Info Sehat

Masih Muda Tapi Sering Lupa? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk!

April 16, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Umumnya sifat pelupa atau mudah lupa disebabkan karena faktor usia dan dialami oleh orang yang sudah berusia lanjut. Tapi bagaimana jika masih mudah seringkali lupa?

Apa saja yang menjadi penyebab sering lupa di usia muda dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak informasinya berikut ini!

Penyebab sering lupa di usia muda 

Walaupun terkadang pelupa bisa menandakan suatu gejala penyakit tertentu, tetapi nyatanya tidak selalu seperti itu. Jika kamu lupa dalam waktu singkat dan kembali mengingatnya hal itu bisa karena beberapa faktor penyebab lain. 

Tak hanya pada orang yang sudah berusia lanjut, pelupa di usia muda juga bisa terjadi karena terlalu banyak hal yang harus dilakukan. Misalnya akibat melakukan banyak tugas, rentang perhatian berkurang hingga gagal menyerap informasi yang didapat. 

Seperti dilansir laman Web MD berikut ini beberapa faktor penyebab kamu sering lupa: 

Stres 

Ingatan dan emosi berhubungan erat. Depresi, stres, atau kecemasan dapat memengaruhi fokus seseorang. Ketika kamu tidak fokus, hal itu akan berdampak sehingga kamu tidak dapat mengingat sesuatu dengan baik.

Jika merasa sedih atau kehilangan minat pada hal-hal yang pernah kamu nikmati, temui ahli kesehatan mental untuk mendapatkan perawatan tepat. Antidepresan dan terapi bicara dapat membantu mengatasi depresi atau stres. 

Gangguan tiroid 

Kelenjar tiroid di leher menghasilkan hormon yang mengontrol seberapa cepat tubuh membakar makanan untuk energi.

Ketika tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon, kondisi tersebut disebut hipotiroidisme, yang artinya kinerja seluruh tubuh mulai melambat. Hal itu bisa membuat kamu merasa lelah, tertekan, dan pelupa.

Umumnya jika kamu melakukan pemeriksaan ke rumah sakit, dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid. Jika jumlahnya rendah, kamu akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat hormon tiroid.

Konsumsi alkohol berlebihan

Dalam jumlah besar, alkohol mempersulit pembentukan ingatan baru atau penyimpanan informasi yang telah kamu ketahui atau pelajari.

Terlalu banyak minum alkohol dalam waktu singkat, bahkan bisa sampai membuat seseorang pingsan dan melupakan seluruh waktu. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang juga bisa membuat kehilangan ingatan permanen.

Cedera kepala

Jatuh, kecelakaan mobil, atau benturan keras lainnya di kepala bisa menyebabkan seseorang tidak dapat mengingat orang atau peristiwa tertentu. Bahkan jika cedera tersebut tidak membuat kamu tidak sadarkan diri, hal itu dapat menyebabkan hilangnya ingatan.

Bergantung pada seberapa parah pukulan di kepala, masalah memori mungkin hilang sementara atau permanen.

Kurang tidur

Kurang tidur mungkin merupakan penyebab terbesar dari sifat pelupa yang dialami seseorang. Tidur nyenyak yang terlalu sedikit juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan kecemasan, yang pada gilirannya berkontribusi pada masalah memori yang kamu miliki. 

Konsumsi obat-obatan

Obat penenang, antidepresan, beberapa obat tekanan darah, dan obat lain dapat memengaruhi daya ingat, biasanya dengan menyebabkan sedasi atau kebingungan.

Hal itu bisa membuat kamu sulit memperhatikan hal-hal baru. Bicaralah dengan dokter jika kamu curiga bahwa obat baru yang dikonsumsi memengaruhi ingatan dan fokus kamu.

Baca juga: Mulai Suka Lupa? Konsumsi 10 Makanan untuk Mencegah Demensia

Cara mengatasi mudah lupa dan sulit fokus

Sifat mudah lupa pada seseorang tentu tidak sama. Hal itu karena harus disesuaikan dengan penyebabnya. Bagi kamu yang mengalami lupa dan berlangsung lama sebaiknya segera melakukan pemeriksan ke dokter. 

Umumnya kamu akan dianjurkan untuk menjalankan serangkaian pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan status mental, hingga pemeriksaan penunjang berupa tes darah, tes urine, dan pemeriksaan radiologi, seperti CT scan atau MRI otak.

Namun berikut ini ada beberapa cara sederhana untuk mengatasi dan mempertajam ingatan kamu seperti dilansir dari laman Mayo Clinic:

Lakukan aktivitas fisik dalam rutinitas harian 

Aktivitas fisik meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak. Cara ini mungkin membantu menjaga daya ingat tetap tajam.

Untuk sebagian besar orang dewasa yang sehat, direkomendasikan setidaknya 150 menit seminggu melakukan aktivitas aerobik sedang, seperti jalan cepat, atau 75 menit seminggu melakukan aktivitas aerobik berat, seperti joging – sebaiknya dilakukan sepanjang pekan.

Jika tidak punya waktu untuk olahraga penuh, lakukan 10 menit berjalan kaki sepanjang hari.

Tetap aktif secara mental

Sama seperti aktivitas fisik yang membantu menjaga tubuh tetap bugar, aktivitas yang merangsang mental membantu menjaga bentuk otak dan mungkin mencegah hilangnya memori. 

Beberapa cara agar tetap aktif secara mental yaitu mengerjakan teka-teki silang, mengambil rute alternatif saat mengemudi, belajar memainkan alat musik, hingga menjadi sukarelawan di sekolah atau organisasi komunitas setempat.

Bersosialisasi dengan lingkungan sekitar

Interaksi sosial membantu menangkal depresi dan stres yang keduanya dapat menyebabkan hilangnya ingatan. Cari kesempatan untuk berkumpul dengan orang yang dicintai, teman, dan orang lain terutama jika kamu tinggal sendiri.

Teratur dan membuat jadwal

Kamu lebih cenderung melupakan hal-hal jika rumah berantakan. Agar kamu lebih mudah mengingat hal-hal kecil coba untuk catat tugas, janji temu, dan acara lainnya di buku catatan, kalender, atau agenda elektronik khusus.

Kamu bahkan dapat mengulangi setiap informasi baru dengan mencatat jadwal untuk membantu memperkuatnya dalam ingatan. Pertahankan daftar tugas terkini dan centang tugas yang telah selesaikan.

Sementara itu, agar tak mudah lupa mencari barang, sediakan tempat yang sama untuk menyimpan dompet, kunci, kacamata, dan kebutuhan pribadi lainnya.

Cukupi kebutuhan tidur

Tidur memainkan peran penting dalam membantu kamu menyimpan ingatan, sehingga kamu dapat mengingatnya kembali. Prioritaskan tidur yang cukup. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur sehari.

Apabila kamu khawatir tentang kehilangan memori, terutama jika memengaruhi kemampuan untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd.com (2021) diakses pada 15 April 2021. What Causes Sudden Memory Loss?
  2. Health.harvard.edu (2013) diakses pada 15 April 2021. 7 common causes of forgetfulness
  3. Mayoclinic.org (2021) diakses pada 15 April 2021. Memory loss: 7 tips to improve your memory 
    register-docotr