Info Sehat

Penyebab Bronkitis Secara Umum yang Perlu Diketahui

March 28, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Penyebab bronkitis bisa berbeda-beda berdasarkan jenis yang diderita. Orang dengan bronkitis mengalami pembengkakan di saluran bronkial, yakni saluran udara yang menghubungkan mulut dan hidung dengan paru-paru.

Umumnya, penderita bronkitis akan mengalami beberapa gejala umum seperti batuk, mengi, dan kesulitan bernapas. Nah, untuk mengetahui penyebab bronkitis yuk simak penjelasan lebih lanjut berikut.

Baca juga: Konjungtivitis Akibat Lensa Kontak: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mengatasinya

Apa penyebab bronkitis secara umum?

Dilansir Medical News Today, penyebab bronkitis adalah karena adanya virus, bakteri, atau partikel iritan yang memicu peradangan pada saluran bronkial.

Merokok merupakan faktor risiko utama, namun bukan perokok juga bisa mengembangkan bronkitis. Penyebab bronkitis sesuai jenisnya, yakni:

Bronkitis akut

Penyakit bronkitis akut dapat terjadi akibat virus, seperti virus flu, infeksi bakteri, serta paparan zat yang mengiritasi paru-paru berupa asap, tembakau, debu, asap, uap, dan polusi udara.

Orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena bronkitis akut, yakni:

  • Mengalami virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan
  • Memiliki kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok orang lain
  • Menderita asma atau alergi

Cara untuk menghindari infeksi termasuk mencuci tangan secara teratur dan menghindari asap serta partikel lainnya. 

Bronkitis kronis

Untuk jenis bronkitis yang sudah kronis, biasanya terjadi karena iritasi berulang dan kerusakan pada paru-paru serta jaringan saluran napas.

Penyebab bronkitis kronis adalah akibat merokok, namun tidak semua penderitanya adalah perokok. Beberapa penyebab lain dari bronkitis kronis, adalah sebagai berikut:

  • Paparan jangka panjang terhadap polusi udara, debu, serta asap dari lingkungan
  • Riwayat keluarga atau faktor genetik
  • Episode berulang dari bronkitis akut
  • Memiliki penyakit pernapasan atau gastroesophageal reflux (GERD)
  • Paparan langsung dari pestisida

Penderita asma atau alergi memiliki risiko lebih tinggi terkena kedua jenis penyakit tersebut. Karena itu, cara terbaik untuk menghindari bronkitis kronis adalah dengan menghindari rokok atau paparan asapnya.

Bagaimana gejala umum penyakit bronkitis?

Bronkitis akut merupakan penyakit yang terjadi sekali sehingga seorang penderitanya bisa segera sembuh setelah pengobatan.

Namun, jika sudah kronis maka penyakit tidak pernah hilang dan penderita akan terus hidup dengan kondisi tersebut meskipun terkadang menjadi lebih baik atau buruk.

Tanda dan gejala bronkitis akut dan kronis, meliputi batuk terus-menerus yang mengeluarkan lendir, mengi, demam rendah serta menggigil, perasaan sesak di dada, sakit kepala, hingga sinus. Seseorang dengan bronkitis mungkin mengalami batuk yang berlangsung selama beberapa pekan.

Bronkitis kronis didefinisikan sebagai batuk produktif yang berlangsung setidaknya tiga bulan dengan serangan berulang di mana terjadi selama dua tahun berturut-turut.

Jika kamu menderita bronkitis kronis, maka cenderung mengalami infeksi akut lainnya.

Bisakah penyakit bronkitis menular?

Pada dasarnya, bronkitis akut sama seperti flu lainnya sehingga virus bisa menular ke orang lain. Bronkitis akut dapat menular seperti virus flu biasa, yakni melalui udara yang masuk ke mulut, hidung, atau mata akibat bersin atau batuk.

Penularan virus flu penyebab bronkitis akut biasanya berlangsung selama 1 hingga 3 pekan sehingga penderitanya harus meminimalkan kontak dengan orang lain.

Namun, penularan bronkitis akut cukup relatif tergantung beberapa faktor, seperti sistem imun yang dimiliki dan kebersihan diri.

Berbeda dengan bronkitis akut, penalaran tidak akan terjadi jika menderita bronkitis kronis. Hal ini dikarenakan, bronkitis kronis merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan dalam waktu lama.

Penanganan terhadap penyakit bronkitis

Seorang dokter mungkin akan menyarankan penderita bronkitis untuk beristirahat, perbanyak minum air putih, serta konsumsi obat yang dijual bebas seperti ibuprofen. Mengonsumsi obat dapat membantu meredakan batuk serta nyeri yang menyertai.

Dalam beberapa kasus, bronkitis akut bisa hilang dengan sendirinya dan seringkali tidak membutuhkan pengobatan. Namun, untuk bronkitis kronis biasanya gejala bisa sembuh dan kembali atau menjadi lebih buruk terutama jika ada paparan asam atau pemicu lain. 

Karena itu, perawatan bronkitis kronis perlu dilakukan dengan tepat seperti mengonsumsi obat antibiotik, antiradang, dan bronkodilator untuk membuka saluran udara. Alat pembersih lendir dapat membantu mengeluarkan cairan dengan lebih mudah.

Selain itu, beberapa kasus terkadang juga membutuhkan terapi oksigen agar penderita bronkitis bisa bernapas lebih baik. Pastikan untuk selalu mengonsultasikan masalah dengan dokter selama perawatan agar gejala penyakit tidak memburuk.

Baca juga: Overdosis Antibiotik: Gejala dan Bahaya yang Berisiko Terjadi

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2019), diakses 23 Maret 2021. Symptoms and treatment of bronchitis
  2. Webmd (2020), diakses 23 Maret 2021. Bronchitis
  3. NHS (2019), diakses 2021. Bronchitis
    register-docotr