Info Sehat

Meski Praktis, Ini Beberapa Efek Samping Filler Hidung yang Perlu Kamu Tahu!

May 19, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Efek samping filler hidung mungkin bisa terjadi dalam beberapa kasus. Karena itu, prosedur filler hidung perlu dilakukan di tempat yang terjamin aman dan ditangani oleh dokter profesional. 

Diskusikan juga terlebih dahulu dengan dokter sebelum prosedur filler hidung dilakukan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai efek samping filler hidung, yuk simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Kalap Makan Setelah Lebaran, Ini Deretan Penyakit yang Sering Muncul!

Apa itu filler hidung?

Dilansir dari Healthline, filler hidung atau nonsurgical rhinoplasty adalah prosedur pengisi kulit yang mengubah bentuk hidung hingga enam bulan. Prosedur ini sangat ideal untuk orang yang ingin menghaluskan benjolan di hidung atau membuatnya tidak terlalu bersudut secara nonpermanen.

Nonsurgical rhinoplasty menggunakan bahan pengisi kulit untuk mengubah bentuk hidung. Bahan suntik, seperti gel biasanya asam hialuronat akan dimasukkan di bawah kulit pada area di mana kamu ingin membuat garis atau volume yang lebih halus.

Bahaya pengisi ini mengendap di tempat yang disuntikkan ke lapisan kulit lebih dalam untuk mempertahankan bentuknya. Karena itu, cara ini akan mengubah tampilan hidung selama 4 bulan hingga 3 tahun, tergantung kulit, hasil yang diinginkan, dan bahan yang digunakan.

Adakah efek samping filler hidung?

Bagi kebanyakan orang, satu-satunya efek samping filler hidung adalah sedikit kemerahan dan menjadi lebih sensitif di area suntikan dalam satu atau dua hari setelah prosedur. Namun, ada pula beberapa efek samping filler hidung, termasuk:

  • Muncul memar di tempat suntikan
  • Pembengkakan migrasi pengisi, artinya bahan yang disuntikkan bermigrasi ke area lain
  • Mengalami perasaan mual

Perlu diketahui, hidung merupakan area yang sangat sensitif. Hal ini karena hidung diisi dengan pembuluh darah dan dekat dengan mata sehingga operasi hidung cair agak lebih rumit daripada jenis prosedur pengisi suntik lainnya.

Seorang ahli bedah plastik yang terlatih dan berhati-hati akan cenderung melakukan kesalahan dengan menggunakan lebih sedikit filler di hidung daripada mengisi area tersebut secara berlebihan.

Satu studi kasus mengamati bahwa komplikasi lebih mungkin terjadi pada dokter tidak berlisensi yang mencoba prosedur ini. Beberapa komplikasi serius yang mungkin terjadi, meliputi kematian jaringan, komplikasi vaskuler, dan kehilangan penglihatan.

Dalam studi tahun 2019 terhadap 150 orang yang menjalani operasi non-bedah, hanya 1,82 persen mengalami komplikasi.

Untuk itu, bicaralah dengan dokter jika kamu mengalami demam, penglihatan kabur, kemerahan atau memar yang menyebar dan semakin parah, ataupun gatal-gatal.

Hal yang perlu diperhatikan selama prosedur

Untuk mencegah efek samping filler hidung, maka kamu perlu mempersiapkan diri karena setiap bahan memiliki pengisi yang berbeda. Penyedia layanan kesehatan harus memberikan petunjuk terperinci tentang apa yang harus dilakukan sebelum filler hidung, seperti berikut:

Hindari obat-obatan tertentu

Beberapa obat-obatan perlu dihindari seminggu sebelum prosedur filler hidung dilakukan. Obat-obatan yang harus dihindari adalah aspirin, obat antiinflamasi seperti ibuprofen, suplemen vitamin E, dan suplemen pengencer darah lainnya. 

Waspadai kadar vitamin K

Kadar vitamin K dalam tubuh harus diketahui untuk mengurangi risiko memar. Karena itu, kamu bisa mengonsumsi banyak sayuran berdaun hijau untuk meningkatkan vitamin K dalam beberapa pekan sebelum prosedur. Pastikan juga untuk minum banyak air dan makan sebelum janji temu.

Jangan makan berlebihan

Meski dianjurkan makan sebelum bertemu dengan dokter, namun kamu tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Hal ini dikarenakan makan terlalu banyak bisa menyebabkan rasa mual. Jika ingin makan, pastikan untuk mengonsumsi sesuatu yang mengandung pati dan protein.

Saat mempertimbangkan nonsurgical rhinoplasty, jangan pernah mencari dokter termurah yang mungkin tidak berpengalaman. Hal ini karena, seorang ahli bedah plastik yang berpengalaman akan tahu cara terbaik untuk memberikan hasil dengan meminimalkan risiko efek samping.

Baca juga: Normalkah Tidak BAB Seminggu? Simak, Begini Cara Mengatasinya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. NCBI (2021), diakses 18 Mei 2021. Filler Rhinoplasty
  2. Healhtline (2020), diakses 18 Mei 2021. Everything to Know About Nonsurgical Rhinoplasty
  3. Allure.com (2018), 18 Mei 2021. Nonsurgical Rhinoplasty Is Everywhere These Days — But Are “Liquid Nose Jobs” Safe?
    register-docotr