Info Sehat

Tenggorokan Kering Padahal Tidak Flu, Apa Penyebabnya?

April 28, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Tenggorokan kering bisa terjadi saat tidak flu, yang mungkin disebabkan oleh kondisi serius. Beberapa orang mengalami tenggorokan kering di bulan-bulan musim dingin.

Masalah tenggorokan kering mungkin juga akan disertai rasa yang kasar dan gatal. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tenggorokan sering saat tidak flu, yuk simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Ciri-Ciri Kekurangan Sel Darah Merah yang Tidak Boleh Diabaikan

Apa saja penyebab tenggorokan kering?

Dilansir Healthgrades.com, penyebab paling umum dari tenggorokan adalah mengeringnya selaput lendir. Beberapa penyebab tenggorokan kering saat tidak flu yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

Dehidrasi

Saat seseorang mengalami dehidrasi, maka mungkin akan mengalami tenggorokan kering. Saat mengalami dehidrasi, tubuh tidak menghasilkan banyak air liur yang biasanya membasahi mulut dan tenggorokan.

Beberapa tanda-tanda dari dehidrasi lainnya termasuk merasa sangat haus, buang air kecil lebih sedikit, memiliki urine berwarna gelap, kelelahan, dan pusing.

Untuk menghindari tenggorokan kering, pastikan untuk mendapatkan cukup asupan cairan seperti air putih.

Tidur dengan mulut terbuka

Jika saat bangun setiap pagi disertai dengan tenggorokan kering, maka masalahnya mungkin akibat tidur dengan mulut terbuka. Hal ini dikarenakan, udara akan mengeringkan air liur yang biasanya membuat mulut dan tenggorokan tetap lembap.

Perlu diketahui, pernapasan melalui juga dapat menyebabkan bau mulut dan kelelahan di siang hari. Kemacetan akibat alergi dingin atau kronis, serta masalah pada saluran hidung seperti septum yang menyimpang juga bisa mengakibatkan pernapasan lewat mulut saat tidur.

Refluks asam atau GERD

Tenggorokan kering mungkin merupakan gejala dari refluks asam atau GERD. Penyakit gastroesophageal reflux atau GERD adalah suatu kondisi yang menyebabkan asam naik dari perut ke kerongkongan. 

Cadangan asam itu sendiri disebut dengan refluks asam. Asam di dalam pipa makanan dapat menyebabkan tenggorokan yang terbakar dan kering, kesulitan menelan, batuk kering, suara parau, dan bersendawa.

Radang tenggorokan

Radang tenggorokan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes. Selain tenggorokan yang terasa kering, penderitanya juga akan merasakan sakit yang cukup mengganggu. 

Masalah peradangan ini dapat menyebabkan berbagai gejala umum. Beberapa gejala yang dimaksud berupa amandel bengkak, merah, atau bercak putih, mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ruam, mual dan muntah, serta pegal-pegal.

Bagaimana cara mengatasi tenggorokan kering?

Tenggorokan kering merupakan hal yang normal dan wajar dialami, bergantung pada penyebab yang mendasari. Beberapa cara tepat untuk mengatasi tenggorokan yang kering, antara lain sebagai berikut:

Minum lebih banyak cairan di siang hari

Rekomendasi tentang cairan yang harus diminum cukup bervariasi, namun rata-rata yang baik adalah 15,5 gelas cairan untuk pria dan 11,5 gelas cairan untuk wanita. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan sekitar 20 persen cairan dari buah-buahan serta sayuran.

Dengan minum lebih banyak cairan, rasa lelah akan berkurang, pengeluaran urine meningkat, dan urine akan berwarna lebih terang.

Namun, pastikan untuk menghindari konsumsi alkohol, kopi, dan minuman berkafein lainnya karena bisa menyebabkan dehidrasi.

Atasi hidung tersumbat

Tenggorokan kering akibat pernapasan melalui mulut saat tidur dapat disebabkan oleh hidung tersumbat. Karena itu, penting untuk mengatasi hidung tersumbat dengan dekongestan hidung, antihistamin, semprotan hidung, dan kortikosteroid.

Perhatikan gaya hidup

Jika tenggorokan kering akibat refluks asam atau GERD, maka bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup yang dimaksud seperti pertahankan berat badan, makan sedikit dan sering, hindari rokok, tidak mengonsumsi makanan pedas, berlemak, serta berkafein tinggi.

Selain mengubah gaya hidup, penderita GERD juga bisa diobati dengan beberapa obat-obatan. Obat-obatan tersebut yakni antasida, penghambat H2 seperti simetidin untuk mengurangi produksi asam lambung.

Konsumsi antibiotik jika perlu

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati radang tenggorokan, sebagai salah satu penyebab tenggorokan kering.

Untuk meredakan gejala radang tenggorokan, kamu juga bisa minum ibuprofen atau asetaminofen, berkumur dengan air hangat, dan dan mengisap tablet pereda tenggorokan.

Baca juga: Apakah DBD Harus Dirawat di RS? Begini Perawatan di Rumah yang Juga Dapat Dilakukan!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 27 April 2021. What Causes Dry Throat, and How Is It Treated?
  2. Medical News Today (2018), diakses 27 April 2021. How do you cure a dry throat?
  3. Healthgrades.com (2021), diakses 27 April 2021. Dry Throat
    register-docotr