Info Sehat

Mengenal Pseudobulbar Affect: Kondisi Saat Tawa dan Tangisan Tak Terkendali

February 26, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pseudobulbar affect merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan episode tawa atau tangisan yang terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa menyebabkan seseorang mengespresikan suatu emosi yang berbeda dengan apa yang dirasakan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala, penyebab, serta penanganan dari pseudobulbar affect, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Kenali Thalassophobia: Ketakutan Terhadap Perairan Dalam atau Laut

Mengenal pseudobulbar affect

Pseudobulbar affect (PBA) adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan seseorang tertawa, menangis, atau bahkan marah yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terkendali pada waktu yang tidak tepat. Pseudobulbar affect sendiri merupakan gangguan pada sistem saraf.

Seseorang dengan kondisi ini dapat menangis ketika ia merasa tidak sedih atau tertawa ketika ia tidak merasa terhibur. Di sisi lain, seseorang dengan kondisi ini mengalami emosi secara normal, tetapi terkadang emosi tersebut diekspresikan secara berlebihan.

PDA biasanya terjadi pada orang dengan kondisi atau cedera neurologis tertentu, yang mana hal tersebut mungkin saja memengaruhi cara otak dalam mengontrol emosi. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan lain, seperti labilitas emosional atau tawa dan tangisan patologis.

Apa penyebab pseudobulbar affect?

Pada dasarnya, penyebab pasti terjadinya PDA masih belum diketahui. Akan tetapi, kerusakan pada prefrontal cortex atau bagian otak yang memiliki peranan dalam mengontrol emosi diduga sebagai penyebab kondisi ini.  

Kerusakan pada bagian otak lain serta perubahan bahan kimia pada otak juga diduga menyebabkan kondisi ini. Ada beberapa kondisi atau cedera neurologis tertentu terkait dengan PDA, di antaranya adalah:

  • Penyakit Alzheimer
  • Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Tumor otak
  • Demensia
  • Multiple sclerosis
  • Penyakit Parkinson
  • Cedera pada otak
  • Stroke
  • Epilepsi

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dari PDA.

Gejala pseudobulbar affect

Melansir laman Web MD, berikut ini adalah beberapa gejala dari PDA.

  • Menangis atau tertawa secara tiba-tiba yang terjadi secara intens dan tidak terkendali
  • Menangis atau tertawa pada situasi yang tidak tepat
  • Ledakan frustasi dan amarah

Gejala yang ditimbulkan tersebut tidak terkait dengan suasana hati. Suasana hati dapat akan tampak normal di antara episode, yang dapat terjadi kapan saja. Pada kondisi ini, menangis tampaknya merupakan gejala PBA yang lebih umum dibandingkan dengan tertawa.

Di sisi lain, tingkat respons emosional yang disebabkan oleh PBA seringkali mencolok dengan tangisan atau tawa yang berlangsung beberapa menit.

Sebagai contoh, seseorang tertawa terbahak-bahak saat menanggapi komentar yang tidak terlalu lucu atau seseorang mungkin tertawa atau menangis dalam situasi yang tidak dianggap lucu atau menyedihkan bagi orang lain.

Karena PDA memiliki gejala berupa tangisan, kondisi ini sering kali disalahartikan sebagai depresi. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar.

Pada PDA, episode cenderung berdurasi pendek, sedangkan depresi dapat menyebabkan perasaan sedih yang berlangsung secara terus-menerus.

Pengobatan pada pseudobulbar affect

Pengobatan pada PDA bertujuan untuk mengurangi tingkat frekuensi serta keparahan dari episode yang dialami. Berikut ini adalah beberapa pengobatan untuk menanganinya:

1. Antidepresan

Antidepresan tertentu seperti tricyclic antidepressant (TCA) dan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat membantu mengurangi frekuensi serta keparahan dari episode PDA.

Biasanya, antidepresan yang digunakan untuk menangani kondisi ini diresepkan dalam dosis yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan dosis yang diberikan untuk menangani kondisi depresi.

2. Dextromethorphan hydrobromide dan quinidine sulfate (Nudexta)

Obat ini merupakan satu-satunya obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk menangani kondisi ini.

Dikutip dari Mayo Clinic, studi yang dilakukan terhadap penderita multiple sclerosis dan amyotrophic lateral sclerosis menemukan bahwa mereka yang menggunakan obat ini mengalami penurunan pada episode tertawa dan menangis.

Baca juga: Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Adakah cara untuk mengontrol pseudobulbar affect?

Terdapat beberapa langkah untuk membantu meredakan kecemasan atau lebih mengontrol kondisi selama episode PDA, seperti:

  • Mencatat episode yang dialami, termasuk apa yang menjadi pemicu serta berapa lama episode berlangsung. Hal ini dapat membantu ketika berbicara dengan dokter mengenai kemungkinan pengobatan yang akan diambil
  • Berbicara dengan seseorang yang juga memiliki kondisi ini. Sebab, ia dapat memahami mengenai kondisi yang dialami dan mungkin saja memiliki tips yang dapat membantu
  • Ubah posisi. Ketika episode dimulai, ubah cara duduk atau berdiri jika memungkinkan
  • Bernapas secara perlahan dan dalam. Sebaiknya, terus lakukan ini selama episode hingga kamu dapat memegang kendali
  • Sebisa mungkin tetap tenang. Emosi yang terjadi secara tiba-tiba dapat menyebabkan otot menjadi tegang. Untuk meredakan tekanan pada otot, rilekskan bahu dan otot wajah setelah episode berakhir

Itulah beberapa informasi mengenai pseudobulbar affect. Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu untuk menangani kondisi ini dengan pengobatan yang tepat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cleveland Clinic (2019). Diakses pada 25 Februari 2021. Pseudobulbar Affect (PBA) 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 25 Februari 2021. Pseudobulbar affect 

PBAinfo. Diakses pada 25 Februari 2021. What is PBA or Pseudobulbar Affect? 

Webmd (2019). Diakses pada 25 Februari 2021. Pseudobulbar Affect (PBA) 

    register-docotr