Kamus Penyakit

Yuk, Kenali Penyebab Panas Dalam yang Umum Dialami Banyak Orang

July 8, 2020 | Dani Kosasih | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyebab panas dalam biasanya selalu dikaitkan dengan kebiasaan seseorang mengonsumsi makanan yang memicu panas dalam secara berlebihan.

Melansir dari healthhub.sg dalam filosofi pengobatan tiongkok, istilah panas dalam selalu berhubungan dengan kebiasaan mengonsumsi makanan panas yang dikonsumsi secara berlebihan.

Namun, istilah panas dalam sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Justru munculnya panas dalam selalu dikaitkan dengan gejala yang timbul terhadap risiko penyakit-penyakit tertentu, seperti sakit tenggorokan.

Keluhan yang dikaitkan dengan panas dalam

Beberapa keluhan umum yang sering muncul saat seseorang mengalami panas dalam adalah:

  • Bibir pecah-pecah
  • Sakit gigi
  • Mimisan
  • Sariawan
  • Sakit tenggorokan
  • Mengalami rasa atau sensasi panas di dada
  • Tidak nafsu makan

Penyebab panas dalam yang dikaitkan dengan sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah kondisi umum yang paling sering dikaitkan dengan kondisi panas dalam. Walaupun panas dalam bisa juga dikaitkan dengan gejala awal dari reaksi terhadap infeksi virus maupun bakteri.

Berikut beberapa kondisi yang berhubungan dengan sakit tenggorokan dan sering dikaitkan sebagai penyebab panas dalam, seperti:

Infeksi virus

Infeksi virus memberikan potensi hingga 90 persen terhadap sakit tenggorokan.

Radang tenggorokan dan infeksi bakteri

Infeksi bakteri juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Kondisi yang paling umum terjadi akibat infeksi bakteri adalah radang tenggorokan.

Bahkan, radang tenggorokan menyebabkan hampir 40 persen dari kasus sakit tenggorokan pada anak-anak.

Alergi

Sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap pemicu alergi seperti serbuk sari, rumput, dan bulu hewan peliharaan.

Saat bereaksi, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan bahan kimia yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, mata berair, bersin, dan iritasi tenggorokan.

Udara kering

Udara kering dapat menyedot kelembaban dari mulut dan tenggorokan hingga membuat mulut dan tenggorokan terasa kering dan gatal.

Asap, bahan kimia, dan faktor iritan lainnya

Banyak bahan kimia dan zat lain di lingkungan sekitar yang mampu mengiritasi tenggorokan, seperti:

  • Rokok dan asap rokok bagi perokok pasif
  • Polusi udara
  • Produk pembersih dan bahan kimia lainnya

Penyakit refluks gastroesofagus (GERD)

GERD adalah naiknya asam lambung ke tenggorokan. Kondisi GERD mampu membuat orang yang mengalaminya terkena serangan seperti dada terasa panas seperti terbakar.

Kondisi dada yang terasa panas ini seringkali dikaitkan dengan gejala panas dalam.

Dada yang terasa panas seperti terbakar akibat GERD sering dianggap sebagai kondisi panas dalam. Foto: Freepik.com

Penyebab panas dalam yang dikaitkan dengan gaya hidup

Selain dikaitkan dengan sakit tenggorokan, penyebab panas dalam juga bisa dikaitkan dengan gaya hidup dan pola makan, seperti:

Gaya hidup dan pola makan tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol bisa menjadi faktor penyebab seseorang mengalami panas dalam.

Selain itu, konsumsi makanan tidak sehat juga memiliki risiko yang sama, seperti:

  • Konsumsi makanan berminyak secara berlebihan
  • Konsumsi makanan pedas secara berlebihan
  • Konsumsi kafein secara berlebihan

Konsumsi makanan tinggi kalori atau yang diolah dengan cara memasak dengan menggunakan suhu tinggi, seperti:

  • Daging merah
  • Durian
  • Cokelat
  • Makanan yang kaya akan lemak seperti kari atau rendang

Obat rumahan untuk sakit tenggorokan dan panas dalam

Karena penyebab panas dalam sering dikaitkan dengan sakit tenggorokan, maka kamu bisa mencoba beberapa jenis pengobatan rumahan yang umum dilakukan untuk mengatasi permasalahan tenggorokan ini.

Beberapa cara tersebut adalah:

  • Berkumur dengan air hangat yang dicampur dengan 1/2 hingga 1 sendok teh garam
  • Minum cairan hangat yang terasa menenangkan di tenggorokan, seperti teh panas dengan madu atau air hangat dengan campuran lemon
  • Dinginkan tenggorokan dengan mengonsumsi makanan dingin seperti es loli atau es krim
  • Mengisap sepotong permen herbal yang mengandung mint
  • Gunakan pelembab ruangan untuk menambah kelembapan ke udara dalam ruangan
  • Istirahatkan suara kamu hingga tenggorokan terasa lebih nyaman

Kondisi yang mengharuskan kamu berobat ke dokter

Panas dalam atau sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam dua hingga tujuh hari.

Namun ada beberapa penyebab panas dalam dan sakit tenggorokan yang perlu mendapat perhatian medis, seperti:

  • Kondisi sakit tenggorokan parah
  • Mengalami kesulitan untuk menelan
  • Mengalami kesulitan untuk bernapas
  • Mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat selsius
  • Mengalami nyeri pada telinga
  • Mengalami kondisi air liur yang mengeluarkan darah atau dahak
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari seminggu

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. healthhub.sg. Diakses 2 Juli 2020. https://www.healthhub.sg/live-healthy/800/Heaty-and-cooling-09Nov2015-NHG

2. healthline.com (2019). Diakses 2 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/sore-throat#when-to-see-a-doctor

3. mayoclinic.org. Diakses 2 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615

4. mayoclinic.org. Diakses 2 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635#:~:text=The%20most%20common%20cause%20of,with%20antibiotics%20to%20prevent%20complications.

    register-docotr