Info Sehat

Manfaat Daun Keji Beling: Mulai dari Antidiabetes hingga Bantu Lawan Radikal Bebas

March 1, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Manfaat daun keji beling terbukti cukup banyak sehingga telah menjadi salah satu sistem pengobatan tradisional. Minuman ini dapat ditemukan di pasar makanan kesehatan atau secara online dalam berbagai bentuk.

Daun keji beling biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh herbal dengan berbagai kandungan manfaat yang bisa diperoleh. Nah, untuk mengetahui manfaat daun keji beling lainnya, yuk, simak penjelasan lebih lanjut berikut.

Baca juga: Jamur Tumbuh di Selangkangan? Yuk, Kenali Penyebab, Ciri Serta Cara Mengatasinya

Mengenal daun keji beling

Dilansir dari International Food Research Journal, daun keji beling atau memiliki nama ilmiah Strobilanthes crispus merupakan tanaman obat yang berasal dari berbagai negara Madagaskar sampai Indonesia.

Tanaman ini secara lokal dikenal sebagai daun picah beling di Jakarta atau enyoh kelo di Jawa. Keji beling merupakan tanaman seperti semak yang dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian maksimum 0,5 hingga 1 meter.

Biasanya, daun keji beling dapat ditemukan di tepi sungai atau ladang terlantar. Dedaunannya berbentuk lonjong, agak tumpul, dan memiliki permukaan yang kasar.

Permukaan atas daun berwarna hijau tua dan kurang kasar dibandingkan dengan bagian bawahnya. Sementara itu, bunga dari tanaman ini berwarna kuning dan pendek.

Berbagai manfaat dari daun keji beling

Secara tradisional, manfaat daun keji beling adalah antidiabetes, antilytic, laksatif, antikanker, dan sebagai agen diuretik. Tanaman ini memiliki banyak sistolit kalsium karbonat yang membuat air rebusan daun keji beling menjadi agak basa. 

Karena itu, daun keji beling berfungsi untuk membantu masalah buang air kecil dan meningkatkan sistem kekebalan. Berbagai manfaat daun keji beling yang perlu diketahui, yakni sebagai berikut:

Sebagai antidiabetes

Manfaat daun keji beling yang dikonsumsi secara harian telah dipercaya dapat mengontrol kadar gula darah. Namun, informasi ilmiah tersedia di aspek yang relevan dengan model manusia ini sangat terbatas sehingga memerlukan penelitian elaboratif dalam waktu dekat. 

Penelitian pada 2006 melaporkan bahwa terdapat aktivitas hiperglikemik S. crispus pada tikus.

Peneliti menyaring ekstrak air teh S. crispus yang difermentasi dan tidak difermentasi untuk menentukan efek penurunan glukosa darah secara normal dan tikus hiperglikemia yang diinduksi streptozotocin untuk 21 hari.

Hasil yang didapat adalah teh S. crispus tanpa fermentasi juga dapat menurunkan tingkat glukosa pada tikus normal. Baik yang difermentasi dan tidak, teh daun keji beling terbukti dapat meningkatkan profil lipid. 

Selain itu, penelitian tahun 2009 melaporkan jika jus daun keji beling memiliki efek pada glukosa, profil lipid, glutathione peroksidase, dan superoksida dismutase pada tikus dengan diabetes. 

Menyembuhkan luka

Selain berguna bagi penderita diabetes, daun keji beling juga bisa dijadikan sebagai pengobatan dalam penyembuhan luka. Sebuah penelitian pada tahun 2009 melaporkan efek jus keji beling pada luka di mana persentase penyembuhan terjadi di hari ke-3 dan ke-7. 

Penelitian lain pada 2011 mengevaluasi efek aplikasi topikal ekstrak etanol daun keji beling pada tingkat penutupan penyembuhan luka dan histologi dari luka yang sembuh. Analisis histologi luka yang sembuh dengan ekstrak daun menunjukkan perbandingan lebar bekas luka yang berkurang.

Dari penelitian tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa ekstrak daun keji beling secara signifikan dapat meningkatkan penyembuhan luka. Di mana luka sembuh mengandung lebih sedikit sel inflamasi dan lebih banyak kolagen.

Melawan radikal bebas

Beberapa penulis telah menunjukkan bahwa manfaat daun keji beling memang dapat melawan radikal bebas karena memiliki sifat antioksidan. Penelitian pada 2006 telah melaporkan adanya aktivitas antioksidan dari berbagai jenis teh daun keji beling.

Para peneliti menyaring teh S. crispus yang difermentasi dan tidak, kemudian didapatkan hasil bahwa terdapat aktivitas antioksidan.

Penelitian pada 2000 juga mengevaluasi total aktivitas antioksidan daun keji beling kering menggunakan ferric thiocyanate atau FTC dan thiobarbituric acid atau TBA.

Dari studi tersebut, dilaporkan bahwa ekstrak daun keji beling memiliki aktivitas antioksidan sebesar 96 persen. Penelitian serupa pada 2010 ikut mendukung manfaat daun keji beling sebagai antioksidan.

Baca juga: Kenali Gejala Kolera: Mulai dari Diare Ringan hingga Dehidrasi

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr