Info Sehat

Stres Bisa Memicu Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut Lho!

May 4, 2022 | Arianti Khairina | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Setiap orang pasti memiliki reaksi yang berbeda terhadap stres, ada yang sakit kepala, sakit perut, bahkan hingga timbul rasa cemas berlebihan. Namun tahukah kamu bahwa stres juga dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut? 

Masalah gigi dan mulut yang timbul akibat stres

Perlu kamu ketahui bahwa masalah gigi dan mulut tidak selalu diakibatkan karena mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, tetapi juga bisa dampak dari kondisi pikiran atau stres.

Berikut ini beberapa masalah gigi dan mulut yang timbul akibat stres: 

1. Kebiasaan menggertakkan gigi

Menggertakkan gigi atau bruxism adalah tindakan yang umum dilakukan saat seseorang sedang mengalami stres dan cemas. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka menggertakkan gigi, terutama pada malam hari saat tidur. Menggertakkan gigi menyebabkan gigi terkelupas, sensitivitas gigi, lekukan lidah, dan nyeri di pelipis. 

Ada beberapa cara untuk mengatasi bruxism yaitu dengan menggunakan pelindung mulut untuk mengurangi sensasi saat menggertakkan gigi. Alat ini juga membantu mengurangi rasa sakit dan mencegah keausan gigi, serta melindungi dari kerusakan lebih lanjut.

Perawatan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gigi ini adalah dengan melakukan latihan relaksasi otot dan  sleep hygiene. Jika mengalami stres atau kecemasan, Cognitive Behavioural Therapy (CBT) juga bisa menjadi salah satu latihan yang akan direkomendasikan. 

Kondisi ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi di mulut, termasuk penyakit gusi. 

2. Mulut kering

Mulut kering atau xerostomia mengacu pada suatu kondisi di mana kelenjar ludah tidak membuat air liur yang cukup untuk menjaga mulut tetap basah. Air liur membantu mencegah kerusakan gigi dengan menetralkan asam yang diproduksi oleh bakteri, membatasi pertumbuhan bakteri dan membersihkan partikel makanan. 

Air liur juga meningkatkan kemampuan  untuk merasakan dan membuatnya lebih mudah untuk dikunyah dan ditelan. Selain itu, enzim dalam air liur membantu pencernaan.

Penurunan air liur dan mulut kering dapat berkisar dari sekadar gangguan hingga sesuatu yang berdampak besar pada kesehatan umum seperti gigi, gusi, dan nafsu makan. 

Sederhananya, air liur menghilangkan partikel makanan dari gigi, menjaga kelembaban, meremineralisasi email, dan membantu melawan bakteri. Tetapi saat stres, kamu mengalami penurunan produksi air liur yang mengakibatkan banyak penumpukan plak dan peningkatan masalah gigi. 

Terlalu sering menggunakan alkohol dan tembakau juga dapat menyebabkan mulut kering yang menyebabkan kerusakan gigi serta penyakit gusi. Cara mengatasi atau pengobatan untuk mulut kering ini akan bergantung pada penyebabnya.

3. Menggigit kuku

Menggigit kuku bisa menjadi tanda stres emosional atau mental. Ini cenderung muncul pada orang yang gugup, cemas atau merasa sedih. Menggigit kuku adalah cara untuk mengatasi perasaan yang sedang dialami. 

Kamu mungkin juga pernah melakukan ini pada saat bosan, lapar, atau tidak nyaman. Kebanyakan orang menggigit kuku tanpa sadar atau berpikir terlebih dahulu.

Menggigit kuku biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Tetapi bisa mengakibatkan beberapa hal seperti bentuk kuku berubah saat tumbuh, gigi retak, atau patah, bahkan hingga masalah rahang. Salah satu cara untuk menghindari agar tidak melakukan hal ini saat stres bisa dengan memotong pendek kukumu. 

4. Sariawan

Sariawan adalah luka yang terbentuk di jaringan lunak mulut, biasanya di sepanjang bibir bagian dalam, bawah lidah, dan sepanjang dinding pipi. Ukuran sariawan ini biasanya kecil dan bulat, serta berwarna putih atau kuning. 

Meskipun sebagian besar umumnya tidak berbahaya dan cenderung sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua minggu, namun sariawan bisa sangat mengganggu. Meskipun sariawan telah dikaitkan dengan alergi dan perubahan hormonal, banyak orang yang rentan terkena sariawan karena stres.

Kombinasi stres emosional dan kelelahan bisa menjadi penyebab sariawan. Ada juga beberapa kasus ditemukan bahwa sariawan tersebut tidak muncul saat sedang stres, tetapi justru hadir setelahnya.

Mengelola stres, mengurangi kecemasan, dan banyak tidur dapat membantu mencegah sariawan dan membantu proses penyembuhan lebih cepat. Cobalah untuk melakukan yoga, meditasi, olahraga, atau konseling ke dokter. 

Selain itu, pastikan juga untuk selalu menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan obat kumur, serta melakukan pemeriksaan secara teratur ke dokter gigi. 

Baca juga: Perbedaan Sariawan dan Herpes di Mulut yang Perlu Diketahui

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Sudah punya asuransi kesehatan dari perusahaan tempatmu bekerja? Ayo, manfaatkan layanannya dengan menghubungkan benefit asuransi milikmu ke aplikasi Good Doctor! Klik link ini, ya.

Reference
  1. Blueislandsmiles.com (2021) diakses pada 4 Februari 2022. 7 Ways Stress Affects Your Oral Health
  2. Nhs.uk (2020) diakses pada 4 Februari 2022. Teeth grinding (bruxism)
  3. Mayoclinic.org (2018) diakses pada 4 Februari 2022. Dry mouth
  4. Webmd.com (2022) diakses pada 4 Februari 2022. Why Do I Bite My Nails and How Do I Stop?
  5. Pioneerdental.net (2017) diakses pada 4 Februari 2022. Canker Sores and Stress
  6. Cigna.com (2019) diakses pada 4 Februari 2022. Stress and Your Oral Health
    register-docotr