Puasa

Hati-Hati, Ini Dampak Berbahaya bagi Tubuh jika Melewatkan Sahur!

April 16, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Bagi sebagian orang, ada yang menganggap bahwa dirinya mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadan tanpa mengonsumsi makanan saat sahur. Namun, perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya hal ini justru berbahaya bagi tubuh. 

Apakah boleh melewatkan sahur saat puasa? 

Saat puasa, waktu sahur akan menjadi salah satu waktu makan utama dan akan menggantikan waktu sarapan. Oleh karena itu, pastikan bangun untuk sahur agar tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang sama seperti hari-hari biasanya. 

Perlu kamu ketahui, ketika melewatkan sahur hal itu dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, manfaat sahur juga mampu menjaga laju metabolisme selama puasa seharian. 

Jika tidak, kamu akan merasa lemah dan lelah atau menderita gula darah rendah dan sembelit di siang hari.  Tanda-tanda umum kurang makan bisa termasuk merasa lelah, lebih sering sakit, rambut rontok, atau masalah kulit.

Dampak buruk tidak sahur saat puasa 

Berikut ini beberapa dampak berbahaya bagi tubuh apabila tidak sahur: 

Kelelahan 

Salah satu gejala yang paling jelas dan paling sering dialami apabila kamu tidak sahur yaitu terus-menerus merasa lelah.

Tubuh mendapatkan energinya dari kalori dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi seseorang. Tubuh membutuhkan sejumlah energi kalori untuk berfungsi dengan baik.

Jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga berat badan yang sehat akan bervariasi dari orang ke orang dan bergantung pada berbagai faktor, seperti ukuran tubuh, metabolisme, dan tingkat aktivitas fisik.

Ketika seseorang kurang makan, mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan tubuh. Tentu saja ini dapat berdampak pada tingkat energi, menyebabkan perasaan lelah fisik dan kelelahan mental, yang dapat mengganggu fungsi tubuh untuk beraktivitas normal.

Dehidrasi

Dampak lainnya yang paling sering dirasakan apabila kamu tidak sahur yaitu bisa mengalami dehidrasi. Ketika sahur, kebutuhan air dalam tubuh tentu saja akan terpenuhi. 

Tak selalu harus dari minum air, kebutuhan cairan dalam tubuh juga bisa dipenuhi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan kandungan air. Apabila kamu menjaga agar cairan tubuh tetap terpenuhi, tubuh tidak akan dehidrasi selama puasa. 

Sembelit 

Makan terlalu sedikit kalori juga bisa menyebabkan sembelit. Orang dengan sembelit mengalami buang air besar lebih sedikit daripada orang lain. Mereka mungkin juga memiliki tinja yang lebih keras yang sulit atau menyakitkan untuk dikeluarkan.

Ketika seseorang kurang makan, tubuh mereka memiliki lebih sedikit makanan untuk diubah menjadi tinja, yang dapat menyebabkan sembelit. Sembelit berarti buang air besar kurang dari tiga kali per minggu.

Sistem kekebalan tubuh menurun 

Kurang makan juga bisa menyebabkan pola makan yang tidak seimbang. Ini dapat berarti bahwa tubuh seseorang tidak menerima cukup nutrisi khusus untuk memelihara sistem kekebalan yang sehat dan melawan penyakit.

Kondisi ini bisa membuat penyakit, seperti flu bertahan lebih lama dari yang seharusnya.

Menjaga asupan nutrisi yang sehat sangat penting bagi orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti anak kecil atau orang dewasa yang lebih tua.

Manfaat sahur bagi tubuh saat puasa 

Melansir penjelsan dari laman Healthline, bahwa selama bulan Ramadan makan besar yaitu di pagi hari sebelum matahari terbit atau disebut sahur dan setelah matahari terbenam di malam hari atau buka puasa.

Sahur sangat dianjurkan untuk tidak dilewatkan karena memiliki beberapa manfaat berikut ini: 

Mencegah dehidrasi saat puasa 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ketika kamu melewatkan sahur hal itu akan menyebabkan dehidrasi yang parah. Namun, ketika sahur tentu saja kebutuhan cairan dalam tubuh akan terpenuhi. 

Perlu kamu ketahui jika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi dengan baik hal itu akan berdampak pada kesehatan tubuh karena mengalami dehidrasi. 

Terhindar dari rasa lelah yang terus-menerus 

Ketika melaksanakan sahur, tubuh akan mendapatkan energinya dari kalori dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi. Cadangan kalori dalam tubuh inilah yang membuat kamu tetap kuat puasa selama 12 jam lamanya. 

Cadangan kalori di dalam tubuh tersebut tentu akan berfungsi dengan baik.

Baca juga: Puasa Ramadan: Amankah jika Penderita Diabetes Mengonsumsi Kurma?

Menghindari penurunan berat badan yang drastis

Selama puasa, tubuh akan melakukan berbagai cara seperti memecah lemak dan protein yang kemudian dijadikan sebagai sumber energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Ketika berat badan kurang secara drastis karna asupan nutrisi yang buruk, risiko kamu menderita peyakit infeksi tentu akan lebih besar karena daya tahan tubuh pun secara otomatis juga berkurang. Oleh sebab itulah sahur sangat penting dilakukan untuk memenuhi asupan energi selama bulan puasa.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2021) diakses pada 15 April 2021. Practical Tips to Safely Fast During Ramadan 
  2. Timesofindia.indiatimes.com (2019) diakses pada 15 April 2021. What happens to your body when you do not eat enough?
  3. Medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 15 April 2021. What are the signs of not eating enough? 
    register-docotr