Info Sehat

Pilihan Pengobatan Gagal Ginjal, Mulai Dialisis hingga Transplantasi

May 22, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pengobatan gagal ginjal harus dilakukan dengan tepat sebelum kondisi kesehatan semakin parah. Perlu diketahui, terkadang ginjal tidak lagi mampu menyaring dan membersihkan darah karena berbagai faktor penyebab.

Jika kondisi ginjal ini tidak ditangani dengan benar, maka mungkin bisa berakibat fatal. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengobatan gagal ginjal yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Meski Praktis, Ini Beberapa Efek Samping Filler Hidung yang Perlu Kamu Tahu!

Apa itu gagal ginjal?

Dilansir dari Healthline, ginjal adalah sepasang organ yang terletak di punggung bawah. Satu ginjal ada di setiap sisi tulang belakang dan bertugas menyaring darah serta mengeluarkan racun dari tubuh. 

Sementara itu, gagal ginjal sendiri terjadi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dari darah secara memadai.

Banyak faktor yang dapat mengganggu kesehatan dan fungsi ginjal, seperti paparan toksik terhadap polutan, obat-obatan, penyakit tertentu, dehidrasi parah, serta trauma.

Gagal ginjal yang juga dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir terjadi ketika ginjal tidak lagi mengeluarkan limbah dari darah secara memadai dan mengontrol tingkat cairan dalam tubuh. 

Gejala penyakit ginjal tahap awal mungkin sulit ditentukan karena seringkali sulit diidentifikasi. Beberapa tanda-tanda awal penyakit ginjal, termasuk menurunnya pengeluaran urine, retensi cairan yang menyebabkan pembengkakan pada tungkai, serta sesak napas.

Bagaimana pengobatan gagal ginjal?

Ada beberapa pengobatan gagal ginjal di mana umumnya tergantung pada penyebab dari penyakit. Jenis perawatan atau pengobatan gagal ginjal yang bisa dilakukan, antara lain sebagai berikut:

Dialisis

Salah satu pengobatan gagal ginjal yang umum dilakukan adalah dialisis. Dialisis bekerja dengan cara menyaring dan memurnikan darah menggunakan mesin. Mesin ini menjalankan fungsi dari organ ginjal. 

Bergantung pada jenis dialisis, penderita gagal ginjal mungkin terhubung ke mesin besar atau tas kateter portable. Dialisis tidak menyembuhkan gagal ginjal, namun dapat memperpanjang hidup jika kamu menjalani perawatan terjadwal secara teratur.

Transplantasi ginjal

Pilihan pengobatan gagal ginjal lainnya adalah dengan melakukan transplantasi. Ginjal yang sudah ditransplantasi dapat bekerja dengan normal dan biasanya prosedur dialisis tidak diperlukan lagi.

Namun, kamu perlu menunggu lama untuk menerima donor ginjal yang cocok dengan tubuh. Jika kamu memiliki donor hidup, maka prosesnya mungkin berjalan lebih cepat.

Selain itu, kamu juga perlu mengonsumsi obat penekan kekebalan setelah operasi untuk mencegah tubuh menolak ginjal baru.

Perlu dipahami, operasi transplantasi mungkin bukan pilihan pengobatan gagal ginjal yang tepat untuk semua orang. Untuk itu, bicarakan dengan dokter tentang apakah kamu merupakan orang yang tepat untuk transplantasi ginjal.

Perawatan suportif non-dialisis 

Perawatan suportif non-dialisis adalah pilihan pengobatan gagal ginjal ketika seseorang telah memutuskan dengan berkonsultasi bersama dokter bahwa dialisis dan transplantasi tidak sesuai.

Karena itu, perawatan jenis ini berarti bahwa penanganan penyakit harus terus diawasi oleh para profesional kesehatan.

Salah satu perawatan suportif non-dialisis adalah menjaga pola makan atau diet. Tidak ada diet khusus untuk penderita gagal ginjal. Namun, ada beberapa rekomendasi diet yang mungkin bisa kamu terapkan, yakni sebagai berikut:

  • Batasi natrium dan kalium. Pantau seberapa banyak kamu mengonsumsi kedua nutrisi ini. Usahakan makan kurang dari 2.000 miligram per hari untuk keduanya.
  • Batasi fosfor. Seperti natrium dan kalium, ada baiknya membatasi jumlah fosfor yang dimakan dalam sehari. Cobalah untuk mengonsumsi fosfor di bawah 1.000 mg.
  • Ikuti pedoman protein. Pada penyakit ginjal stadium awal dan sedang, kamu perlu mengurangi konsumsi protein. Namun, pada gagal ginjal stadium akhir mungkin harus makan lebih banyak protein tergantung pada rekomendasi dokter.

Terdapat banyak kondisi ginjal atau saluran kemih yang menyebabkan gagal ginjal jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, kamu bisa mengurangi risiko gagal ginjal dengan menjaga gaya hidup, mengikuti nasihat dokter, dan konsumsi obat yang telah diresepkan  secara teratur.

Apabila kamu memiliki kekhawatiran tentang ginjal, maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter. Dokter biasanya akan melakukan diagnosis terlebih dahulu sebelum pengobatan lebih lanjut.

Baca juga: Kalap Makan Setelah Lebaran, Ini Deretan Penyakit yang Sering Muncul!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Better Health Channel (2018), diakses 19 Mei 2021. Kidney failure
  2. Mayo Clinic (2019), diakses 19 Mei 2021. Chronic kidney disease
  3. Healthline (2019), diakses 19 Mei 2021. Everything You Need to Know About Kidney Failure
  4. Urology Care Foundation, diakses 19 Mei 2021. Kidney (Renal) Failure
    register-docotr