya jauh lebih serius dan dapat menyebabkan komplikasi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses pada 5 Januari 2020. What You Should Know About Leukocytes in Urine
  2. Medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 5 Januari 2020. What do leukocytes in the urine mean? 

 

    Berita Terkait
    register-docotr