Info Sehat

Mata Terlalu Sering Berkedip, Apakah Normal? Simak, Ini Dia Penyebabnya!

May 11, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mata terlalu sering berkedip mungkin dapat terjadi setiap saat atau sesekali. Kondisi ini umumnya sering dialami pada anak-anak, namun tak jarang juga terjadi pada orang dewasa baik pria maupun wanita.

Kedipan berlebihan mungkin bisa mengakibatkan iritasi, tetapi jarang disebabkan oleh masalah yang serius. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab mata terlalu sering berkedip yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Deteksi Penyakit dari Lidah, Mulai dari Perubahan Warna hingga Teksturnya

Normalkah mata terlalu sering berkedip?

Dilansir dari Healthline, berkedip memiliki tujuan untuk melumasi dan membersihkan mata dengan menyebarkan air mata ke permukaan luarnya.

Selain itu, berkedip juga dapat membantu melindungi mata dengan menutupnya untuk mencegah debu, iritasi, cahaya yang sangat terang, serta benda asing.

Normalnya, bayi dan anak-anak hanya berkedip sekitar dua kali per menit. Namun, ketika sudah mencapai masa remaja maka akan meningkat menjadi 14 hingga 17 kali per menit. Mata terlalu sering berkedip biasanya terjadi saat berbicara, gugup, atau kesakitan.

Perlu diketahui, tidak ada definisi pasti mengenai kedipan yang berlebihan pada mata. Tetapi, biasanya kedipan berlebihan dianggap tidak normal jika sudah mengganggu kehidupan, penglihatan, serta aktivitas sehari-hari.

Apa saja penyebab mata terlalu sering berkedip?

Kedipan pada mata yang berlebihan terjadi ketika refleks kedip dirangsang secara berlebihan. Sebagian besar kondisi ini bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak. Beberapa penyebab umum dari mata terlalu sering berkedip, antara lain sebagai berikut:

Iritasi mata

Mengedipkan mata lebih dari yang diinginkan mungkin terjadi akibat mengalami iritasi di permukaan depan mata.

Iritasi yang dimaksud, bisa karena asap, serbuk sari atau reaksi alergi, polusi, benda asing, atau debu, mata kering, goresan di bagian luar mata, konjungtivitis, serta radang kelopak mata.

Ketegangan mata

Kelelahan mata adalah ketika kamu lelah karena mata berat setelah terlalu lama berfokus pada satu hal. Banyak hal yang menyebabkan mata tegang, yakni berada dalam cahaya yang sangat terang, membaca dalam waktu lama, dan berada di depan komputer jangka panjang.

Mata terlalu sering berkedip akibat masalah penglihatan

Masalah penglihatan juga bisa menjadi penyebab mata terlalu sering berkedip.

Beberapa masalah mata yang paling umum dan biasanya mudah diperbaiki dengan lensa korektif, meliputi miopi atau rabun jauh, rabun dekat, presbiopi atau perubahan mata terkait usia, dan strabismus atau mata tidak sejajar.

Gangguan gerakan atau dystonia mata

Gangguan pergerakan mata yang paling umum adalah blefarospasme esensial jinak dan sindrom Meige.

Blefarospasme esensial jinak adalah kejang mata yang menyebabkan kedipan cepat tanpa disengaja, sementara sindrom Meige yakni blepharospasm yang berhubungan dengan kejang mulut serta rahang.

Kondisi serius lainnya

Beberapa kondisi neurologis diketahui menyebabkan kedipan berlebihan. Namun, penting untuk diingat bahwa kemungkinan berkedip berlebihan bisa menjadi kondisi serius sangat rendah. Kondisi serius yang mungkin bisa menyebabkan mata terlalu sering berkedip, yakni:

  • Penyakit Wilson. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan tembaga di tubuh. Ketika disimpan di otak, maka dapat menyebabkan berbagai gejala neurologis selain kedipan berlebihan seperti wajah meringis, kecanggungan, dan gemetar.
  • Sklerosis ganda. Kondisi ini memengaruhi sistem saraf pusat. Gejala selain berkedip berlebihan, termasuk masalah dengan penglihatan, keseimbangan, koordinasi, dan kemampuan untuk mengontrol otot.
  • Sindrom Tourette. Kondisi ini menyebabkan gerakan tak sadar yang tiba-tiba dan ledakan vokal. Gerakan otot yang terjadi di sekitar mata dapat menyebabkan kedipan berlebihan. 

Bagaimana penanganan terhadap kedipan berlebihan?

Perawatan untuk kedipan berlebihan tergantung pada penyebab yang mendasari. Terkadang, kedipan mata yang terlalu sering tidak akan membaik dengan sendiri dan membutuhkan penanganan tindak lanjut dengan dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan obat tetes mata, salep, atau obat lain jika kedipan berlebihan terkait dengan cedera mata, infeksi, alergi, atau pembengkakan. Untuk masalah penglihatan, biasanya diperbaiki dengan memakai kacamata resep atau lensa kontak, terapi, serta operasi otot mata.

Apabila kamu memiliki kondisi neurologis yang serius, dokter akan mengevaluasi kondisi dan bekerja sama untuk membuat rencana perawatan.

Untuk itu, segera temui dokter ketika mengalami kedipan berlebihan yang disertai dengan gejala neurologis terutama kejang atau sentakan di wajah.

Baca juga: Tenggorokan Kering Padahal Tidak Flu, Apa Penyebabnya?

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 5 Mei 2021. When Eye Blinking Is a Problem
  2. Webmd (2020), diakses 5 Mei 2021. Excessive Blinking: Causes, Diagnosis, Treatments
  3. Healthgrades.com (2021), diakses 5 Mei 2021. Eye Blinking Symptoms
    register-docotr