Kesehatan Mental

Mengenal Psikoterapi Suportif, Berbicara sebagai Terapi untuk Mengutarakan Keresahan Hati

April 16, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mengungkapkan hal yang mengganjal bukan perkara mudah, terkadang orang tidak tahu harus mulai dari mana dan bagaimana menyampaikannya. Untuk mengatasi hal ini, dunia psikologi mengenal istilah psikoterapi suportif.

Baca juga: Biblioterapi: Konsep Konseling dengan Menggunakan Buku

Apa itu psikoterapi suportif?

Psikoterapi suportif merupakan terapi yang dasarnya adalah bicara. Terapi ini didesain untuk membuat orang dengan masalah kesehatan mental menyuarakan apa yang mengganggunya dan pada akhirnya pasien diberikan bantuan untuk mencari solusi masalah yang tepat.

Psikoterapi suportif ini merupakan beragam upaya untuk membantu pasien menghadapi berbagai masalah emosional yang mereka alami dan mengganggu kualitas hidup.

Pada psikoterapi suportif, konseling dilakukan oleh terapis yang berkeinginan membantu memberikan kasih sayang pada orang yang bermasalah tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Muara Ilmu Sosial menyebut ada beberapa pendekatan psikoterapi suportif ini, yaitu psikoterapi yang mengintegrasikan psikodinamika, kognitif-perilaku dan interpersonal dengan model konseptual dan teknik.

Apa tujuan psikoterapi suportif?

Psikoterapi suportif ini bertujuan mengurangi keresahan dan juga membantu orang dengan masalah kesehatan mental untuk menemukan ketahanan mereka.

Terapi ini berupaya meningkatkan kemampuan kamu untuk beradaptasi dengan situasi yang sebelumnya mungkin membuat kamu stres dan tertekan.

Istilah terapi yang satu ini memiliki beragam definisi penanganan, mulai dari terapi tradisional dengan psikiater atau bahkan psikolog di tempat-tempat kerja untuk memberikan bantuan atas masalah harian yang mungkin terjadi.

Secara umum, terapis tidak akan meminta kamu untuk berubah, melainkan bertindak sebagai pendamping yang memungkinkan kamu merefleksikan situasi kehidupan dalam lingkungan di mana kamu diterima. 

Bagaimana cara kerjanya?

Pada dasarnya, bantuan yang diberikan dalam psikoterapi ini berupa penghiburan, saran, menyemangati, meyakinkan dan yang terpenting adalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan simpatik.

Terapis akan menyediakan saluran emosional serta kesempatan untuk kamu mengekspresikan dirimu dan menjadi diri sendiri. Selain itu, kamu pun akan diberikan informasi terkait apa yang kamu derita dan bagaimana cara mengaturnya.

Selama menjalankan psikoterapi ini, terapis akan menjadi perantara antara kamu dengan pihak-pihak yang bermasalah terhadapmu, baik itu di sekolah, di tempat kerja atau bahkan di keluarga.

Jadi, terapis akan bercerita mengenai sikap dan perasaan yang kamu tunjukkan kepada sesama. Sebaliknya, terapis pun akan bercerita tentang sudut pandang dan sikap yang ditunjukkan orang lain kepada dirimu.

Terapis tidak akan menghakimi

Beberapa orang enggan berbicara terbuka karena khawatir terhadap penilaian orang lain. Dalam psikoterapi suportif, terapis akan membuat kamu tidak merasa demikian.

Terapis akan berpikir dua kali untuk memberikan penilaian atau saran. Bahkan, sedikit mungkin terapis akan menunjukkan sikap pribadinya demi menjaga kenyamanan kamu berbicara.

Saat melakukan terapi, terapis akan aktif dan ikut terlibat dalam pembicaraan yang kamu lakukan. Terapis akan mengutarakan perasaannya hanya jika hal itu dibutuhkan untuk meyakinkan kamu.

Kapan psikoterapi suportif dibutuhkan?

Terapi ini biasanya dibutuhkan untuk membantu kamu berhadapan dengan adiksi serius, kelainan makan seperti bulimia nervosa, stres dan masalah kesehatan mental lainnya.

Metode ini bertujuan membentuk kamu menjadi pribadi yang adaptif dan memiliki pertahanan diri yang cakap dan strategi untuk menghadapi masalah serupa yang bisa saja muncul di kemudian hari.

Tidak harus dilakukan terapis

Yang menarik dari psikoterapi suportif ini, laman Psychology Today menyebut kalau hal ini tidak eksklusif hanya bisa dilakukan oleh psikolog. 

Setiap orang yang hidup dengan kamu, atau bekerja dan terganggu secara emosional dengan kamu dapat memainkan peran sebagai terapis. 

Dengan catatan, orang tersebut secara aktif menunjukkan kepedulian, secara otomatis mereka sudah melakukan psikoterapi suportif terhadap dirimu.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang terapi suportif yang bermanfaat jika kamu bingung bagaimana harus menyampaikan keresahan hati. Selalu jaga kondisi kesehatan mental dan temukan saluran yang tepat untuk bercerita, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr