Mengenal Kondisi Demam pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Demam pada anak terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi suhu batas normal. Namun, Moms juga harus mengetahui kalau suhu tubuh anak bisa berubah-ubah tergantung aktivitasnya.

Biasanya suhu tubuh anak akan sedikit lebih rendah di pagi hari dan sedikit lebih tinggi di malam hari.

Baca Juga: Mengenal Gangguan Disfungsi Ereksi, Mimpi Buruk Bagi Pria

Suhu demam pada anak

Secara umum, suhu tubuh anak normal rata-rata berkisar antara 36,6 derajat Celsius hingga 37,2 derajat Celsius. Jika lebih dari suhu normal tersebut, kemungkinan anak bisa dikatakan demam.

Pengukuran kondisi suhu tubuh anak saat demam bisa diukur melalui tiga cara, yaitu:

  • Suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celsius ketika diukur melalui dubur
  • Suhu tubuh anak mencapai 37,2 derajat Celsius ketika diukur melalui ketiak
  • Suhu tubuh anak mencapai 37,8 derajat Celsius ketika diukur melalui mulut

Gunakan termometer digital untuk mengetahui demam pada anak

Menggunakan termometer digital untuk mengukur suhu tubuh pada anak lebih disarankan daripada menggunakan termometer air raksa. Pengukuran suhu tubuh yang cukup akurat untuk mendeteksi ada tidaknya demam pada anak juga disarankan melalui dubur ketimbang melalui mulut atau ketiak.

Penggunaan termometer digital ini sangat disarankan oleh American Academy of Pediatrics (AAP) karena penggunaan termometer digital dianggap lebih aman daripada termometer air raksa. Selain itu, termometer digital juga lebih akurat dalam mengukur suhu tubuh.

AAP merekomendasikan penggunaan termometer digital dibandingkan termometer air raksa. Foto: Shutterstock.com

Cara menggunakan termometer digital melalui dubur

Untuk mengukur demam pada anak, pertama-tama Moms harus membersihkan ujung termometer dengan alkohol atau sabun dan air. Setelah itu bilas dengan air hangat dan keringkan. Oleskan sedikit pelumas, seperti petroleum jelly, di ujungnya.

Tempatkan perut anak di pangkuan Moms lalu tahan anak dengan meletakkan telapak tangan Moms di punggung bawahnya. Atau, Moms bisa meletakkan anak menghadap ke atas dan tekuk kakinya ke dada lalu letakkan tangan Moms yang bebas di belakang paha anak.

Nyalakan termometer dan masukkan setengah hingga satu inci termometer ke dalam lubang anal (tidak perlu terlalu dalam). Pegang termometer dan tahan sekitar satu menit. Saat Moms mendengar bunyi bip, lepaskan termometer dan periksa keterangan suhunya.

Setelah selesai digunakan, pastikan termometer dibersihkan kembali dan berikan label pada termometer tersebut agar tidak salah digunakan untuk mulut.

Cara menggunakan termometer digital melalui oral atau mulut

Moms bisa menggunakan termometer digital melalui mulut paling tidak 15 menit setelah anak makan atau minum. Terlebih dahulu jangan lupa untuk membersihkan termometer sebelum digunakan.

Setelah itu nyalakan termometernya dan letakkan ujung termometer di bawah lidah ke arah belakang mulut. Tahan sebentar hingga terdengar bunyi bip.

Cara menggunakan termometer digital melalui bawah ketiak

Pertama-tama bersihkan termometer kemudian nyalakan. Setelah itu letakkan ujung termometer pada lipatan ketiak anak. Pastikan termometer menyentuh kulit dan bukan pada lipatan pakaian anak. Selanjutnya tahan termometer pada tempatnya hingga terdengar bunyi bip.

Gejala demam pada anak

Gejala demam pada anak tidak selalu bisa terlihat dengan jelas. Meskipun begitu, ada beberapa tanda yang bisa membuat Moms melakukan antisipasi.

Beberapa tanda demam pada anak bisa dilihat melalui dua gejala, yaitu gejala kondisi dan gejala perilaku.

Gejala kondisi saat anak demam

Gejala kondisi bisa dipantau melalui tanda-tanda berikut:

  • Kejang
  • Ruam kulit
  • Leher kaku
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Sakit kepala parah
  • Mudah berkeringat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit terasa panas atau memerah
  • Mengi atau kesulitan bernapas
  • Sendi yang bengkak atau bengkak
  • Muntah atau diare terus-menerus
  • Sakit telinga atau menarik telinga
  • Suhu tubuh yang naik turun selama beberapa hari
  • Pembengkakan titik lunak di kepala bayi

Gejala perilaku saat anak demam

Gejala perilaku saat anak demam bisa dipantau melalui tanda-tanda berikut:

  • Cerewet
  • Penampilan pucat
  • Mudah tersinggung
  • Merintih kedinginan
  • Lebih mudah menangis
  • Bernafas dengan cepat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Menjadi lebih pendiam
  • Mudah merasa lelah dan lesu
  • Badan terasa hangat atau panas
  • Sering menangis dengan nada tinggi
  • Tidak responsif terhadap rangsangan
  • Menunjukkan perubahan dalam kebiasaan tidur atau makan.

Penyebab demam pada anak

Sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, seperti:

  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami demam berdarah
  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami radang pada telinga (otitis)
  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami radang pada amandel (tonsillitis)
  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami radang pada sinus (sinusitis)
  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami gangguan saluran pernapasan
  • Infeksi yang menyebabkan anak mengalami diare akibat makanan yang terkontaminasi kuman (gastroentritis)
  • Infeksi virus roseola atau infeksi virus yang ditandai dengan demam dan kemunculan ruam merah di kulit

Alasan lain anak mengalami demam:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik, anti-kejang dan obat tekanan darah
  • Mengalami gangguan autoimun
  • Mengalami efek samping terhadap beberapa jenis vaksinasi untuk anak.

Penyebab demam pada anak yang paling sering dialami

Melansir dari kidshealth.org, radang tenggorokan merupakan penyebab paling umum demam pada anak. Hal ini disebabkan karena anak seringkali melakukan kegiatan yang bersentuhan dengan mulutnya. Sehingga bakteri atau kuman lebih mudah menyerang bagian tenggorokan.

Ketika kuman-kuman ini masuk dan membuat anak Moms sakit, termostat tubuh pasti akan bereaksi dan membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi. Mengapa begitu? Karena para peneliti percaya bahwa suhu tubuh yang melonjak saat terserang kuman merupakan cara tubuh melawan kuman.

Demam pada anak juga merupakan pertanda baik bagi tubuhnya. Moms tidak perlu terlalu khawatir apabila anak tiba-tiba demam, karena itu merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh anak masih berfungsi.

Moms justru khawatir saat anak terlihat sakit namun tidak demam. Karena banyak penyakit yang menyerang tubuh anak tanpa gejala demam.

Kapan demam pada anak bisa dianggap berbahaya?

Meskipun demam pada anak bisa dianggap sebagai pertanda baik bagi tubuhnya, namun ada beberapa kondisi yang tetap harus Moms perhatikan, seperti:

Demam pada anak di bawah usia 3 bulan

Jika anak masih dalam usia kurang dari 3 bulan dan memiliki suhu pada dubur sekitar 38 derajat Celsius, Moms harus segera menghubungi dokter karena bisa menjadi tanda infeksi yang berpotensi serius pada anak yang masih sangat kecil.

Demam pada anak usia 3 bulan hingga 3 tahun

Jika anak berusia antara 3 bulan hingga 3 tahun dan mengalami demam sekitar 39 derajat Celsius atau lebih tinggi, Moms harus segera membawa anak ke rumah sakit.

Demam pada anak usia di atas 3 tahun

Untuk anak di atas 3 tahun, biasanya kondisi demam akan sangat dipengaruhi oleh aktivitasnya sehari-hari.

Jika Moms mencurigai bahwa anak Moms mengalami gejala demam, mungkin Moms bisa mempertimbangkan apakah anak bisa dirawat di rumah atau harus di bawa ke dokter.

Berikut kemungkinan tanda demam pada anak di atas 3 tahun yang mungkin tidak serius dan bisa Moms rawat di rumah:

  • Masih aktif dan tertarik untuk bermain
  • Kondisi nafsu makan dan minum masih baik
  • Memiliki warna kulit normal dan tidak pucat
  • Terlihat sehat saat suhu sedang naik turun

Jika Moms mengalami anak yang kehilangan nafsu makan saat demam, Moms tidak perlu terlalu khawatir. Kondisi seperti ini sangatlah umum apabila anak masih memiliki nafsu untuk minum dan buang air kecil secara normal.

Merawat demam pada anak di rumah

Jika kondisi demam pada anak masih dalam tahap ringan, untuk pertolongan pertama, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut:

Perawatan tanpa obat

  • Berikan anak pakaian yang tidak terlalu tebal agar tidak mudah berkeringat
  • Jaga suhu kamar agar tetap terasa sejuk dan nyaman
  • Bantu anak untuk mengonsumsi cukup cairan agar tidak mengalami dehidrasi
  • Untuk menghindari dehidrasi, Moms bisa memberikan beberapa jenis asupan selain air putih yang disukai anak seperti jus buah atau larutan elektrolit
  • Biarkan anak untuk tetap bermain dan beraktivitas. Namun tetap jaga agar anak tidak mengalami kelelahan yang berlebih.

Perawatan dengan obat

Untuk meringankan gejala demam atau menurunkan suhu panas pada anak dengan kondisi 38,9 derajat Celsius, Moms mungkin bisa mencoba memberikan acetaminophen atau ibuprofen.

Namun Moms harus ingat, jangan memberikan ibuprofen kepada anak yang mengalami dehidrasi atau muntah.

Hal-hal yang tidak boleh Moms lakukan

Jika Moms memilih untuk merawat anak di rumah, ada beberapa hal yang harus Moms perhatikan agar tidak terjadi kesalahan dan komplikasi pada anak. Beberapa hal tersebut adalah:

  • Jangan membiarkan anak melepas pakaiannya apabila basah karena keringat. Jika memungkinkan, Moms bisa mengganti pakaiannya dengan yang kering.
  • Jangan memberikan anak pakaian yang terlalu tebal dan melapisi tidurnya dengan selimut yang tebal
  • Jangan memberikan aspirin pada anak di bawah 16 tahun
  • Jangan memberikan campuran obat antara ibuprofen dan parasetamol, kecuali jika dianjurkan oleh dokter
  • Jangan memberikan parasetamol kepada anak di bawah 2 bulan
  • Jangan berikan ibuprofen kepada anak di bawah 3 bulan atau di bawah 5kg
  • Jangan memberikan ibuprofen kepada anak-anak dengan asma.

Kondisi demam pada anak yang harus dibawa ke dokter

Mom harus benar-benar waspada dan segera membawa anak ke dokter apabila mengalami kondisi seperti berikut:

  • Anak berusia lebih muda dari usia 6 bulan dan mengalami demam yang tidak kunjung reda
  • Tidak ada anggota keluarga yang bisa menangani kondisi demam pada anak di rumah
  • Anak mengalami dehidrasi parah akibat beberapa kondisi seperti diare
  • Anak mengalami kondisi fisik seperti mata cekung, popok kering atau kulit menguningd
  • Kondisi anak semakin memburuk atau muncul gejala baru dan terus berkembang
  • Anak mengalami kejang hebat
  • Anak memiliki ruam ungu atau merah yang sangat jelas
  • Anak mengalami pernapasan yang pendek
  • Anak merasakan sakit pada kepala yang tidak hilang hingga beberapa hari
  • Anak memiliki kondisi mual dan muntah terus menerus

Diagnosis demam pada anak

Untuk melakukan diagnosis demam pada anak, terlebih dahulu dokter mungkin akan melakukan wawancara terhadap kondisi anak dan orang tua.

Dokter akan bertanya tentang makanan dan minuman yang dikonsumsi atau aktivitas yang dilakukan anak. Mungkin dokter juga akan bertanya terkait riwayat kesehatan anak dan orang tua.

Setelah melakukan wawancara, kemungkinan dokter akan melakukan pemeriksaan fisik kepada anak. Setelah itu, jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah hingga foto rontgen.

Langkah pencegahan demam pada anak

Karena sebagian besar kondisi demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, ada baiknya bagi Moms untuk membatasi paparan penyebab infeksi tersebut.

Untuk mencegah demam pada anak, Moms bisa melakukannya dengan beberapa cara seperti:

Membiasakan anak mencuci tangan

Mengajari anak untuk lebih sering mencuci tangan bisa membantu mencegah demam. Terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain dan setelah berada di dekat sejumlah besar orang

Tunjukkan pada anak-anak cara mencuci tangan dengan benar. Instruksikan anak untuk mencuci bagian depan dan belakang telapak tangan masing-masing dengan sabun dan bilas sampai bersih di bawah air mengalir

Membawa pembersih tangan sendiri

Bawalah pembersih tangan atau tisu antibakteri. untuk mencegah demam pada anak. Pembersih tangan atau hand sanitizer bisa berguna ketika kamu dan anak tidak memiliki akses untuk memperoleh sabun dan air

Ajari anak tidak menyentuh wajah

Untuk mencegah demam, ajari anak untuk tidak menyentuh hidung, mulut, atau mata. Bagian tubuh tersebut merupakan titik yang mudah untuk terpapar virus dan bakteri hingga menyebabkan infeksi

Ajari anak menangani batuk

Ajari anak agar selalu menutup mulut saat batuk dan bersin

Biasakan anak membawa alat makan sendiri

Ajari anak untuk selalu membawa tempat minum dan makan sendiri agar tidak berbagi dengan orang lain

Jika kamu memiliki pertanyaan terkait demam pada anak, silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

1. healthline.com (2019). Diakses 2 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/fever#prevention

2. nhsinform.scot. Diakses 2 Juli 2020. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/fever-in-children

3. nhs.uk. Diakses 2 Juli 2020. https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/

4. ncbi.nlm.nih.gov. Diakses 2 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK154436/

5. mayoclinic.org. Diakses 2 Juli 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/diagnosis-treatment/drc-20352764

6. aappublications.org (2009). Diakses 2 Juli 2020. https://www.aappublications.org/content/30/11/29.2#:~:text=Use%20a%20digital%20thermometer%20to,(under%20the%20arm)%20temperature.&text=A%20normal%20temperature%20for%20a,to%20be%20a%20possible%20fever.

7. kidshealth.org. Diakses 2 Juli 2020. https://kidshealth.org/en/kids/fever.html

8. stanfordchildrens.org (2019). Diakses 2 Juli 2020. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=not-all-fevers-need-treatment-88-p11048

9. familydoctor.org. Diakses 2 Juli 2020. https://familydoctor.org/condition/fever-in-infants-and-children/

10. healthline.com (2019). Diakses 2 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/what-is-normal-body-temperature#fever-symptoms

11. kidshealth.org. Diakses 2 Juli 2020. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html#:~:text=It’s%20a%20fever%20when%20a,%C2%B0F%20(37.2%C2%B0C)

12. emedicinehealth.com (2020). Diakses 2 Juli 2020. https://www.emedicinehealth.com/scarlet_fever/article_em.htm

13. emedicinehealth.com (2020). Diakses 2 Juli 2020. https://www.emedicinehealth.com/fever_in_children/article_em.htm#what_causes_fever_in_children

14. healthline.com (2018). Diakses 2 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/roseola

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin