Info Sehat

5 Jenis Obat Herpes Zoster untuk Cacar Ular, Berikut Daftarnya!

December 31, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Saat mengalami herpes zoster, sebagian orang memilih untuk membatasi diri dari aktivitas harian. Selain mengurangi rasa percaya diri, gejala yang muncul di permukaan kulit juga bisa menimbulkan rasa nyeri. Tenang, kamu bisa meredakannya dengan obat herpes zoster yang dijual di apotek.

Lalu, apa saja obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi herpes zoster? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Apa itu herpes zoster?

obat herpes zoster
Herpes zoster. Sumber foto: Health Central

Herpes zoster adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan munculnya lesi dan ruam pada kulit. Penyakit yang juga disebut dengan cacar ular tersebut disebabkan oleh sebuah virus bernama Varicella zoster.

Selain ruam dan lesi, gejala yang umumnya terjadi adalah rasa nyeri dan terbakar pada area terdampak. Tanda-tanda itu bisa terjadi di semua bagian tubuh, terutama leher dan wajah.

Mengutip Healthline, kebanyakan kasus cacar ular hilang dalam 2 hingga 3 minggu. Penyakit tersebut juga umumnya terjadi sekali dalam seumur hidup.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Herpes Zoster Mulai Sembuh agar Bisa Memutus Rantai Penularan

Daftar obat herpes zoster

Obat herpes zoster dibedakan menjadi beberapa jenis, sesuai dengan fungsi untuk mengatasi gejala masing-masing dan tingkat keparahannya, yaitu:

1. Antivirus

Antivirus adalah obat herpes zoster yang paling sering digunakan. Sebab, penyakit tersebut memang disebabkan oleh virus.

Dikutip dari American Family of Physician, selain menghambat penyebaran virus pemicu, obat herpes zoster yang satu ini berfungsi untuk mempercepat proses pemulihan.

Agen antivirus bisa menekan keparahan dan rasa nyeri terkait gejala yang muncul pada kulit. Beberapa antivirus yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi cacar ular adalah:

  • Asiklovir, bekerja dengan menghambat perkembangan DNA dari virus, bisa diberikan secara oral atau intravena (suntikan). Dosisnya bisa mencapai lima kali sehari secara oral. Sedangkan untuk yang intravena, umumnya dipakai untuk orang dengan sistem imun lemah.
  • Valacyclovir: Diberikan tiga kali sehari kepada pasien, mungkin sedikit lebih baik dalam mengurangi keparahan gejala jika dibandingkan dengan asiklovir.
  • Famciclovir: Bekerja dengan cara yang sama, yaitu menghambat perkembangan DNA virus. Dosis yang diberikan biasanya tiga kali dalam sehari.

Ketiga agen antivirus dalam obat herpes zoster di atas pada umumnya dapat bekerja dengan baik. Meski, efek samping tetap bisa terjadi, seperti mual, sakit kepala, sakit perut, dan muntah.

2. Obat herpes zoster kortikosteroid

Kortikosteroid sudah umum dipakai sebagai pengobatan cacar ular. Penggunaan bersama antivirus cukup efektif dalam meredakan dan mempercepat durasi gejala yang muncul pada kulit.

Dikutip dari Medscape, kortikosteroid juga memiliki sifat antiinflamasi yang dapat memodifikasi respons imun tubuh terhadap berbagai rangsangan zat asing, termasuk virus. Prednison adalah salah satu obat kortikosteroid yang sering dipakai dalam penanganan cacar ular.

3. Obat analgesik

Sering kali, nyeri yang ditimbulkan dari cacar ular terasa sangat menyiksa. Obat golongan analgesik dapat digunakan untuk meredakan nyeri tersebut. Golongan analgesik yang dipakai dalam penanganan cacar ular biasanya berupa topikal.

Losion yang mengandung calamine (misalnya Caladryl) bisa digunakan pada lesi terbuka untuk mengurangi nyeri. Setelah lesi tersebut mengeras, krim capsaisin (misalnya Zostrix) dapat dioleskan.

Pada kasus yang parah, lidokain (Xylocaine) umumnya dipakai untuk merangsang fungsi khusus dari saraf agar rasa nyeri tidak terasa menyakitkan.

Tak hanya topikal, obat oral golongan analgesik juga bisa membantu, seperti asetaminofen, ibuprofen, dan naproxen.

4. Obat herpes zoster antikonvulsan

Obat herpes zoster berikutnya adalah antikonvulsan. Karbamazepin (Tegretol), gabapentin (Neurontin), dan fenitoin (Dilantin) sering dipakai untuk mengontrol rasa nyeri neuropati (berhubungan dengan saraf). Gejala itu muncul jika cacar ular berkembang terlalu lama.

Penggunaan obat ini tak boleh sembarangan, sebaiknya menggunakan resep atau anjuran dari dokter. Sebab, ada berbagai efek samping yang bisa ditimbulkan, seperti gangguan memori, toksisitas hati, dan kelainan elektrolit.

Baca Juga: Rentan Terjadi, Moms Yuk Kenali Lebih Dalam Cacar Air pada Anak

5. Obat antidepresan

Jenis obat herpes zoster yang terakhir adalah antidepresan. Sama seperti antikonvulsan, antidepresan menjadi pilihan terbaik untuk mengurangi rasa nyeri neuropati akibat gejala yang tak kunjung sembuh.

Antidepresan mengandung senyawa atau agen yang bekerja dengan menghambat neurotransmiter norepinefrin (berhubungan dengan respons tubuh).

Antidepresan yang biasa dipakai dalam penanganan herpes zoster lanjut adalah amitriptyline (Elavil), imipramine (Tofranil), nortriptyline (Pamelor), dan desipramine (Norpramin). Dosis rendah diberikan pada awal waktu, bisa ditingkatkan setiap dua hingga empat minggu.

Nah, itulah daftar obat herpes zoster yang bisa dipakai untuk mengatasi gejala penyakit cacar ular. Untuk menghindari dampak buruk dan efek sampingnya, mintalah saran dokter lebih dulu, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 13 Desember 2020, Everything You Need to Know About Shingles.
  2. Medscape, diakses 13 Desember 2020, Herpes Zoster Medication.
  3. American Family Physician, diakses 13 Desember 2020, Management of Herpes Zoster (Shingles).

    Berita Terkait
    register-docotr