Info Sehat

Kenali Gejala Kolera: Mulai dari Diare Ringan hingga Dehidrasi

February 23, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Gejala kolera biasanya ringan, akan tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal. Kolera sendiri merupakan penyakit akibat bakteri serius yang mengakibatkan diare dan dehidrasi parah.

Dalam kasus yang parah, perawatan segera sangat diperlukan karena kematian dapat terjadi dalam beberapa jam. Nah, untuk mengetahui perawatan penyakit lebih lanjut, yuk simak gejala kolera berikut.

Baca juga: Manfaat Sawi Putih: Cegah Gangguan Jantung hingga Obati Arthritis

Apa saja gejala kolera secara umum?

Dilansir dari Very Well Health, kolera dapat menyebabkan ketidaknyaman dalam beberapa cara. Namun, terdapat beberapa tanda dan gejala khas kolera yang paling umum antara lain sebagai berikut:

Gejala kolera yang sering terjadi

Mayoritas orang yang terkena kolera tidak pernah sakit, bisa jadi karena tidak pernah terekspos. Satu dari 10 orang yang terinfeksi akan mengalami gejala khas dalam dua hingga tiga hari setelah terinfeksi, seperti:

Diare encer

Seringkali gejala kolera pertama yang dirasakan adalah diare tanpa rasa sakit dimana terjadi dalam satu hari atau lebih setelah terinfeksi. Diare ini sangat encer yang menyerupai air bekas membilas beras.

Hal ini disebabkan racun yang diproduksi oleh bakteri kolera mendorong tubuh untuk mengeluarkan hampir semua isi di usus, termasuk cairan. Diare bisa berlangsung dari satu hari hingga satu minggu tergantung pada orang dan jenis pengobatan yang dilakukan.

Mual dan muntah

Pada tahap awal kolera, bakteri dapat menyebabkan ketidaknyaman saluran cerna seperti mual dan dalam beberapa kasus memicu muntah. Gelombang muntah dapat berlangsung selama berjam-jam dan bila dikombinasikan dengan diare encer akan meningkatkan risiko dehidrasi.

Sayangnya, dehidrasi juga dapat mengakibatkan lebih banyak mual hingga muntah. Kondisi ini juga akan semakin buruk dan dengan cepat berubah menjadi komplikasi parah yang mengganggu tubuh.

Dehidrasi

Kolera memaksa banyak cairan dari tubuh melalui diare dan muntah sehingga mudah mengalami dehidrasi jika elektrolit tersebut tidak diganti.

Jika hal ini terjadi, beberapa tanda dehidrasi akan terlihat seperti haus, mulut dan mata kering, denyut jantung cepat atau lemah, kelelahan, sakit kepala, serta kram otot ringan.

Gejala kolera yang langka

Pada sekitar 10 persen, orang dapat mengalami gejala kolera yang parah terutama diare encer dalam jumlah sangat banyak. Jumlah cairan yang hilang dalam jumlah besar akan mengakibatkan dua komplikasi parah, berupa dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.

Gejala kolera lainnya yang cukup langka, seperti tekanan darah tinggi, muntah terus-menerus, detak jantung cepat, dan kram otot. Pada anak, gejala kolera yang mungkin dialami, berupa kantuk parah, demam, kejang, hingga koma.

Bahkan dalam kasus yang khas, jika kolera tidak diobati bisa mengakibatkan kematian dehidrasi dan syok hanya dalam waktu 18 jam. Selain itu, penderita kolera juga bisa mengembangkan masalah lain, seperti gula darah rendah, kadar kalium rendah, dan gagal ginjal.

Siapa yang berisiko terkena kolera?

Siapa pun bisa terkena infeksi bakteri penyebab kolera, akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko. Faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kasus yang parah, antara lain:

  • Kondisi lingkungan tidak bersih, seperti sanitasi buruk dan air yang terkontaminasi.
  • Tingkat asam lambung yang rendah, dimana diketahui jika bakteri kolera tidak dapat hidup di lingkungan sangat asam.
  • Terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit kolera.
  • Golongan darah O berisiko terkena kolera lebih mudah.
  • Sering mengonsumsi kerang mentah.

Bagaimana cara mengatasi gejala kolera?

Sebelum mengobati kolera, dokter akan memastikan bahwa penderita terinfeksi bakteri dengan mengidentifikasinya dari dalam tinja. Metode umum untuk mengobati kolera, meliputi garam rehidrasi oral, rehidrasi cairan, intravena antibiotik, dan suplemen seng.

Perawatan ini dilakukan dengan cara menambahkan cairan dalam tubuh dan menghidrasinya kembali. Cara ini juga dapat membantu mengurangi lamanya waktu penderita kolera mengalami diare. 

Jika bepergian ke daerah di mana kolera biasa terjadi, maka perlu melakukan pencegahan seperti sering cuci tangan, minum dari air kemasan, hindari makanan mentah, dan hindari olahan susu.

Pastikan juga untuk mengupas buah sebelum dikonsumsi dan tidak mengonsumsi sayuran mentah.

Baca juga: 6 Jenis Buah-buahan yang Mengandung Protein dan Manfaatnya bagi Tubuh

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 17 Februari 2021. Cholera
  2. Medicinenet (2020), diakses 17 Februari 2021. What Are the Symptoms of Cholera?
  3. Healthline (2017), diakses 17 Februari 2021. Cholera
  4. Very Well Health (2019), diakses 17 Februari 2021. Symptoms of Cholera
    register-docotr