Info Sehat

Merasa Panas Padahal Sedang Tidak Demam, Apa Penyebabnya?

August 5, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan kamu merasa suhu badan panas, tapi tidak sakit atau merasakan gejala penyakit apapun.

Ini bisa terjadi karena faktor eksternal, seperti makanan yang kamu konsumsi dan suhu lingkungan. Namun bisa juga karena adanya faktor internal berupa penyakit atau kondisi medis tertentu.

Untuk mengetahui apa saja penyebab suhu badan panas tapi tidak sakit, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Kapan kamu disebut mengalami demam?

Meski suhu badan kamu tinggi atau panas, tapi tidak selalu bisa disebut sebagai demam. Melansir Medical News Today, ada standar suhu sendiri untuk mengatakan seseorang mengalami demam.

Orang dewasa dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya di atas 38 derajat celcius. Sementara untuk anak-anak jika suhu tubuh mereka sudah di atas 37,5 derajat celcius.

Pastikan untuk memeriksa suhu sebelum kamu mengonsumsi obat pereda demam seperti ibuprofen atau acetaminophen (Tylenol).

Penyebab suhu badan panas tapi tidak sakit

Suhu badan panas tapi tidak sakit bisa disebabkan oleh faktor internal dan juga eksternal.

Faktor internal seperti penyakit dan kondisi medis tertentu. Sementara untuk penyebab eksternal mulai dari gaya hidup, cuaca sekitar, hingga pakaian yang kamu pakai.

Penyebab eksternal

Banyak faktor gaya hidup dan lingkungan dapat membuat seseorang merasa panas tetapi tidak sakit. Berikut beberapa di antaranya.

1. Cuaca panas

Dalam beberapa kasus, suhu ekstrem atau paparan sinar matahari yang berkepanjangan dapat menyebabkan kondisi kesehatan terkait panas, seperti terbakar sinar matahari, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan lebih jarang sengatan panas (heat stroke).

Kelelahan panas yang tidak diobati dapat berubah menjadi sengatan panas, yang bisa mengancam jiwa. 

Gejalanya meliputi kebingungan, kulit yang panas, kering, atau berubah warna, pingsan, atau tidak sadar. Jika seseorang memiliki tanda-tanda sengatan panas, segera hubungi bantuan medis.

2. Konsumsi makanan dan minuman tertentu

Mengonsumsi makanan atau minuman tertentu bisa menaikkan suhu tubuh kamu. Di antaranya makanan pedas, makanan atau minuman berkafein, dan alkohol.

Semua makanan dan minuman jenis ini dapat membuat tubuh kamu overdrive, meningkatkan detak jantung dan membuat tubuh tampak memerah, panas, dan berkeringat.

3. Olahraga atau aktivitas berat

Penyebab suhu badan panas tapi tidak sakit berikutnya adalah olahraga atau aktivitas berat. Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan panas tubuh seseorang, terutama jika kamu:

  • Tidak terbiasa olahraga secara teratur
  • Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik di lingkungan yang panas dan lembap
  • Memaksakan diri meskipun tubuh terasa sudah tidak kuat

Untuk mengatasinya kamu harus menghindari olahraga di waktu-waktu terpanas, minum lebih banyak air, dan perbanyak gerak ringan saja tanpa perlu memaksakan diri.

4. Pakaian yang dikenakan

Pakaian ketat atau berwarna gelap dapat meningkatkan panas tubuh dan mengurangi sirkulasi udara di sekitar kulit. 

Selain itu, bahan serat sintetis juga dapat memerangkap panas dan mencegah keringat menguap. Ini dapat menyebabkan suhu panas yang berlebihan dan peningkatan keringat.

Penyebab internal

Suhu badan panas tapi tidak sakit juga bisa menjadi tanda atau gejala kondisi medis tertentu, lho. Berikut ulasannya:

1. Gangguan kegelisahan

Saat kamu merasa stres atau cemas, maka gejala seperti panas dan berkeringat bisa mulai muncul. Kondisi ini terjadi karena meningkatnya denyut jantung dan suplai darah ke otot.

Tanda tersebut disebut dengan reaksi fight-or-flight. Gejala kecemasan emosional termasuk panik, takut, dan khawatir yang sulit dikendalikan. Gejala fisik lain dari stres dan kecemasan termasuk:

  • Kulit memerah
  • Tangan berkeringat
  • Gemetar
  • Sakit kepala
  • Gagap

2. Hipertiroidisme

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon tiroid. Hormon ini memiliki peran sentral dalam metabolisme tubuh. Hipertiroid terjadi ketika tiroid kamu terlalu aktif. 

Hipertiroidisme membuat metabolisme tubuh kamu overdrive, yang juga dapat menyebabkan rasa panas yang tidak biasa serta keringat berlebih. Gejala lain dari tiroid yang terlalu aktif termasuk:

  • Nafsu makan meningkat
  • Gelisah dan cemas
  • Jantung berdetak kencang atau tidak teratur
  • Tangan gemetar
  • Rasa lelah
  • Perubahan pada rambut
  • Sulit tidur
  • Diare

Baca Juga : Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Tifus dan Demam Tifoid: Gejala, Diagnosis dan Cara Mencegahnya

3. Diabetes

Menurut International Diabetes Federation, orang dengan diabetes mungkin merasa lebih sensitif terhadap panas daripada yang lain. Kondisi ini bisa terjadi karena dua faktor: dehidrasi dan komplikasi.

Orang dengan diabetes menjadi dehidrasi lebih cepat selama cuaca panas.  Selain itu diabetes dapat menyebabkan komplikasi yang merusak pembuluh darah dan saraf, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kelenjar keringat.

4. Anhidrosis

Jika kamu sering merasa kepanasan tapi keringat yang keluar sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, kamu mungkin mengalami kondisi yang disebut anhidrosis.

Anhidrosis adalah kondisi di mana kamu tidak berkeringat sebanyak yang dibutuhkan tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan suhu tubuh kamu terlalu panas. Gejala-gejala anhidrosis lainnya termasuk:

  • Ketidakmampuan tubuh untuk mendinginkan dirinya
  • Kram otot
  • Pusing
  • Flushing

5. Multiple sclerosis (MS)

Seseorang dengan penyakit multiple sclerosis mungkin lebih peka terhadap panas. Bahkan sedikit peningkatan suhu tubuh dapat menyebabkan gejala MS muncul atau memburuk.

Penyebabnya bisa cuaca hari-hari yang panas dan lembap, mandi air panas, demam, atau olahraga yang intens.

6. Penyebab suhu badan panas tapi tidak sakit pada wanita

Kondisi seperti kehamilan, menopause, siklus menstruasi, perimenopause, dan insufisiensi ovarium primer juga bisa menyebabkan suhu badan panas tapi tidak sakit.

Menurut National Health Service, relatif umum bagi wanita hamil untuk merasa lebih panas dari biasanya. Ini terjadi karena perubahan hormon, yang meningkatkan suplai darah ke permukaan kulit.

Peningkatan suhu selama tahap ovulasi dari siklus menstruasi juga sangat umum terjadi. Selain itu, wanita dapat mengalami hot flash selama, sebelum, dan setelah menopause.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Medical News Today. Diakses pada 2 Agustus 2020. Why do I feel hot but have no fever?

Healthline. Diakses pada 2 Agustus 2020. Why Am I Always Hot?

    register-docotr