Info Sehat

Punya Insomnia Akut? Jenis Obat Tidur Ini Bisa Kamu Coba

January 14, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa orang mengalami kesulitan tidur saat malam hari. Tentu saja hal itu akan menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Berikut ini beberapa jenis obat tidur di apotek bagi kamu yang alami kesulitan tidur. 

Apa itu obat tidur?

Kebanyakan obat tidur diklasifikasikan sebagai hipnotik sedatif, yakni golongan obat khusus yang digunakan untuk menginduksi atau mempertahankan tidur. Meskipun obat tidur ini berguna dalam jangka pendek, namun bisa berpotensi menyebabkan ketagihan dan masalah dengan memori serta perhatian.

Obat ini biasanya tidak direkomendasikan untuk pengobatan masalah tidur jangka panjang. Sebelum mengonsumsinya, konsultasikan dulu bersama dokter untuk mengetahui dosis dan efek samping yang mungkin akan dialami.

Jenis-jenis obat tidur di apotek

Beberapa orang memang menderita kesulitan tidur di malam hari atau insomnia. Namun jika kamu melakukan olahraga rutin, dan menghindari alkohol serta nikotin, tentu saja dapat meningkatkan siklus tidur dan mencegah insomnia.

Berikut ini adalah beberapa obat tidur di apotek yang paling efektif seperti dilansir dari Medical News Today

1. Obat tidur di apotek yakni melatonin

Saat malam hari, otak menghasilkan hormon yang disebut melatonin. Hormon ini mengatur siklus tidur seseorang hingga bangun di pagi hari dengan memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah hampir waktu untuk tidur.

Otak akan lebih sedikit produksi hormon melatonin saat kamu terbangun dan lebih banyak saat tidur. Usia pun juga berperan dalam produksi hormon melatonin ini, semakin tua seseorang, semakin sedikit melatonin yang dihasilkan.

Obat insomnia yang mengandung melatonin cenderung efektif untuk orang yang alami gangguan tidur ritme sirkadian, yaitu masalah dengan waktu tidur atau bangun. Melatonin sangat membantu orang seperti:

  • Mengalami jet lag
  • Mengalami kesulitan tidur di malam hari
  • Mengatasi pekerjaan shift

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen telah memasarkan makanan ringan dan minuman yang mengandung melatonin sebagai produk “relaksasi”.

Suplemen melatonin tersedia tanpa resep di apotek, supermarket, dan toko online. Obat susah tidur ini pada umumnya memiliki dosis 1-5 miligram (mg), dan seseorang harus meminumnya sebelum tidur.

2. Jenis obat tidur di apotek yakni antihistamin

Antihistamin penenang dapat membantu orang yang sulit tidur saat malam hari. Beberapa antihistamin, biasanya digunakan orang untuk mengatasi alergi dan dapat membuat ngantuk. 

Meskipun tidak semua antihistamin memiliki efek ini, terkadang orang menggunakan antihistamin generasi pertama untuk membantu tidur atau meredakan ketegangan dan kecemasan.

Berikut ini adalah antihistamin generasi pertama:

  • Diphenhydramine, bahan aktif dalam Benadryl
  • Doxylamine, bahan aktif di Unisom
  • Cyclizine, bahan aktif di Marezine

Sementara, antihistamin generasi kedua cenderung tidak menyebabkan kantuk. Obat insomnia ini untuk mengobati gejala alergi jangka panjang, dan tidak efektif sebagai obat tidur. Berikut ini adalah antihistamin generasi kedua nonsedasi:

  • Setirizin, bahan aktif di Zyrtec
  • Loratadine, bahan aktif di Claritin
  • Fexofenadine, bahan aktif di Allegra

Seorang dokter mungkin merekomendasikan antihistamin penenang, tetapi hanya sebagai solusi jangka pendek. Meskipun tidak membuat ketagihan, tubuh akan terbiasa dengan cepat, sehingga efektifitasnya berkurang seiring waktu.

Baca juga: Bisa Bikin Kantuk, Amankah Mengonsumsi CTM sebagai Obat Tidur?

3. Akar valerian

Valerian adalah tanaman. Orang telah menggunakan khasiat obat ini sejak zaman Yunani dan Roma kuno. Akar valerian adalah bahan umum dalam suplemen herbal yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur, menghilangkan kecemasan, dan mendukung relaksasi.

Obat susah tidur jenis ini tersedia dalam berbagai bentuk, seperti teh, cairan, dan kapsul.

Beberapa studi klinis seperti dilansir dai Medical News Today menunjukkan bahwa mengonsumsi valerian dapat meningkatkan kesan kualitas tidur pada penderita insomnia.

Namun, tidak cukup bukti yang tersedia untuk memastikan apakah akar valerian merupakan bantuan tidur yang efektif. Alat bantu tidur berbasis akar valerian tersedia di apotek, toko makanan kesehatan, dan toko online.

Kapan obat susah tidur bisa dikonsumsi?

Biasanya, seseorang dengan insomnia akut disarankan untuk minum obat tidur tepat sebelum waktu tidur yang diinginkan. Baca petunjuk dokter pada label resep pil tidur jika ingin mengonsumsinya.

Intruksi pada label memiliki informasi khusus mengenai pengobatan. Selain itu, selalu sediakan waktu yang cukup untuk tidur sebelum kamu mengonsumsi obat tidur tanpa resep.

Perlu diingat, hindari konsumsi alkohol jika ingin minum obat tidur. Mencampur alkohol dan pil tidur dapat menimbulkan efek penenang tambahan dari keduanya. Tak hanya itu, kombinasi tersebut juga bisa menyebabkan seseorang berhenti bernapas dan berisiko kematian.

Selain alkohol, kamu jika perlu menghindari konsumsi jeruk bali atau jus jeruk saat minum obat tidur. Jenis buah ini dapat meningkatkan jumlah obat yang diserap ke dalam aluran darah dan obat akan bertahan lama di tubuh.

Jika dibiarkan, hal ini bisa mengakibatkan masalah kesehatan berupa sedasi berlebihan. Sedasi sendiri merupakan keadaan hilangnya kesadaran seseorang. Untuk itu, biasakan untuk bertanya dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi obat tidur.

Efek samping obat tidur

Pil tidur memiliki efek samping sama seperti kebanyakan obat lainnya. Dokter mungkin dapat memberi tahu tentang kemungkinan efek samping jika menderita asma atau kondisi kesehatan lainnya.

Obat insomnia dapat mengganggu pernapasan normal dan dapat berbahaya bagi orang yang memiliki masalah paru-paru kronis, tertentu asma, emfisema, atau bentuk penyakit paru obstruksi kronik atau PPOK.

Efek samping obat tidur, mungkin termasuk rasa terbakar atau kesemutan, perubahan nafsu makan, sembelit, diare, pusing, kesulitan menjaga keseimbangan, sakit kepala, hingga maag.

Tak hanya itu, efek samping obat tidur lainnya adalah bagian tubuh bergetar tidak terkendali, perlambatan mental, dan kelemahan.

Penting untuk mewaspadai kemungkinan efek samping sehingga harus segera menghentikan penggunaan obat susah tidur dan hubungi dokter untuk menghindari masalah kesehatan serius.

Efek samping obat insomnia yang lebih kompleks

Beberapa jenis obat tidur memiliki efek samping yang berpotensi berbahaya, termasuk parasomnia. Parasomi sendiri merupakan gerakan, perilaku, dan tindakan yang tidak dapat dikenalikan seperti berjalan dalam tidur.

Selama parasomnia, kamu akan tertidur dan tidak menyadari yang telah terjadi. Parasomi dengan pil tidur adalah perilaku yang kompleks dan mungkin termasuk makan saat tidur, menelepon, atau berhubungan seks dalam keadaan tidur.

Mengemudi dalam keadaan tidur juga dapat terjadi sebagai efek samping yang cukup serius. Meskipun jarang, masalah parasomnia ini sulit dideteksi begitu obat insomnia sudah mulai bekerja.

Bisakah mengalami alergi terhadap obat tidur tanpa resep?

Beberapa orang dapat memiliki reaksi alergi terhadap obat apapun, termasuk obat tidur tanpa resep atau over-the-counter. Karena itu, orang yang memiliki reaksi alergi terhadap obat tidur tanpa resep perlu menghindari pemakaiannya.

Penting untuk berbicara dengan dokter pada hari pertama kamu merasakan tanda alergi. Gejala atau tanda seseorang memiliki alergi terhadap pil tidur yang perlu diketahui, antara lain:

  • Penglihatan kabur atau masalah lain dengan kesehatan mata.
  • Terasa nyeri pada dada atau kesulitan bernapas.
  • Tenggorokan seperti menutup sehingga merasa sulit menelan.
  • Detak jantung berdebar kencang.
  • Pembengkakan pada mata, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Tak hanya itu, obat tidur tanpa resep juga memiliki efek samping serius yang cukup mematikan. Salah satunya adalah anafilaksis atau reaksi alergi akut. Efek samping lain yang mungkin terjadi adalah angioedema, yaitu pembengkakan wajah parah.

Apa obat susah tidur menyebabkan ketergantungan?

Untuk insomnia jangka panjang, dokter mungkin meresepkan obat tidur selama beberapa minggu. Namun setelah penggunaan rutin untuk waktu yang lebih lama, beberapa obat tidur seperti benzodiazepin atau agonis benzodiazepin mungkin berhenti bekerja saat kamu membantu toleransi terhadap obat.

Seseorang bisa menjadi tergantung secara psikologi pada obatnya. Tanpa obat tidur tanpa resep yang biasanya dikonsumsi, kamu mungkin akan mengalami kesulitan ketika ingin tidur.

Jika hal tersebut terjadi, bisa jadi itu merupakan pertanda ketergantungan fisik atau emosional dan bahkan keduanya. Perlu diketahui, penggunaan obat tidur dalam jangka panjang sebenarnya dapat mengganggu tidur.

Cara terbaik untuk menghindari berkembangnya ketergantungan fisik atau emosional pada pil tidur adalah dengan mengikuti petunjuk dokter. Pastikan untuk menghentikan penggunaan obat bila dianjurkan untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih serius.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic.org (2018) diakses pada 18 Oktober 2020. Prescription sleeping pills: What’s right for you?
  2. Medicalnewstoday.com (2020) diakses pada 18 Oktober 2020. What are the best sleeping pills?
  3. Webmd.com (2020) diakses pada 18 Oktober 2020. Drug Treatments for Sleep Problems
  4. Webmd (2020), diakses 14 Januari 2021. Understanding the Side Effects of Sleeping Pills
    register-docotr