Info Sehat

Mengenal Tes Ishihara: Uji Kemampuan Mata dalam Membedakan Warna!

June 13, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Buta warna terjadi ketika kamu tidak dapat melihat warna secara normal. Ini sering terjadi ketika seseorang tidak dapat membedakan warna tertentu, biasanya antara hijau, merah, dan kadang-kadang biru.

Untuk memastikan seseorang buta warna, diperlukan tes khusus yang biasa dinamakan tes buta warna atau tes Ishihara.

Baca juga: Apa Mata Kamu Minus? Ketahui Jawabannya Lewat 3 Tes Berikut Ini

Apa itu tes buta warna?

Dilansir All About Vision, tes buta warna bertujuan untuk memeriksa apakah kamu dapat melihat warna secara akurat atau tidak. Jika tidak lulus, kamu didiagnosis mengalami buta warna. Sebagian besar tes buta warna adalah tes skrining.

Meski bisa mendeteksi buta warna, tetapi tes semacam ini tidak dapat menentukan seberapa parah gangguan yang terjadi. Diperlukan tes buta warna yang lebih mendalam untuk mengetahui informasi tersebut.

Tes buta warna dapat mengidentifikasi anak-anak yang mungkin mengalami kesulitan mengenali warna, maupun orang-orang yang membutuhkan penglihatan warna sangat baik dalam pekerjaannya.

Mengenal tentang tes Ishihara

Tes Ishihara adalah salah satu metode pengujian yang umum dilakukan untuk mendeteksi gangguan buta warna. Metode ini pertama kali dikenalkan oleh Dr Shinobu Ishihara pada tahun 1917.

Setiap tesnya terdiri dari satu set pelat titik-titik berwarna, yang masing-masing menunjukkan nomor atau jalur. Ini adalah tes penglihatan warna yang paling banyak digunakan dokter mata di seluruh dunia.

Diketahui bahwa bahkan orang dengan penglihatan warna normal pun terkadang kesulitan dengan tes ini.

Alat tes Ishihara

Tes Ishihara terdiri dari beberapa gambar melingkar (atau ‘pelat’). Setiap gambar berisi banyak titik dengan berbagai warna, kecerahan, dan ukuran. Seseorang yang memiliki penglihatan warna normal akan dapat mendeteksi angka yang terlihat bersembunyi dalam deretan titik.

Tetapi seseorang dengan buta warna merah-hijau tidak akan dapat melihat nomor tersebut. Sebaliknya, mereka akan melihat pola titik acak, atau angka yang berbeda dari yang terlihat oleh orang dengan penglihatan warna normal.

Tes buta warna Ishihara lengkap berisi 38 pelat. Versi tes yang lebih pendek (dengan pelat yang lebih sedikit) dapat digunakan selama pemeriksaan mata untuk menyaring buta warna.

Kategori jenis pelat tes Ishihara

Tes ini menggunakan beberapa jenis pelat yang berbeda. Pelat tersebut dirancang untuk dilihat dengan benar di ruangan yang cukup terang di siang hari.

Sinar matahari langsung atau penggunaan lampu listrik dapat menghasilkan beberapa perbedaan dalam hasil tes karena perubahan dalam tampilan nuansa warna.

Ketika hanya menggunakan cahaya dari lampu penerangan, posisi pelat harus disesuaikan sejauh mungkin agar menyerupai efek siang hari alami. Ada empat jenis pelat yang berbeda yakni:

  1. Vanishing design: Hanya orang dengan penglihatan warna yang baik yang dapat melihat tanda tersebut. Jika kamu buta warna, kamu tidak akan melihat apa pun.
  2. Transformation design: Orang buta warna akan melihat tanda yang berbeda dari orang tanpa cacat penglihatan warna.
  3. Hidden digit design: Hanya orang buta warna yang dapat melihat tanda tersebut. Jika kamu memiliki penglihatan warna yang sempurna, kamu tidak akan dapat melihatnya.
  4. Classification design: Ini digunakan untuk membedakan antara orang buta merah dan buta hijau.

Analisis hasil tes

Penilaian terhadap keberhasilan tes ini dilihat dari kesuksesan kamu dalam membaca pelat 1 sampai 11. Ini akan menentukan seberapa normal penglihatan kamu dan apakah kamu mengalami buta warna atau tidak.

Jika ada 10 pelat atau lebih yang berhasil dibaca secara normal, maka penglihatan warna dianggap normal. Jika hanya berhasil membaca 7 atau kurang dari 7 pelat, maka penglihatan warna dianggap kurang.

Akan tetapi terkait dengan pelat 9, hanya mereka yang membaca pelat sebagai angka 2 dan merasa lebih mudah membacanya daripada mereka yang membaca pelat 8 dicatat memiliki penglihatan tidak normal.

Sangat jarang ditemukan orang yang berhasil menjawab pelat 9 dan 8 dengan benar. Jika ada, maka untuk kasus seperti ini memerlukan penggunaan tes penglihatan warna lainnya, termasuk anomalioskop.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr