Covid-19

Mengenal Vaksin Sinopharm

May 19, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Vaksin COVID-19, Sinopharm yang juga merupakan nama dari sebuah perusahaan asal China akan mulai dipakai. Sinopharm yang akan dipakai dalam vaksin Gotong Royong ini telah disetujui oleh Uni Emirat Arab atau UEA.

Selain itu, vaksin Sinopharm juga sudah melewati uji coba fase tiga sehingga efektif dalam mencegah COVID-19. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai vaksin Sinopharm yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Vaksin Pfizer Kini Dapat Digunakan untuk Anak Usia 12-15 Tahun

Tingkat keefektifan vaksin Sinopharm

Dilansir dari Healthline, vaksin Sinopharm telah diberikan otorisasi penggunaan darurat di UEA untuk melindungi pekerja garis depan yang paling berisiko terkena COVID-19.

Sinopharm dan UEA belum merilis data terperinci tentang uji coba fase tiga dari 31.000 peserta untuk diverifikasi secara luas.

Ministry of Health and Prevention atau MOHAP di UEA dan Departemen Kesehatan Abu Dhabi telah meninjau analisis sementara uji coba fase ketiga Sinopharm. Dari data tersebut menunjukkan vaksin ini memiliki kemanjuran 86 persen melawan infeksi COVID-19.

Namun, pejabat mengklaim vaksin 100 persen efektif dalam mencegah COVID-19. Analisis ini menunjukkan vaksin memiliki tingkat serokonversi 99 persen dari antibodi penawar dan efektivitas 100 persen dalam mencegah kasus penyakit sedang dan parah.

Saat ini belum tersedia data substantif terkait dampak vaksin COVID-19 BBIBP-CorV terhadap penularan SARS-CoV-2.

Sementara itu, WHO mengingatkan perlunya menjaga dan memperkuat langka-langkah pencegahan seperti menggunakan masker, jaga jarak fisik, cuci tangan, dan memastikan ventilasi memadai.

Fakta lebih lanjut mengenai vaksin Sinopharm

Selain keefektifannya, terdapat beberapa fakta-fakta lainnya mengenai vaksin Sinopham. Fakta-fakta dalam vaksin Gotong Royong atau disebut dengan Sinopharm ini, antara lain sebagai berikut:

Terbuat dari virus corona

Sinopharm atau dikenal juga sebagai BBIBP-CorV bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk membuat antibodi melawan virus corona SARS-CoV-2. Antibodi ini ada pada protein virus, seperti yang disebut protein lonjakan yang menempel di permukaannya. 

Cara kerja vaksin corona

Setelah para peneliti menghasilkan stok besar virus corona, kemudian disiramkan dengan bahan kimia yang disebut beta-propiolakton. Senyawa ini menonaktifkan virus COVID-19 dengan mengikat pada gennya. Tapi, protein dalam virus seperti spike tetap utuh.

Para peneliti menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah kecil senyawa berbasis aluminium atau disebut dengan adjuvan. Adjuvan akan merangsang sistem kekebalan untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus corona di vaksin Sinopharm sudah mati, maka bisa disuntikkan ke lengan tanpa menyebabkan COVID-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan atau disebut sel pembawa antigen.

Sel yang menghadirkan antigen ini akan merobek virus corona dan menampilkan beberapa fragmen di permukaan. Jika fragmen cocok dengan salah satu protein permukaannya, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

Membuat antibodi

Jenis sel kekebalan lain, yang disebut dengan sel B dapat menghadapi virus corona tidak aktif. Sel B memiliki protein permukaan dalam berbagai bentuk dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tidak tepat untuk menempel pada virus corona.

Ketika sel B terkunci, maka dapat menarik sebagian atau seluruh virus ke dalam dan menampilkan fragmen virus corona di permukaannya. Sel T pembantu yang diaktifkan melawan virus corona ini juga  dapat menempel pada fragmen yang sama.

Ketika hal tersebut terjadi, sel B juga telah diaktifkan. Setelah itu, sel akan berkembang biak dan mengeluarkan antibodi yang memiliki bentuk sama dengan protein permukaannya. 

Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan Sinopharm, sistem kekebalan dapat merespons infeksi virus korona hidup. Sel B menghasilkan antibodi yang menempel pada penyerang.

Antibodi yang menargetkan protein lonjakan dapat mencegah virus memasuki gel. Jenis antibodi lain dapat memblokir virus dengan cara lain.

Baca juga: Tempat Rekreasi Tetap Buka saat Lebaran, Begini Tips Pencegahan COVID-19 yang Perlu Diketahui!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
  1. Healthline (2020), diakses 18 Mei 2021. China Has Been Vaccinating Its Population for Weeks: What We Know
  2. WHO (2021), diakses 18 Mei 2021. The Sinopharm COVID-19 vaccine: What you need to know
  3. The New York Times (2021), diakses 18 Mei 2021. How the Sinopharm Vaccine Works
  4. BBC (2021), diakses 18 Mei 2021. Covid: What do we know about China’s coronavirus vaccines?
    register-docotr